0


Pengertian Tekanan darah adalah tenaga yang digunakan untuk memompa darah dari jantung keseluruh tubuh. Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit kelainan jantung dan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah (TD) (Sofia dan Digi, 2010). Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persistem di mana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg (Smeltzer dan Bare, 2001). Etiologi Meskipun hipertensi primer belum pasti di ketahui penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor penyebab hipertensi yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1. Faktor keturunan Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi. 2. Ciri perseorangan Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah: 1) Umur (jika umur bertambah maka tekanan darah bertambah). 2) Jenis kelamin (laki-laki lebih tinggi dari perempuan). 3) Ras (ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih). 3. Kebiasaan hidup Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah konsumsi garam yang tinggi (melebihi dari 30 gr), kegemukan atau makan berlebihan, stres, merokok, minum alkohol, minum obat-obatan (epedrin, predinson, epineprin). Penyebab hipertensi sekunder adalah ginjal, glumerulonefritis, pielonefritis, nekrosis tubular akut, tumor, vaskular, aterosklerosis, hiperplasia, trombosis, aneurisma, emboli kolesterol, vaskulitis, kelainan endokrin, Diabetes Melitus (DM), hipertiroidisme, syaraf, stroke, ensepalitis, obat-obatan, kontrasepsi oral, kortikosteroid (Suyono dkk., 2001). Baca selengkapnya di SINI

Dikirim pada 29 Oktober 2012 di Kesehatan


Tujuan
Tujuan dalam pemeriksaan fisik ini yaitu untuk menilai kondisi kesehatan ibu dan bayinya serta tingkat kenyamanan fisik ibu bersalin informasi dari hasil pemerksaan fisik dan anamnesa untuk membuat

keputusan klinik, menegakkan diagnosis, dan mengembangkan rencana asuhan yang paling sesuai dengan kondisi ibu.
Langkah – langkah melakukan Pemeriksaan Fisik :
1. Cuci tangan
2. Tunjukan sikap ramah
3. Minta ibu mengosongkan kandung kemih
4. Nilai kesehatan dan tingkat kenyaman ibu.
5. Nilai TTV ibu.
6. Lakukan pemeriksaan abdomen
7. Lakukan pemeriksaan dalam
8. Cuci tangan
Pemeriksaan Abdomen, tujuannya yaitu :
• Menentukan tinggi fundus uteri
• Menentau kontraksi uterus
• Memantau DJJ
• Menentukan presentasi
• Menentukan penurunan bagian terbawah janin

Yang Perlu di Perhatikan Dalam Pemeriksaan Fisik Kala 1
1. Menentukan Tinggi Fundus
Pastikan pengukuran dilakukan pada saat uterus tidak sedang berkontraksi. Ukur tinggi fundus dengan menggunakan pita pengukur. Mulai dari tepi atas simpisis pubis kemudian rentangkan pita pengukur hingga ke puncak fundus mengikuti aksis atau linea medialis dinding abdomen. Lebar pita harus menempel pada dinding abdomebn ibu. Jarak antara tepi atas simpisis pubis dan puncak fundus uteri adalah tinggi fundus. Ini sesuai dengan teori Mc. Donald.



2. Memantau Kontraksi Uterus
Gunakan jarum detik yang ada pada jam untuk memantau kontraksi uterus letakkan tangan penolong pada atas uterus dan palpasi jumlah kontraksi yang terjadi dalam waktu 10 menit. Tentukan durasi setiap kontrkasi yang terjadi. Pada fase aktif minimal terjadi 2 kontraksi dalam 10 menit dan lama kontraksi adalah 40 detik atau lebih. Diantara 2 kontrkasi akan terjadi relaksasi dinding uterus.



3. Memantau DJJ
Gunakan dopler untuk mendengarkan DJJ dan menghitung DJJ per menit. Lakukan penilaian DJJ pada lebih dari 1 kontraksi. Gunakan jarum detik (jam) nilai DJJ selama dan segera setelah kontraksi uterus. Dengar DJJ min 60 detik, dengarkan sampai sedikitnya 30 kontraksi. Gangguan kondisi kesehatan janin dicerminkan dari DJJ yang kurang dari 120 atau lebih dari 160 kali per menit.
Kegawatan janin ditunjukan dari DJJ yang kurang dari 100 atau lebih dari 180 kali per menit. Bila demikian baringkan ibu ke sisi kiri dan anjurkan ibu untuk relaksasi. Nilai kembali DJJ setelah 5 menit dari pemeriksaan sebelumnya, kemudian simpulkan perubahan yang terjadi. Jika DJJ tidak mengalami perbaikan maka siapkan ibu untuk segera di rujuk.



4. Menentukan Presentasi
Untuk menentukan presentasi bayi :
a. Berdiri disamping dan menghadap ke kepala ibu.
b. Dengan ibu jari dan jari tengah dari 1 tangan pegang bagian terbawah janin.
c. Jika bagian terbawah janin belum masuk maka bagian tersebut masih dapat digerakan.
d. Untukkan presentasi kepala atau bokong maka berhatikan bentuk, ukuran dan kepadatannya.



5. Menentukan Penurunan Bagian Terbawah Janin
Penilaian penurunan kepala janin dilakukan dengan menghitung proporsi bagian terbawah janin yang masih berada diatas tepi atas simpisis dan dapat diukur dengan 5 jari tangan pemeriksa. Bagian diatas simpisis adalah proporsi yang belum masuk PAP dan sisanya menunjukkan sejauh mana bagian terbawah janin telah masuk kedalam rongga panggul.
Penurunan bagian terbawah dengan metode 5 jari adalah :
1. 5/5 jk bagian terbawah seluruh teraba diatas simpisis pubis.
2. 4/5 jk sebagian terbawah janin telah masuk PAP
3. 3/5 jk sbgn tlh memasuki rongga panggul
4. 2/5 jk hy sbgn terbawah janin masih berada diatas simpisis
5. 1/5 jk hy 1 dr 5 jr msh dpt mrb bagian bwh janinyg berada diatas simpisis.
6. 0/5 jk bagian terbawah janin tdk dpt teraba dr pemeriksaan luar.

Periksa Dalam
Sebelum melakukan periksa dalam cuci tangan dengan sabun dan air bersih, kemudian keringkan dengan handuk kering dan bersih. Minta ibu untuk berkemih dan mencuci area genitalia dengan sabun dan air. Jelaskan pada ibu setiap langkah yang akan dilakukan selama pemeriksaan. Tentramkan hati dan anjurkan ibu untuk rileks. Pastikan privasi ibu terjaga selama pemeriksaan dilakukan.
Langkah – langkah dalam melakukan pemeriksaan dalam :
1. Tutupi badan ibu dg selimut
2. Minta ibu berbaring telentang dg lutut ditekuk
3. Gunakan handscoon
4. Gunakan kasa yang di celupkan ke larutan anti septik
5. Periksa genetalian ekterna
6. Nilai cairan vagina
7. Pisahkan labia mayora dg jari manis dan ibu jari
8. Nilai vagina
9. Nilai pembukaan dan penipisan servik
10. Pastikan tali pusat tidak teraba
11. Nilai penurunan bagian terbawah janin
12. Jika bagian terbawah adlh kepala pastikan penunjuknya.
13. Jika pemeriksaan sudah lengkap keluarkan kedua jari pemeriksa
14. Cuci tangan
15. Bantu ibu untuk mengambil posisi yg nyaman
16. Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu.


http://berkaskep.blogspot.com/2012/10/pemeriksaan-fisik-pada-ibu-hamil.html

Dikirim pada 28 Oktober 2012 di Kesehatan
Profile

Secara formal adalah seorang perawat, dinyatakan mendapatkan ijazah DIII Keperawatan dari Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Lampung pada tahun 2011 dan sekarang masih menempuh jenjang S1 Keperawatan di sebuah univ swasta di Jogjakarta. More About me

BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 262.116 kali


connect with ABATASA