0




Di antara pengap dan suasana sesak Urban Garage Festival Maret 2010, lebih dua tahun lalu. Tepat ketika band terakhir Tengkorak tampil, “Apa ini? Ini simbol kepala kambing. Lu mau nyembah kambing?” begitu teriakan Ombat Tengkorak, panggilan Muhammad Hariadi Nasution itu, dari atas panggung sambil memeragakan kepala tangan dengan dua tanduk jari telunjuk dan kelingking. “Mulai hari ini, angkat jari telunjuk kalian Salam Metal Satu Jari!” kutipan tambahan Ombat Tengkorak menyudahi semua sejarah metal di Indonesia. Bahwa hari itu memang benar benar lahir kultur baru.

Jaringan Metal dan Underground Satu Jari ini di kordinir bersama sama oleh seluruh band yang memiliki visi dan misi yang sama. Dan memang bercemin mengenai visi dan misi itu bisa kita lihat dari eksistensi band lawas seperti Tengkorak dan Purgatory, bisa juga kita simak dari bait bait rima rapper Thufail Al Ghifari bahkan jika perlu ke catatan catatan para penulis underground seperti Divan Semesta, Noor H Dee dan sebagainya.


Di luar masalah genre musik, mereka semua terikat kepada satu tali yaitu Iman dari dasar Tauhid.“Inilah perlawanan!” begitu kata Punk Muslim yang launching album keduanya sukses di bubarkan oleh Polisi.

Tapi semua itu tidak membuat jera. Karena eksistensi gerakan ini adalah untuk perbaikan bukan untuk perusakan. Dan untuk hasil–hasil berita dan isuenya portal berita RootsLineNews akan menjadi media partner utama untuk mengikuti setiap isu, berita, fakta fakta lapangan mengenai eksistensi jaringan ini.

Meski tampil urakan, soal prinsip, bagi Ombat dkk, adalah nomor satu. Ketika azan berkumandang, mereka menghentikan aktivitasnya dan salat terlebih dahulu.

Bagi mereka, Islam tetap nomor satu jika dibandingkan dengan apa pun. Berbeda dengan lirik lagu metal lain yang bertema anti Tuhan, memuja setan dan kebebasan.

Lirik-lirik lagu Tengkorak bersumber dari sirah nabawi, Alquran, dan hadis. Menurut Ombat, itu adalah perjuangan anak band underground untuk berjihad dengan musik.

Salam Tiga Jari, Bisa Kepala Kambing, Bisa Tuhan, Bisa Sesat
Anda mungkin bukan penggemar musik metal. Tapi, di tahun 1990-an, siapa yang tak mengenal salam tiga jari? Salam Tiga Jari–-ibu jari, telunjuk dan kelingking—yang diacungkan. Atau bahkan mungkin anak-anak Andalah yang justru sangat familiar!

Salam Tiga Jari, secara umum memang hampir identik dengan musik metal. Bahkan mungkin sudah menjadi ikon musik aliran keras tersebut. Coba lihat saja, setiap ada konser musik metal, aliran keras, sebut saja seperti Metallica atau Guns N’ Roses, selalu dan pasti memberi Salam Tiga Jari. Tapi tidak hanya Metallica saja (atau para metal lainnya), ternyata banyak pesohor: mulai dari pemusik, selebritis, politikus, sampai film kartun anak- anakpun, yang selalu melakukan Salam Tiga Jari. Selain Metallica, ada PM Italia Silvio Berlusconi, Pangeran William, Bill Clinton,Spiderman, tokoh kartun Stuart Little, juga mantan presiden AS George W Bush-pada setiap kampanyenya, selalu memberikan Salam Tiga Jari.

Jika memang demikian, berarti benarkah mereka penggemar musik metal? Atau mereka begitu senang dengan simbol salam tersebut? Atau memang hanya sebuah kebetulan belaka?

Salam Tiga Jari secara simbol diasosiasikan dan dapat diartikan sebagai “Tanduk Kambing”. Dalam bahasa Inggris disebut “goat” dan secara bunyi bahasa sangat mirip ucapannya dengan kata “god” (Tuhan).

Dan celakanya, dalam dunia aliran sesat di barat (khususnya Freemasonry) – simbol itu juga merupakan simbol dari persembahan kepada kekuatan sesat. Sedangkan sudah bukan menjadi rahasia lagi, jika Freemasonry—yang berkedok sebagai gerakan sosial, gerakan humanisme, organisasi ilmiah, atau topeng kebaikan lainnya—adalah organisasi dan gerakan aliran sesat yang terbesar di muka bumi ini!

Sudah bukan rahasia lagi, jika Freemasonry mempunyai tujuan utama menghapuskan semua agama, menghapus tiang- tiang kebajikan kehidupan dan menggantikannya dengan “Tatanan Dunia Baru” mereka. Tatanan Dunia Baru yang tanpa agama, tatanan dunia baru yang memuja kesesatan.

Dan simbol salam tiga jari hanyalah salah satu cara di antara beribu cara lainnya yang digunakan mereka untuk menyesatkan masyarakat—dengan begitu halusnya, tanpa mereka menyadarinya. (islampos/berbagai sumber)

Sumber artikel dan gambar atas: islampos.com
sumber gambar PKS: foto.pksnongsa.org


Read more: http://berkaskep.blogspot.com/2013/02/ada-apa-dengan-pks-semoga-segera.html#ixzz2KkASaEVD

Dikirim pada 14 Februari 2013 di Unik


Pengertian Tekanan darah adalah tenaga yang digunakan untuk memompa darah dari jantung keseluruh tubuh. Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit kelainan jantung dan pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah (TD) (Sofia dan Digi, 2010). Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persistem di mana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg (Smeltzer dan Bare, 2001). Etiologi Meskipun hipertensi primer belum pasti di ketahui penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor penyebab hipertensi yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1. Faktor keturunan Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi. 2. Ciri perseorangan Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah: 1) Umur (jika umur bertambah maka tekanan darah bertambah). 2) Jenis kelamin (laki-laki lebih tinggi dari perempuan). 3) Ras (ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih). 3. Kebiasaan hidup Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah konsumsi garam yang tinggi (melebihi dari 30 gr), kegemukan atau makan berlebihan, stres, merokok, minum alkohol, minum obat-obatan (epedrin, predinson, epineprin). Penyebab hipertensi sekunder adalah ginjal, glumerulonefritis, pielonefritis, nekrosis tubular akut, tumor, vaskular, aterosklerosis, hiperplasia, trombosis, aneurisma, emboli kolesterol, vaskulitis, kelainan endokrin, Diabetes Melitus (DM), hipertiroidisme, syaraf, stroke, ensepalitis, obat-obatan, kontrasepsi oral, kortikosteroid (Suyono dkk., 2001). Baca selengkapnya di SINI

Dikirim pada 29 Oktober 2012 di Kesehatan


Tujuan
Tujuan dalam pemeriksaan fisik ini yaitu untuk menilai kondisi kesehatan ibu dan bayinya serta tingkat kenyamanan fisik ibu bersalin informasi dari hasil pemerksaan fisik dan anamnesa untuk membuat

keputusan klinik, menegakkan diagnosis, dan mengembangkan rencana asuhan yang paling sesuai dengan kondisi ibu.
Langkah – langkah melakukan Pemeriksaan Fisik :
1. Cuci tangan
2. Tunjukan sikap ramah
3. Minta ibu mengosongkan kandung kemih
4. Nilai kesehatan dan tingkat kenyaman ibu.
5. Nilai TTV ibu.
6. Lakukan pemeriksaan abdomen
7. Lakukan pemeriksaan dalam
8. Cuci tangan
Pemeriksaan Abdomen, tujuannya yaitu :
• Menentukan tinggi fundus uteri
• Menentau kontraksi uterus
• Memantau DJJ
• Menentukan presentasi
• Menentukan penurunan bagian terbawah janin

Yang Perlu di Perhatikan Dalam Pemeriksaan Fisik Kala 1
1. Menentukan Tinggi Fundus
Pastikan pengukuran dilakukan pada saat uterus tidak sedang berkontraksi. Ukur tinggi fundus dengan menggunakan pita pengukur. Mulai dari tepi atas simpisis pubis kemudian rentangkan pita pengukur hingga ke puncak fundus mengikuti aksis atau linea medialis dinding abdomen. Lebar pita harus menempel pada dinding abdomebn ibu. Jarak antara tepi atas simpisis pubis dan puncak fundus uteri adalah tinggi fundus. Ini sesuai dengan teori Mc. Donald.



2. Memantau Kontraksi Uterus
Gunakan jarum detik yang ada pada jam untuk memantau kontraksi uterus letakkan tangan penolong pada atas uterus dan palpasi jumlah kontraksi yang terjadi dalam waktu 10 menit. Tentukan durasi setiap kontrkasi yang terjadi. Pada fase aktif minimal terjadi 2 kontraksi dalam 10 menit dan lama kontraksi adalah 40 detik atau lebih. Diantara 2 kontrkasi akan terjadi relaksasi dinding uterus.



3. Memantau DJJ
Gunakan dopler untuk mendengarkan DJJ dan menghitung DJJ per menit. Lakukan penilaian DJJ pada lebih dari 1 kontraksi. Gunakan jarum detik (jam) nilai DJJ selama dan segera setelah kontraksi uterus. Dengar DJJ min 60 detik, dengarkan sampai sedikitnya 30 kontraksi. Gangguan kondisi kesehatan janin dicerminkan dari DJJ yang kurang dari 120 atau lebih dari 160 kali per menit.
Kegawatan janin ditunjukan dari DJJ yang kurang dari 100 atau lebih dari 180 kali per menit. Bila demikian baringkan ibu ke sisi kiri dan anjurkan ibu untuk relaksasi. Nilai kembali DJJ setelah 5 menit dari pemeriksaan sebelumnya, kemudian simpulkan perubahan yang terjadi. Jika DJJ tidak mengalami perbaikan maka siapkan ibu untuk segera di rujuk.



4. Menentukan Presentasi
Untuk menentukan presentasi bayi :
a. Berdiri disamping dan menghadap ke kepala ibu.
b. Dengan ibu jari dan jari tengah dari 1 tangan pegang bagian terbawah janin.
c. Jika bagian terbawah janin belum masuk maka bagian tersebut masih dapat digerakan.
d. Untukkan presentasi kepala atau bokong maka berhatikan bentuk, ukuran dan kepadatannya.



5. Menentukan Penurunan Bagian Terbawah Janin
Penilaian penurunan kepala janin dilakukan dengan menghitung proporsi bagian terbawah janin yang masih berada diatas tepi atas simpisis dan dapat diukur dengan 5 jari tangan pemeriksa. Bagian diatas simpisis adalah proporsi yang belum masuk PAP dan sisanya menunjukkan sejauh mana bagian terbawah janin telah masuk kedalam rongga panggul.
Penurunan bagian terbawah dengan metode 5 jari adalah :
1. 5/5 jk bagian terbawah seluruh teraba diatas simpisis pubis.
2. 4/5 jk sebagian terbawah janin telah masuk PAP
3. 3/5 jk sbgn tlh memasuki rongga panggul
4. 2/5 jk hy sbgn terbawah janin masih berada diatas simpisis
5. 1/5 jk hy 1 dr 5 jr msh dpt mrb bagian bwh janinyg berada diatas simpisis.
6. 0/5 jk bagian terbawah janin tdk dpt teraba dr pemeriksaan luar.

Periksa Dalam
Sebelum melakukan periksa dalam cuci tangan dengan sabun dan air bersih, kemudian keringkan dengan handuk kering dan bersih. Minta ibu untuk berkemih dan mencuci area genitalia dengan sabun dan air. Jelaskan pada ibu setiap langkah yang akan dilakukan selama pemeriksaan. Tentramkan hati dan anjurkan ibu untuk rileks. Pastikan privasi ibu terjaga selama pemeriksaan dilakukan.
Langkah – langkah dalam melakukan pemeriksaan dalam :
1. Tutupi badan ibu dg selimut
2. Minta ibu berbaring telentang dg lutut ditekuk
3. Gunakan handscoon
4. Gunakan kasa yang di celupkan ke larutan anti septik
5. Periksa genetalian ekterna
6. Nilai cairan vagina
7. Pisahkan labia mayora dg jari manis dan ibu jari
8. Nilai vagina
9. Nilai pembukaan dan penipisan servik
10. Pastikan tali pusat tidak teraba
11. Nilai penurunan bagian terbawah janin
12. Jika bagian terbawah adlh kepala pastikan penunjuknya.
13. Jika pemeriksaan sudah lengkap keluarkan kedua jari pemeriksa
14. Cuci tangan
15. Bantu ibu untuk mengambil posisi yg nyaman
16. Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu.


http://berkaskep.blogspot.com/2012/10/pemeriksaan-fisik-pada-ibu-hamil.html

Dikirim pada 28 Oktober 2012 di Kesehatan


PUASA BULAN RAJAB. ADAKAH ???.... Barusan saya mendapatkan sms dari 2 teman. Yang satu bertanya tentang tanggal2 anjuran Shaum pada Bulan Rajab dan yang satunya mendapatkan sms dari temennya gini, "smua.a marri kita puasa 1-2 rajab ..besok n lusa mengumpulkan pahala membangun istanta di akherat.. puasa ini sma dengan 200 tahun ibadah .. SEBARKAN+pahala 80 thun." trus dia bertanya, ada dalilnya gak?

PENJELASAN : (ana (ustadz Fuad al hazimi) kutip dari eramuslim) Pada dasarnya berpuasa di seluruh bulan dalam setahun disyari’atkan kecuali Ramadhan atau pada waktu-waktu yang dilarang untuk berpuasa, seperti : dua hari raya, hari-hari Tasyriq, hari Jum’at. Sedangkan berpuasa di bulan ramadhan adalah diwajibkan. Seseorang diperbolehkan berpuasa senin kamis, tiga hari dalam sebulan, atau puasa Daud pada bulan manapun dalam setahun termasuk didalamnya bulan Rajab. Hal demikian berdasarkan keumuman dalil-dalil yang menerangkan tentang puasa-puasa sunnah, diantaranya :

1. Diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Nabi saw sering berpuasa pada hari senin dan kamis.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

2. Dari Abu Dzar al Ghifari berkata bahwa Rasulullah saw pernah memerintahkan kami agar berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan, yaitu apa yang dinamakan dengan hari putih; tanggal ketiga belas, keempat belas dan kelima belas.’ Nabi saw bersabda,”Itu semua seperti berpuasa sepanjang waktu.” (HR. An Nasai dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

3. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amar bahwa Rasulullah saw telah bersabda,”Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud dan shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Daud. Dia tidur sepanjang malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya dan ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.” (HR. Ahmad)

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa tidak ada pelarangan tentang berpuasa di bulan rajab dan juga tidak ada penganjurannya karena bulan rajabnya itu sendiri akan tetapi berpuasa pada dasarnya disunnahkan. Didalam sunnan Abu Daud bahwa Rasulullah saw menganjurkan berpuasa di bulan-bulan haram dan rajab adalah salah satunya. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz VIII hal 56) Dan tidak didapat riwayat shahih yang menjelaskan tentang berpuasa Rajab dikarenakan keutamaan yang ada di dalam bulan itu (sebagaimana keutamaan-keutamaan yang disebutkan dalam sms di atas). Diantara hadits-hadits itu adalah :

1. Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudriy bahwa Rasulullah saw bersabda,”Rajab adalah bulan Allah, sya’ban adalah bulanku dan ramadhan adalah bulan umatku. Barangsiapa yang berpuasa rajab dengan keimanan dan penuh harap maka wajib baginya keredhoan Allah yang besar, akan ditempatkan di firdaus yang tertinggi. Barangsiapa yang berpuasa dua hari dari bulan rajab maka baginya pahala yang berlipat dan setiap takarannya sama dengan berat gunung-gunung di dunia dan barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan rajab maka Allah akan menjadikan puasa itu sebuah parit yang lebarnya satu tahun perjalanan diantara dirinya dengan neraka…” Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini maudhu’ (palsu).

2. Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang berpuasa tiga hari dari bulan rajab maka Allah tetapkan baginya puasa sebulan. Barangsiapa berpuasa tujuh hari dari bulan rajab maka Allah tutupkan baginya tujuh pintu-pintu neraka. Barangsiapa yang berpuasa delapan hari dari bulan rajab maka Allah bukakan baginya delapan pintu-pintu surga dan barangsiapa yang berpuasa setengah bulan rajab maka Allah tetapkan baginya keredhoan-Nya dan barangsiapa yang ditetapkan baginya keredhoan-Nya maka Dia tidak akan mengadzabnya. Dan barangsiapa yang berpuasa selama bulan rajab maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah.” Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits ini tidak benar karena diantara para perawinya terdapat Aban. Syu’bah mengatakan bahwa berzina lebih aku sukai daripada aku meriwayatkan hadits dari Aban. Ahmad, Nasai dan Dauquthni mengatakan bahwa hadits ini tidaklah diambil karena didalamnya terdapat Amar bin al Azhar. Ahmad mengatakan bahwa hadits ini maudhu’u (palsu). (Al Maudhu’at juz II hal 205 – 206)

Tentang permasalahan ini, Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan di dalam kitabnya “Tabyiinul ‘Ajb” hal 23 bahwa tidak terdapat riwayat tentang keutamaan dari bulan Rajab, tidak puasa di bulan itu, tidak berpuasa sedikit saja dari bulan itu dan tidak pula mengerjakan qiyamullail yang dikhususkan di bulan itu. Imam Ibnul Qayyim mengatakan didalam kitab “al Muniful Manar” hal 151 bahwa seluruh hadits yang menyebutkan bulan Rajab, melakukan shalat di sebagian malam-malam di bulan itu maka ia adalah pendusta dan pembohong.” (Silsilatul Ahaditsil Wahiyah juz II hal 222)

Sekian. semoga bermanfaat.

Dikirim pada 22 Mei 2012 di Unik


Oleh: SYAIKH IMADUDDIN BIN KATSIR ASY-SYAFI’I (WAFAT TAHUN 774)

Senandung Setan.
Beliau berkata: “Cukuplah Allah sebagai pelidungku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung. Penggunaan alat-alat musik dan mendengarkannya hukumnya haram. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam beberapa hadits nabi. diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Ghanim Al-Asy’ari.[63]“
Ia berkata: “Telah menceritakan kepadaku Abu Amir atau Abu Malik[64], demi Allah ia tidak berdusta kepadaku bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda:
“Akan muncul di kalangan umatku nanti beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat-alat musik. “
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya secara mu’allaq dengan shighah jazm (dengan kalimat yang mengesankan keshahihannya-pent).[65] Diriwayatkanjuga oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya[66] , Abu Daud[67] dan Ibnu Majah[68] dalam Kitab Sunan dengan sanad yang shahih tanpa cacat. Dan telah dinyatakan shahih oleh beberapa orang ulama. Al-Ma’azif adalah alat musik, demikian dikatakan oleh Imam Abu Nashr Ismail bin Hammad Al-Jauhari[69] dalam Kamus Shihah-nya. Itulah makna yang dikenal dalam bahasa Arab. Kemudian telah dinukil ijma’ dari beberapa imam atas haramnya pertunjukan rebana dan seruling. Ada beberapa orang yang menyebutkan perbedaan pendapat yang tidak mu’tabar dalam masalah ini.
Adapun memisahkan antara tabuhan rebana dengan seruling, dalam masalah ini telah terjadi perbedaan pendapat yang sudah begitu masyhur dikalangan madzhab Syafi’i. Sementara imam-imam yang berjalan di atas madzhab ahli Iraq mengharamkannya. Mereka lebih dalam mengetahui pendapat madzhab daripada ahli Khurasan. Pendapat mereka itu didukung pula oleh hadits yang telah lewat. Tidak ada yang dikecualikan darinya selain rebana bagi para gadis kecil pada hari-hari `Ied, ketika menyambut orang besar yang baru tiba dan pada pesta-pesta pernikahan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits-hadits nabi. Hal itu telah dijelaskan dikesempatan lain. Dibolehkannya rebana pada waktu-waktu tertentu itu bukan berarti dibolehkan di setiap waktu. Sebagaimana halnya mengenakan sutera yang dibolehkan bagi penderita penyakit gatal (kusta) saat bersafar dan pada waktu berperang dalam kondisi darurat sementara tidak ada yang dapat dipakai kecuali sutera. Tidak ada seorang pun yang mengatakan bahwa sutera halal dipakai kapan saja.
Dan masih banyak lagi permasalahan yang serupa. Dalam hal ini sangat banyak sekali penukilan dari para Salaf, di antaranya adalah ucapan Abdullah bin Mas’ud , cukuplah bagi kita kedalaman fiqih dan ilmu beliau, amal serta nasihat beliau. Beliau berkata: “Nyanyian dapat menumbuhkan benih kemunafikan sebagaimana musim semi menumbuh-kan tanam-tanaman.”
Ucapan itu telah dinukil secara shahih dari beliau. Sebagian orang ada yang menisbatkan ucapan tersebut kepada Rasulullah, namun yang benar adalah mauquf dari ucapan Abdullah bin Mas’ud Berkenaan dengan tirman Allah :
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah.” (Luqman: 6)
Abdullah bin Mas’ud berkata: “Demi Allah, maksudnya adalah nyanyian.[70]
Diriwayatkan juga oleh Imam At-Tirmidzi[71] dan imam lainnya sebuah hadits yang menyebutkan bahwa ayat itu turun berkenaan dengan para biduanita dan penegasan bahwa uang hasil penjualan mereka haram hukumnya (tidak halal). Sekiranya kita sebutkan hadits-hadits dan atsar-atsar yang diriwayatkan dalam masalah ini tentu buku ini tidak akan dapat menampungnya. Kami telah menulis buku tersendiri berkenaan dengan masalah ini.
Adapun menjadikannya sebagai alat mendekatkan did kepada Allah dan sebagai ajaran agama yang dijalankan untuk meraih pahala, maka itu adalah bid’ah yang sangat keji, tidak ada seorang nabipun yang mengatakan demikian. Dan tidak pernah sama sekali diturunkan dalam kitab-kitab suci dari langit. Bahkan hal itu sangat mirip dengan orang-orang yang diceritakan Allah:
“Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau.” (Al-An’ am: 70)
Dan Allah berfirman:
“Ibadah mereka di sekitar Baitullah itu lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah adzab disebabkan kekafrran mu itu” (Al-Anfal: 35)
Yaitu tepuk tangan dan siulan. Jelas saja rebana dan seruling lebih dahsyat lagi. Dalam sebuah hadits shahih riwayat Muslim[72] dalam Shahih-nya disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Lonceng itu adalah seruling setan.”[73]
Jika lonceng saja sudah dikatakan demikian bagaimana pula dengan rebana yang berkerincing dan seruling yang berbagai macam bentuk dan bunyi. Oleh sebab itu Abu Bakar Ash-Shiddiq membentak dua putri kecil yang menabuh rebana di dekat ‘Asiyah pada hari `Ied. la berkata: “Layakkah mazmur[74] (nyanyian) setan ada dalam rumah Rasulullah!? Rasulullah berkata kepadanya:
“Biarkanlah mereka wahai Abu Bakar, sebab bagi setiap umat ada hari besarnya, dan hari ini adalah hari besar kita.”[75]
Beliau menyetujui ucapan Abu Bakar bahwa tabuhan rebana itu adalah nyanyian setan, namun beliau mengecualikannya pada hari ‘Ied bagi anak-anak gadis tersebut untuk menunjukkan kegembiraan dan keceriaan pada hari itu. Sebagaimana beliau juga menyetujui kaum Habasyah yang bermain tombak di dalam masjid pada hari `Ied. Tidak ada seorang pun yang mengatakan bahwa bila hal itu mereka lakukan setiap waktu Rasulullah pasti menyetujuinya!
Maksudnya, menjadikan nyanyian dan musik yang diharamkan itu sebagai ketaatan merupakan kemungkaran yang sangat keji dan bid’ah yang sangat besar. Oleh sebab itulah, ketika sebagian ahli tasawuf setelah kurun ketiga Hijriyah melakukannya, lalu mereka mendapatkan al-wajd dan cita rasa yang tinggi saat mendengarkan nyanyian tersebut dan tidak mengetahui kerusakan yang ditimbulkannya dan akibat jelek yang dihasilkannya, maka para ulama mengingkari mereka dengan keras. Sampai-sampai Imam Asy-Syafi’i berkata: “Di Iraq saya mendapati sesuatu yang disebut taghbir yang diciptakan oleh kaum zindiq, yang dilakukan untuk menghalangi orang dari Al-Qur’an.”
Itulah pandangan mereka tentang taghbir. Taghbir itu sendiri adalah tabuhan dengan menggunakan tongkat atau stik pada kulit yang telah dikeringkan (gendang) dan menyenandungkan syair-syair religi yang menyentuh hati dan menggerakkan perasaan. Namun demikian para ulama itu tetap menyebut mereka kaum zindiq. Bagaimana pula bila para ulama melihat bid’ah-bid’ah yang dilakukan oleh orang-orang zaman sekarang, seperti mendengarkan nyanyian, menari dengan iringan rebana dan seruling dihadiri pula oleh para amrad dan kaum wanita. Lalu mereka menganggap bahwa dengan keadaan seperti itu mereka telah mencapai hakikat ilahiyah dan ma’rifat ruhaniyah. Di antara mereka ada yang berkata: “Barangsiapa turut menari maka akan diampuni dosanya”, atau perkataan senada dengan itu. Ditambah lagi percampur-bauran dengan kaum wanita dan amrad, disertai dengan jeritan dan rintihan serta atraksi memunculkan daun udzun dan burung dan sejenisnya, yang pada umumnya hal itu hanyalah sulapan dan tipuan belaka. Dan hal itu mereka jadikan sebagai alat untuk mengambil harta manusia dengan cara yang batil. Disamping itu juga mengklaim bahwa mereka adalah wali-wali Allah, para perantara kepada Allah. Karena itulah mereka tergolong orang yang paling jauh dari kebenaran dan paling sesat dari jalan hidayah.
Para ulama tidaklah mengingkari adanya karamah para wali. Bahwasanya hal itu memang ada dan akan tetap ada. Jumlahnya tidaklah dapat dibatasi dan tidak bisa pula dihitung saking banyaknya. Namun karamah itu hanyalah diberikan kepada orang yang berjalan di atas shirathal mustaqim dan di atas sunnah. Dan karamah itu hanya muncul pada diri seorang wali yang arif, alim tentang agama dan dibutuhkan oleh kaum muslimin, sebagaimana karamah-karamah yang diriwayatkan dari para Salafus Shalih . Boleh jadi terjadi hal-hal spektakuler dan menakjubkan atas seorang yang tidak mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun hal itu justru akan menjadi musibah dan bumerang bagi dirinya. Seperti halnya seorang alim yang tidak mendapat faidah apapun dari ilmunya. Yunus bin Abdul A’laa Ash-Shadafi[76] berkata: “Saya pernah berkata kepada Imam Asy-Syafi’i: “Sahabat kami, yakni Al-Laits bin Sa’ad[77], pernah berkata: “Jika kalian melihat seorang lelaki berjalan di atas air janganlah terpedaya dengannya hingga kalian cocokkan keadaannya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.” Imam Asy-Syafi’i berkata: “Tidak itu saja, semoga Allah merahmati beliau, bahkan jika kalian melihat seorang lelaki berjalan di atas bara api atau melayang di udara maka janganlah terpedaya dengannya hingga kalian cocokkan keadaannya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.”
Itulah pernyataan para ulama rahimahumullah berkenaan dengan masalah ini. Allah telah berfirman:
Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (An-Nahl: 43)
Inti seluruh persoalan ini adalah mengikuti syariat nabi dalam perkataan, perbuatan dan niat. Apabila shahih bahwa beliau telah mengucapkannya, atau melakukannya maka itulah kebenaran yang tidak boleh menyimpang darinya dan tidak ada kebenaran selainnya. Dan apa saja yang tidak beliau ucapkan atau tidak beliau lakukan (dalam masalah agama) maka itulah bid’ah yang dikatakan oleh Rasulullah :
“Hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dun sunnah Khulafa Ar-Rasyidin yang telah mendapat petunjuk setelahku. Peganglah ia erat-erat. Jauhilah segala perkara yang diada-adakan, sebab setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah pasti sesat”[78]
Dalam lafal lain beliau menyatakan:
“Setiap kesesatan tempatnya di dalam Neraka”
Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah bersabda:
“Setiap amalan (dalam urusan agama) yang tidak ada keterangannya dari kami maka amalan itu tertolak”.[79]
Diriwayatkan juga bahwa beliau bersabda:
“Tidak aku tinggalkan satupun perkara yang mendekatkan kalian ke Surga kecuali aku telah memerintahkan kalian untuk mengerjakannya. Dan tidak aku tinggalkan satupun perkara yang menjauhkan kalian dari Neraka kecuali aku telah menjelaskannya kepada kalian.”[80]
Rasulullah juga bersabda:
“Saya tinggalkan kalian di atas jalan yang putih bersih, malamnya seterang siang, tidak ada yang menyimpang darinya kecuali binasa”[81].
Allah berfirman:
“Dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk.” (An-Nuur: 54).
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahNya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (An-Nuur: 63)
Allah juga berfirman:
“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’.” (Ali Imran: 31)
Ayat-ayat dan hadits-hadits berkenaan dengan masalah ini sangat banyak sekali. Maksudnya adalah penegasan bahwa Rasulullah dan juga sahabat-sahabat beliau tidak pernah mendengarkan nyanyian-nyanyian bid’ah seperti itu. Akan tetapi mereka khusyu’ menyimak Al-Qur’an, mentadabburi ayat-ayatnya, dan menyelami maknanya yang dalam, sebagaimana disebutkan Allah dalam kitabNya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka avat-ayatNya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal: 2)
Dan juga dalam firman Allah
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaltu) Al-Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendakiNya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.” (Az-Zumar: 23)
Dan juga dalam firmanNya:
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (Shad: 29)
Dan juga dalam firmanNya:
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an? Kalau kira-nya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (An-Nisa’: 82)
Allah juga berfirman:
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci.” (Muhammad: 24)
Seorang sahabat nabi berkata: “Tidaklah seseorang itu ditanya tentang dirinya kecuali sikapnya terhadap Al-Qur’an. Jika ia mencintai Al-Qur’an berarti ia mencintai Allah. Jika ia membenci Al-Qur’an berarti ia membenci Allah.”[82]
Ucapan tersebut merupakan singgungan bagi orang yang menyadari dirinya. Barangsiapa yang tergerak bilamana mendengar bait syair dan tidak merasa tergugah bilamana mendengarkan untaian ayat-ayat Al-Qur’an, meraung dan menangis bilamana mendengar suara yang merdu sementara tidak peduli tatkala mendengar janji Allah dan ancamanNya, jika ia memiliki karakter seperti itu berarti ia tidak berada di atas jalan yang benar. Bahkan jika tidak segera bertaubat, ia tergolong orang yang dipanggil dengan hina pada Hari Kiamat nanti, wallahu a’lam.
Ditulis oleh: Ismail bin Katsir Asy-Syafi’i
Sumber :Noktah-Noktah Hitam Senandung Setan’ Terjemah Kasyful Ghithaa’ ‘An Hukmi Sama’il Ghinaa’ Karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah; Halaman 40-49.
[63]Beliau adalah Abdurrahman bin Ghanim Al-Asy’ari, masih diperdebatkan statusnya sebagai sahabat nabi, lihat Ma’rifatus Tsiqat karangan A-’Ijli (II/85) dan SiyarA’lamun Nubala’(IV/45) dan Taqrib At-Tahdzib (I/494).

[64] Beliau adalah Abu Amir Al-Asy’ari, seorang sahabat, namanya adalah Abdullah, ada yang mengatakan Ubeid bin Hani’ atau bin Wahab. Beliau hidup hingga masa kekhalifahan Abdul Malik. Lihat Taqrib At-Tahdzib (II/443) dan Tahdzib At-Tahdirb(XII/145).
[65] Shahih Al-Bukhari (no.5590).
[66] Musnad Imam Ahmad (V/342).
[67] Sunan AbuDaud(no. 3688). Abu Daud bernama Sulaiman bin Al-Asy’ats bin lshaq AI-Azdi As-Sijistani, tsiqah hafizh, seorang penuiis kitab Sunan dan lainnya, termasuk tokoh ulama besar, wafat pada tahun 275 H. Silakan that Siyar A’lamun Nubala’(XIII/203) dan Tahdzib At-tahdzib (IV/169).
[68] Sunan Ibnu Majah (no. 4036), Ibnu Majah bernama Muhammad bin Yazid Ar-Raba’i AI-Qazwiini Abu Abdullah, seorang penulis kitab Sunan, beliau juga menulis kitab Tafsir dan Tarikh. Wafat pada tahun 273 H. Silakan lihat Siyar A’lamun Nubala’(XIII/277) dan Tahdzib At-tahdzib (II/220).
[69] Beliau adalah Ismail bin Hammad Al-Jauhari Abu Nashr, berasal dari daerah Farab, salah satu daerah di Turki. Silakan lihat An-Nujum Az-Zahirah (IV/207), Lisanul Mizan (I/400) dan Sryar A’lamun Nubala’(XVII/80)
[70] Silakan lihat Sunanul Kubra karangan Al-Baihaqi (X/223) dan Tafsir Al-Qurthubi (VIII/5234).
[71] Beliau adalah Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin Adh-Dhahhak As-Sulami At-Tirmidzi Abu Isa, seorang penulis kitab Jami’-=atau disebut juga Sunan, seorang tsiqah dan hafizh. Wafat pada tahun 279 H. Silakan lihat SiyarA’lamun Nubala’(XIII/270) dan Syadzaratudz Dzahab(II/174).
[72] Nama lengkap beliau adalah Muslim bin AI-Hajjaj bin Muslim AI-Qusyeiri An-Naisaaburi seorang tsiqah lagi hafizh, seorang imam dan penulis terkenal serta alim dalam bidang fiqih. Wafat pada tahun 257 H, silakan lihat Siyar A’lamun Nubala’(X11/557) dan Tahzdib At-tahdzib(11/245).
[73] Shahih Muslim (no. 2114) dengan lafal: “Lonceng merupakan seruling bagi setan.”. Abu Daud dalam Sunannya (no.2556), Ahmad dalam Musnad-nya (I1/366) dan (1I/372). Lihat juga Shahih Jami’ Ash-Shaghir (III/83).
[74] Mazmur artinya nyanyian. Adapun mizmar adalah suara lirih. Az-Zamir artinya suara merdu. Istilah ini digunakan juga untuk ghina’(nyanyian). Lihat Ighatsatul Lahfan karangan Ibnul Qayyim (hal. 199).
[75] HR. AI-Bukhari dalam kitab Ash-Shahih (no. 949 dan 952) dan Muslim dalam Shahih-nya (no.892), silakan lihat komentar tentang hadits ini dalam catatan kaki nomor 222.
[76] Beliau adalah Yunus bin Abdul A’laa Ash-Shadafi Abu Musa AI-Mishri, seorang tsiqah. Silakan lihat Tahdzib At-Tahdzib (XI/440), Taqrib At-Tahdzib (II/385), Al-Jarh wat Ta’dil (IX/243), Wafayaatil A’yan (VII/249) dan Al-Ansab(VIII/288).
[77] Beliau adalah Al-Laits bin Sa’ad bin Abdurrahman AI-Fahmi Abul Harits AI-Mishri, seorang tsiqah, faqih dan imam yang sangat terkenal. Silakan lihat Tarikh karangan Ibnu Ma’in (II/501) dan Siyar A’lamun Nubala’ (VIII/122).
[78] HR. Abu Daud (4607), At-Tirmidzi dalam Jami’-nya (2676), ia berkata: “Hasan shahih“, Ahmad dalam Musnad-nya (IV/126-127), Ibnu Majah dalam Sunan-nya (42) dan telah dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam shahih Jami’At-Tirmrdzi dan Shahih Sunam Ibnu Majah.
[79] HR. AI-Bukhari (2647), Muslim (1718) dalam shahih mereka berdua dengan lafal: “Barangsiapa mengada-adakan amalan dalam agama kami ini yang bukan termasuk daripadanya maka amalan itu tertolak.” Diriwayatkan juga oleh Muslim (1718) dengan lafal: “Barangsiapa mengerjakan amalan yang tidak ada keterangannya dari kami..” berikut pembaca akan dapat membaca ulasan Ibnul qayyim tentang hadits tersebut.
[80] HR. Abdurrazzaq dalam Mushannaf-nya (20100) dari Ma’mar dari Imran, dan Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir (II/155/1647) dari hadits Abu Dzar, AI-Haitsami berkata dalam Al-Mujamma’, ‘Perawi riwayat Ath-Thabrani semuanya tsiqah dan dipakai dalam kitab Shahih kecuali Muhammad bin Abdullah bin Yazid AI-Muqri’, dia tsiqah tapi tidak dipakai dalam kitab Shahih’. Lihat Al-Mujamma’(VII I/264).
[81] HR. Ibnu Majah dalam Sunan-nya (43) dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah (42) dan diriwayatkan juga oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak(I/96) dan Ahmad dalam Musnad(IV/126).
[82] Sahabat nabi yang dimaksud di sini adalah Abdullah bin Mas’ud, silakan lihat Ihya’ ‘Ulumuddin (I/273).

SELENGKAPNYA DI SINI

Dikirim pada 22 Februari 2012 di Al Islam
Dikirim pada 08 Februari 2012 di Al Islam




Oleh: Syaikh Abû Mus‘ab Al-Zarqawi berkata:
“Segala puji bagi Alloh; kami memuji, meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya, dan kami berlindung kepada Alloh dari kejahatan diri serta keburukan amal perbuatan kami. Siapa yang diberi petunjuk oleh Alloh, maka tidak ada seorangpun mampu menyesatkannya, dan siapa yang Alloh sesatkan maka tidak ada seorangpun yang bisa memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang haq) selain Alloh; satu-satu-Nya dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rosul-Nya; beliau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah dan menasehati umat, serta meninggalkan mereka di atas mahajjatul baidho’ (keterangan yang sangat jelas), malamnya seperti siang, tidak ada yang menyimpang dari keterangan tersebut kecuali orang yang binasa.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Alloh dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam.” [1]
“Hai manusia, bertakwalah kepada robb kalian yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa dan menciptakan darinya pasangannya serta mengeluarkan dari keduanya keturunan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kalian kepada Alloh yang (dengan menyebut nama-Nya) kalian saling meminta serta (peliharalah) tali silaturrohmi. Sesungguhnya Alloh Mahamengawasi kalian.” [2]
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan katakanlah perkataan yang lurus. Niscaya Alloh akan memperbaiki amal kalian serta mengampuni dosa-dosa kalian, dan barangsiapa yang mentaati Alloh dan rosul-Nya maka sungguh ia telah meraih kemenangan yang besar.” [3]
Tsumma Amma ba‘du…
Sejarah akan terus terulang:
Sejarah kembali terulang, jalan cerita sejarah dari zaman ke zaman tidak pernah berubah… manusia dan pemerannya boleh berubah, peralatan-peralatan boleh berkembang pesat; akan tetapi pentas sejarah tetaplah baku; kisah permusuhan hanya satu, yaitu kebenaran melawan kebatilan, Islam memerangi kekafiran, kejahilaya-han, dan kemunafikan yang terselu-bung. Adapun orang-orang lemah dan benyali rendah, mereka memegang tongkat pada bagian tengahnya; satu sisi ia menyatakan bergabung dengan umatnya, tapi di sisi lain ia lebih mengedepankan kepentingan dunia-nya sembari menunggu kabut tersingkap dan peperangan berakhir; dengan maksud ingin bergabung dengan kelompok yang kuat dan menumpang kapal fihak yang menang, sungguh teramat jelek apa yang diperbuat orang-orang seperti ini.
Tapi mereka dihentikan oleh orang-orang robbaniyyuun, yang mengangkat bendera di zaman kerusakan, mengangkat kepala di zaman kehinaan, tekat mereka mengarungi angkasa, pergi menuju Alloh, Dzat Yang Maha melihat lagi Maha mendengar, meneladani Sang pembawa peringatan dan kabar gembira, Muhammad Shollallohu Alaihi wa Sallam, mereka orang-orang asing yang wajahnya hangus terbakar angin keterasingan, kaki mereka yang tanpa alas kaki meneteskan darah di sahara yang berkobar oleh api permusuhan, tidak ada pintu yang mau menerima mereka sehingga mereka mengetuk pintu langit, lalu dibukalah pintu tersebut untuk mereka, langsung dari tengah-tengah surga untuk menghidupkan hati, tersirat kegembiraan iman dalam diri mereka, sehingga tidak ada seorangpun dari mereka yang mundur, karena mereka marah demi agamanya, walaupun seluruh dunia bersatu-padu membidiknya.

[1] QS. Ali ‘Imron: 102
[2] QS. An-Nisa’: 1
[3] QS. Al-Ahzab: 70-71


Penerjemah:
Ahmad Ilham Al-Kandari
Publikasi:
AL-QAEDOON GROUP

Terkait:
Bagian 1
Bagian 2
Bagian 3



Dikirim pada 20 Januari 2012 di Al Islam


Nomor Soal: 606
Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Apa hukum memajang Photo di forum-forum internet?
Apakah ada pengecualian bagi Photo dari gambar-gambar atau lukisan-lukisan makhluk bernyawa? Atau gambar-gambar sebagai alat pengenal bagi sebagian forum internet?
Saya adalah direktur forum internet wanita dan saya ingin fatwa untuk menghindari hal-hal yang diharamkan terutama berkaitan dengan keberadaan gambar di forum internet itu dengan segala macamnya…
Jazakumullahul Jannah.
Penanya: Ummul Walid
Allajnah Asy Syar’iyyah di Al Minbar menjawab:
Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh
Semoga Allah memberikan barokah kepadamu dan menambahkan kepadamu semangat pencarian (ilmu) dan sikap wara’.
Saudariku penanya:
Pertama: Telah datang nash-nash qath’iy perihal pengharaman tashwir (menggambar): seperti hadits Aisyah radliyallahu ‘anha dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:
أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللهِ
“Manusia yang paling berat adzabnya di hari kiamat adalah orang-orang yang menandingi ciptaan Allah” (Muttafaq ‘alaih)
Al Bukhari dan Muslim serta para pemilik As Sunan meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، يُقَالُ لَهُمْ: أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ
“Sesungguhnya para pembuat gambar-gambar ini diadzab di hari kiamat, dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang kalian ciptakan.”
Dari Abu Zur’ah berkata: Saya bersama Abu Hurairah masuk ke rumah Marwan Ibnul Hakam, maka ia melihat di dalamnya lukisan-lukisan sedang ia itu dibangun, maka ia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: Allah ‘azza wa jalla berkata:
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي، فَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً أَوْ فَلْيَخْلُقُوا حَبَّةً أَوْ فَلْيَخْلُقُوا شَعِيرَةً
“Dan siapakah orang yang lebih zalim daripada orang yang melakukan penciptaan seperti ciptaan-Ku, maka hendaklah mereka menciptakan sebutir jagung, atau hendaklah mereka menciptakan suatu biji, atau hendaklah mereka menciptakan sebutir gandum” (Muttafaq ‘alaih)
Dan hadits-hadits lainnya yang banyak lagi shahih dalam bab ini.
Kedua: Diharamkan dari gambar-gambar itu hal-hal berikut ini:
Patung-patung tiga dimensi bila ia makhluk yang bernyawa; yaitu manusia atau hewan, dan telah ada di dalam hadits:
إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ، وَلَا صُورَةٌ
“Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan patung” (HR Muslim)
Lukisan-lukisan tangan bagi makhluk yang bernyawa, dan itu berdasarkan nash-nash yang lalu. Al Alusiy rahimahullah berkata: “Dan bagi kami tidak ada perbedaan antara gambar yang memiliki bayangan (tiga dimensi) ataupun tidak memiliki bayangan, seperti gambar kuda yang dipahat di karton atau di tembok umpamanya, dan di dalam syari’at kita telah ada nash-nash yang berisi ancaman keras terhdap orang-orang yang melukis.” Selesai (Ruhul Ma’aniy 22/119)
Ketiga: Dibolehkan dari gambar-gambar itu hal-hal berikut ini:
Setiap gambar makhluk tak bernyawa, seperti menggambar benda-benda padat, gunung, pepohonan, planet, bintang, laut dan seterusnya. Dari Said ibnu Abil Hasan berkata: Datang seorang pria kepada ibnu ‘Abbas, terus berkata: Sesungguhnya saya adalah orang yang melukis gambar-gambar ini maka berilah saya fatwa dalam hal ini? Maka ibnu ‘Abbas berkata kepadanya: Mendekatlah kepada saya, maka ia mendekat kepadanya, terus ibnu ‘Abbas berkata: Mendekatlah kepada saya, maka ia mendekat sampai meletakkan tangannya di atas kepalanya, ia berkata: Saya memberitahumu dengan apa yang telah saya dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ، بِكُلِّ صُورَةٍ صَوَّرَهَا، نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ
“Setiap orang yang menggambar itu di neraka seraya dijadikan baginya dengan setiap gambar yang telah dia gambar itu suatu jiwa terus jiwa itu mengadzabnya di neraka Jahannam,” (HR. Muslim: 2110)
Dan ia (ibnu ‘Abbas) berkata:
إِنْ كُنْتَ لَا بُدَّ فَاعِلًا، فَاصْنَعِ الشَّجَرَ وَمَا لَا نَفْسَ لَهُ
“Bila kamu mesti melakukan juga maka buatlah (lukisan) pohon dan apa yang tidak bernyawa”
Dan dalam satu riwayat:
فَعَلَيْكَ بِهَذَا الشَّجَرِ، كُلِّ شَيْءٍ لَيْسَ فِيهِ رُوحٌ
“Maka lukislah pohon-pohon ini, segala sesuatu yang tidak ada ruhnya” (Muttafaq ‘alaih)
Setiap gambar yang tidak bersambung bentuk (tubuh) nya. Dari Ummul Mukminin radliyallahu ‘anha: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk kepada saya sedangkan saya menutupi diri di balik tirai yang ada gambarnya, maka berubahlah wajahnya terus meraih tirai itu dan mencopotnya dengan keras kemudian berkata:ya
إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الَّذِينَ يُشَبِّهُونَ بِخَلْقِ اللهِ قَالَتْ عَائِشَةُ: فَقَطَّعْته، فَجَعَلْت مِنْهُ وِسَادَتَيْنِ
“Sesungguhnya di antara manusia yang paling berat adzabnya di hari kiamat adalah orang-orang yang menyerupai penciptaan Allah” Aisyah berkata: Maka saya memotongnya terus membuat dua bantal darinya, dan kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbantal dengan keduanya.” (HR Muslim 2107)
Al Imam Ibnul ‘Arabi Al Maliki rahimahullah berkata: “Kemudian dengan memotongnya dan menjadikannya dua bantal berubahlah gambar itu dan keluar dari bentuknya, maka sesungguhnya kebolehan hal itu bila gambar tersebut tidak bersambung bentuknya di dalamnya, namun bila ia itu bersambung bentuknya maka tidak boleh.” Selesai (Ahkamul Qur’an Juz Ketiga)
Mainan anak perempuan. Dari Aisyah radliyallahu ‘anha:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَهَا وَهِيَ بِنْتُ سَبْعِ سِنِينَ، وَزُفَّتْ إِلَيْهِ وَهِيَ بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ، وَلُعَبُهَا مَعَهَا، وَمَاتَ عَنْهَا وَهِيَ بِنْتُ ثَمَانَ عَشْرَةَ
“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya sedang ia anak usia tujuh tahun, dan disandingkan kepadanya saat ia berumur sembilan tahun sedangkan mainannya bersamanya, dan beliau meninggal dunia saat ia berumur 18 tahun.” (HR Muslim no. 1422)
Dan dari Aisyah bahwa ia berkata:
كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ لِي صَوَاحِبُ يَلْعَبْنَ مَعِي، فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ يَتَقَمَّعْنَ مِنْهُ، فَيُسَرِّبُهُنَّ إِلَيَّ فَيَلْعَبْنَ مَعِي
“Dahulu saya bermain boneka-bonekaan di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan dahulu saya punya teman-teman yang bermain bersama saya, dan adalah bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk maka mereka bersembunyi darinya, maka beliau pun memasukan mereka kepada saya terus mereka bermain bersama saya.” (HR Muslim)
Al Hafidh ibnu Hajar rahimahullah berkata setelah menuturkan perselisihan ulama perihal menggambar dan macam-macamnya: “Dan dikecualikan dari hal itu mainan anak-anak perempuan.” (Fathul Bari)
Photo. Dan itu dikarenakan tidak adanya ‘illat (alasan hukum) pengharaman di dalamnya, di mana illat (alasan hukum) pengharaman adalah sebagaimana ada di dalam hadits-hadits itu (… orang-orang yang menandingi penciptaan Allah), sedangkan macam gambar ini (Photo), meskipun dinamakan tashwir (gambar) akan tetapi pada hakikatnya ia adalah pembiasan (pantulan) gambar apa yang telah Allah ciptakan -seperti cermin- dan penahanannya, di mana di dalamnya tidak ada penandingan (penyerupaan) terhadap ciptaan Allah, sedangkan kaidah itu menegaskan bahwa “yang jadi tolak ukur adalah hakikat dan makna, bukan lafadh dan bangunan.”
Dan sangat menakjubkan saya suatu permisalan yang dicontohkan syaikh kami Al Ushuli Abu Qatadah Al Filisthiniy hafidhahullah untuk mendekatkan (pemahaman) hakikat masalah ini, ringkasnya: “Seandainya si Zaid menulis surat dengan tulisan tangannya, terus di memperbanyaknya dengan alat Photo copy, maka apa dikatakan: bahwa ini tulisan alat Photo copy?! Atau dikatakan: dia adalah dia yaitu tulisan si Zaid?!” di mana di dalamnya tidak ada penandingan (penyerupaan) terhadap tulisan si Zaid, akan tetapi ia adalah copyian darinya, maka amatilah!
Syaikh As Sayis berkata: “Mungkin engkau ingin mengetahui hukum apa yang dinamakan dengan Photo, maka kami katakan: Engkau bisa mengatakan bahwa (statusnya) sama dengan hukum raqm (cap) di baju, dan engkau telah mengetahui pengecualiannya secara nash. Dan engkau bisa juga mengatakan: Bahwa ini (Photo) bukanlah pembuatan gambar (lukisan), akan tetapi ia adalah penahanan bagi gambar, tidak ada bedanya dengan gambar dicermin, di mana engkau tidak mungkin mengatakan bahwa apa yang ada di cermin itu adalah gambar dan bahwa seseorang telah menggambarnya. Dan yang diperbuat oleh alat Photo itu adalah gambar apa yang ada di cermin, namun kelebihannya bahwa kamera Photo itu menahan bayangan yang ada padanya, sedangkan cermin tidak begitu, kemudian klise Photo itu diletakkan dalam obat afdruk kemudian munculnya darinya banyak gambar, dan ini pada hakikatnya bukanlah tashwir (pelukisan), namun ia adalah penampakan dan pelanggengan bagi gambar-gambar yang ada dan penahanannya dari kelenyapan. Sesungguhnya orang-orang mengatakan: Bahwa gambar (Photo) segala sesuatu itu adalah ada namun ia bisa berpindah dengan peran matahari dan cahaya selagi tidak ada penghalang yang menghalanginya dari keperpindahan itu, sedangkan obat afdruk (Photo emulson/zat asam khusus) adalah penghalang itu. Dan selagi dalam syari’at itu terdapat kelapangan bagi penghalalan gambar-gambar ini -seperti pengecualian cap di dalam baju- maka tidak ada alasan untuk mengharamkan (Photo ini)…” selesai (Ayatul Ahkam Milik As Sayis 4/61)
Keempat: Meletakkan Photo di atas halaman-halaman forum, adalah ada dua hal yang saling tarik menarik -menurut saya-:
Hal pertama: Ia diqiyashkan kepada suatu yang merupakan raqm (cap atau hiasan gambar yang sedikit lagi kecil) di pakaian, maka ini boleh. Dari Abu Thalhah sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
أَنَّ المَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ
“Sesungguhnya Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR Bukhari no. 3224)
Berkata Busr: Kemudian Zaid menderita sakit setelah itu maka kami pun menjenguknya, ternyata di pintunya ada tirai yang ada gambarnya, ia berkata: Maka saya berkata kepada Ubaidullah Al Khaulaniy anak tiri Maimunah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أَلَمْ يُخْبِرْنَا زَيْدٌ عَنِ الصُّوَرِ يَوْمَ الأَوَّلِ؟ فَقَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ: أَلَمْ تَسْمَعْهُ حِينَ قَالَ: «إِلَّا رَقْمًا فِي ثَوْبٍ»
“Bukankah Zaid telah mengabarkan kepada kita tentang gambar di hari pertama? Maka Ubaidullah berkata: Apakah kamu tidak mendengarnya saat ia mengatakan: “Kecuali raqm di pakaian.” (Muttafaq ‘alaih)
Hal Kedua: Ia tergolong menggantungkan gambar yang memberikan rasa pengagungan dan ghuluw, sedang ini adalah haram, berdasarkan hadits Aisyah radliyallahu ‘anha berkata: Adalah beliau dahulu memiliki tirai yang ada gambar burungnya, dan adalah orang yang masuk bila masuk maka ia menghadapnya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
حَوِّلِي عَنيِّ هَذَا فَإِنِّي كُلَّمَا رَأَيْته ذَكَرْت الدُّنْيَا
“Singkirkanlah hal ini dariku, karena sesungguhnya aku setiap kali melihatnya maka aku teringat dunia” (HR Muslim)
Oleh sebab itu sesungguhnya hati-hati dari hal itu adalah lebih selamat, selagi itu bisa… dan Sufyan telah berkata perihal harta yang tersamar (syubhat): “Hal itu tidak saya sukai dan meninggalkannya lebih saya sukai.” (Jami’ul Ulum Wal Hikam hal. 94)

Dikirim pada 16 Januari 2012 di Al Islam


Illuminati (bentuk plural dari bahasa Latin illuminatus, "tercerahkan") adalah nama yang diberikan kepada beberapa kelompok, baik yang nyata (historis) maupun fiktif. Secara historis, nama ini merujuk pada Illuminati Bavaria, sebuah kelompok rahasia pada Zaman Pencerahan yang didirikan pada tanggal 1 Mei tahun 1776. (www.wikipedia.org).
Illuminati berarti “Pencerahan”, “Yang Tercerahkan”, atau juga bisa mewakili “Cahaya”. Arti istilah ini sebangun dengan istilah “Lucifer” atau “Luciferis” yang juga berarti “Cahaya”. Maria Magdalena sendiri, sosok kontroversial dalam Kekristenan, oleh kaum Luciferian juga disebut sebagai “Illuminatrix” yang berarti “Cahaya Di Atas Cahaya”.
Simbol Piramida merupakan simbolisasi dari pemujaan terhadap Sang Luciferis yang paling tinggi. Selain itu, Piramida juga menyimbolkan kekuatan Maskulinitas karena asalnya berbentuk “Mata Pedang” atau dalam bahasa sanskrit disebut “Lingga”. Yang banyak tidak disadari orang, piramida Illuminati merupakan sebuah segitiga sama sisi yang dibangun dari tiga buah besaran sudut yang sama: 60, 60, dan 60. Ini mewakili simbol lain yang lebih tegas yakni 666. Kekristenan meyakini jika angka ini merupakan angka Dajjal (The Beast) di hari akhir, seperti yang diwartakan oleh Kitab Wahyu 13: 16-18. (www.eramuslim.com).
Ada hal baru lagi yang saya dapatkan beberapa hari yang lalu. Yakni sebuah situs yang saya rasa itu termasuk konfrontasi antara mereka(illuminati & fremansori) terhadap kaum Muslim. Situs itu pun sepertinya berkolaborasi dengan amerika laknatullah ’alayhi yang terus merongrong Islam dari segi mana pun.
Mungkin kawan-kawan bisa menilai sendiri. Coba cara berikut ini dan mungkin kawan-kawan bisa memahaminya.
Pertama, jika kita mengetikkan pada browser kita berupa ”www.illuminati.com” maka yang akan tampil adalah situs ” http://www.sjgames.com/illuminati/” yang berisi game sesat buatan mereka.

SELENGKAPNYA) KLIK))

Dikirim pada 12 Januari 2012 di Unik


Entah mau dibuat apa urusan Diin ini. Ada yang begitu getol untuk mengarahkan kepada hal-hal yang jauh dari apa yang telah diwariskan oleh Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam. Ada lagi yang begitu menyamarkan penyembahan kepada selain ALLAH, penghalalan zina dan masih banyak yang lain.

Lebih terkini lagi juga ada kontes Da’i yang begitu gencar menggerakkan jari-jemari para pendukungnya untuk berlomba-lomba mengirimkan voting demi kemenangan sang bintang panggung yang bermain-main dengan api sebenarnya. Bagaimana tidak, sekarang untuk menjadi da’i pun harus diaudisi dan harus berdasarkan system voting untuk mendapatkan posisi teratas padahal kapasitas keilamuannya wallaahu a’lam, apakah hal ini yang disenangi ataukah justru dibenci ALLAH, lalu ridho siapakah yang kita cari, manusia atau ALLAH?.

Tak cukup itu pula, poling sms yang begitu marak pun menjadi lahan empuk bagi para pendukung hukum thoghut untuk menjauhkan ummat dari kaidah syar’i. Jelas polling tersebut adalah upaya para pengirim sms untuk mendukung jagoannya menang. Lalu apa bedanya dengan jika ada pacuan kuda lalu kita menjagokan seseorang penunggang yang kita anggap kuat atau karena dia keluarga kita dan untuk menang kita memasang dana sekian ribu contohnya untuk meraup untung daripadanya. Apakah ini bukan judi?. Tak bisa dipungkiri bahwasanya dakwah (dalam acara tersebut) sudah mengarahkan kepada kebathilan yang terselubung menurut saya. Jika tarif dukungan yang dipanjer bandar adalah sebesar Rp 2000 maka ketika kita mengirim sedikit maka jagoannya tak akan menang. Lalu apa yang dilakukan, pastinya akan makin gencar mengirim sms yang di samping itu ada jug aiming-iming hadiah yang luar biasa bagi pengirim sms terbanyak tentunya akan mendapat angin segar.
baca selengkapnya>>>

Dikirim pada 08 Januari 2012 di Al Islam


Dikirim pada 03 Januari 2012 di Al Islam


sekian lama tak merajut di abatasa, kali ini kembali mencoba merajut apa yang semestinya masih bisa dirajut untuk kelangsungan rajutan-rajutan sebelumnya dalam upaya menyampaikan apa yang sesungguhnya harus terasampaikan dari rangkaian rajutan itu. Menatap dinginnya udara pagi Yogya nan semakin tua, membawa kesejukan dalam pelupuk mata untuk kembali terpejam namun, masih banyak aktivitas yang semestinya lebih berharga di awal bergulirnya mentari pagi.

Kembali pada rutinitas yang sekiranya selalu membuat ketagihan dan semakin bersemangat tentunya. Betapa tidak, pahala akan senantiasa berkunjung pada bongkahan daging dalam dada kita jika selalu diniatkan untuk menggapai Ridho Allah `azza wa jalla. Semakin semangat tentunya akan semakin meningkat. Lha kok bisa?, buktikan saja. Contoh kecil: ketika kita dalam kondisi tidak semangat maka banyak dari kegiatan kita akan berujung pada ketidakpuasan dan biasanya mulai timbul emosi dan ketidaknyamanan lain, akan berbeda halnya dengan ketika kita begitu semangat membantu orang lain dalam ketaqwaan, bershodaqoh, berdzikir, menghafal alqur-an dan masih banyak lain `amalan mulia lain yang menuntut kita pada esensi kata “SEMANGAT”.

Bukan hanya antum sekalian yang mempunyai banyak masalah, yang merangkai bisikan jari ini pun penuh dengan masalah yang tak kalah peliknya dari antum sekalian. Tapi, beginilah hidup, bagai handphone tanpa baterai jika tak ada masalah, memang bisa hidup tapi perlu adaptor yang tak bisa mobile ke mana pun tanpa adanya jack listrik dan itu berarti semakin tak berbumbu. Apakah iya, Allah berfirman dalam alqur-an (maaf ayatnya lupa), yang artinya: apakah manusian mengira mereka akan dibiarkan begitu saja tanpa ujian setekah mereka beriman?. Allah telah menjelaskan dalam ayat ini, kita pasti akan terus mendapatkan ujian dari ALLAHm tak bisa tidak. Hal ini sebagai ujian dari ALLAH terkait tingkat keimanan kita. Semakin tinggi tingkatannya maka akan semakin berat pula ujian yang akan dialami.

Namun jangan khawatir kawan, ALLAH itu mahabaik, tidak seperti manusia yang banyak keburukannya. Allah akan manguji kita tapi tetap ALLAH menguji kita tidak melampaui kemampuan kita sendiri sebagaimana yang ALLAH firmankan dalam suroh al baqoroh: 286 “laa yukallifullaahu nafsan illaa wus`ahaa”. Allah sayang pada kita, karena ALLAH memang mahapenyayang. Kita yang selalu membangkang, bermaksiat ria mau pun selalu melakukan dosa di sana-sini. Banyak sekali nikmat yang kita ingkari. Sudah selayaknya bagi kita untuk kembali pada ALLAH, semakin mendekatkan diri kepada-NYA dalam keadaan lapang mau pun sempit.

Akhir kalam, semoga ketikan di atas dapat membarikan motivasi bagi kita untuk “fastabiqul khoyroot”, berlomba dalam kebaikan. Watawa shoubil haq, wallaahu musta`an.

Dikirim pada 03 Januari 2012 di Al Islam


Nomor Soal 2693
Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Saya memohon kepada Allah ta’ala agar menjaga bagi kami ulama dan syaikh-syaikh kami dari segala keburukan…
Pertanyaan: Apa hukum chatting atau obrolan -dengan tulisan- antara wanita dengan laki-laki di internet dan saling surat menyurat di antara mereka? Wa Jazakumullahu Khairan
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Penanya: Abu Sidrah
Al Lajnah Asy Syar’iyyah di Al Mimbar menjawab:
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Sesungguhnya pada dasarnya pembicaraan laki-laki dengan wanita ajnabiyyah (yang asing) untuk keperluan itu adalah boleh dengan batasan-batasan syar’i bila aman dari fitnah, sedangkan fitnah pada para pemuda itu adalah lebih dahsyat dari selain mereka.
Allah ta’ala berfirman:
فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
“Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” [Al Ahzab: 32]
Al Imam Ibnul ‘Arabiy rahimahullah berkata: “Allah ta’ala memerintahkan mereka (para wanita) agar ucapan mereka itu biasa saja dan percakapannya tegas, dan tidak dengan cara yang menimbulkan hubungan di dalam hati dengan sebab apa yang nampak padanya berupa intonasi lembut yang membangkitkan keinginan orang yang mendengar. Dan Allah mengharuskan atas mereka agar perkataan mereka itu ucapan yang baik… Ada yang mengatakan: Ma’ruf (ucapan yang baik) itu adalah pelan, karena sesungguhnya wanita itu diperintahkan untuk merendahkan (suara) ucapan. Dan ada yang mengatakan: Yang dimaksud dengan ma’ruf itu adalah apa yang kembali kepada syar’iy berupa menyampaikan apa yang diperintahkan untuk menyampaikannya, atau berupa keperluan yang mesti bagi manusia darinya.” Selesai (Ahkamul Qur’an 3/460)
Al Imam Al Qurthubiy rahimahullah berkata: “Dan adapun mengucapkan salam kepada wanita, maka ia itu boleh kecuali kepada para pemudi dari mereka karena khawatir fitnah dari penyapaan mereka dengan adanya bisikan syaithan atau pengkhianatan mata. Dan adapun wanita-wanita tua dan renta maka (ucapan salam itu) baik karena aman (fitnah) dalam apa yang telah kami utarakan; ini adalah pendapat ‘Atha dan Qatadah, dan ia itu dianut oleh Malik dan sejumlah ulama. Dan ulama-ulama Kufah melarangnya bila di antara mereka tidak ada wanita yang merupakan mahramnya, dan mereka berkata: Tatkala gugur dari para wanita adzan, iqamah, dan penjaharan bacaan dalam shalat maka gugur juga dari mereka penjawaban salam sehingga tidak (boleh) mengucapkan salam kepada mereka. Dan pendapat yang shahih adalah yang pertama berdasarkan apa yang diriwayatkan Al Bukhari dari Sahl ibnu Sa’ad berkata:
“Adalah kami dahulu sangat bahagia dengan hari Jum’at.” Saya berkata: Memang kenapa? Ia berkata: Adalah dahulu kami memiliki seorang wanita tua yang mengirim (orang) ke Budla’ah -Ibnu Salamah berkata: Kebun kurma di Madinah- terus ia mengambil ushul silq (semacam sayuran) kemudian ia masukan ke dalam panci dan ia menggiling biji-biji gandum, kemudian bila kami selesai melaksanakan shalat Jum’at maka kami pulang dan mengucapkan salam kepadanya, kemudian ia menghidangkannya kepada kami, maka kami bahagia karena hal itu, dan kami tidak pernah tidur siang dan makan siang kecuali ba’da Jum’at.“ Selesai.
Maka sekedar pengucapan salam pemuda kepada pemudi adalah dilarang secara syari’at sebagai bentuk “saddudzdzarai” (penutupan pintu yang menuju kepada hal yang haram) maka bagaimana halnya dengan percakapannya dengan pemudi itu berjam-jam?! Sungguh Allah ta’ala telah berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا
“Dan janganlah kalian mendekati zina.” [Al Isra: 32]
Dimana Allah ta’ala telah melarang dari segala yang mendekati zina, dan di antara hal itu adalah apa yang ada dalam ucapan si penanya yang ia namakan “chatting atau obrolan -dengan tulisan- antara wanita dengan laki-laki di internet dan saling surat menyurat di antara mereka.” Selesai
Dan Allah ta’ala berfirman:
وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Dan jangan kalian mengikuti langkah-langkah syaithan, karena sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagi kalian.” [Al Baqarah: 208]
Dan tidak diragukan lagi bahwa perbuatan yang ditanyakan itu adalah termasuk mengikuti langkah-langkah syaithan, yang biasanya berakhir dengan berlumuran dengan berbagai maksiat. Wallahu musta’an..
Pandangan terus senyuman kemudian ucapan salam
Terus obrolan kemudian janjian dan akhirnya perjumpaan!
Di samping itu sesungguhnya obrolan pria kepada wanita lewat sarana-sarana modern ini; di dalamnya terdapat semacam khalwat dengan surat menyurat khusus antara si pria dengan wanita. Dan Al Bukhari telah membuat bab dalam shahihnya: “Bab jangan sekali-kali pria berkhalwat dengan seorang wanita kecuali mahramnya…”, dan menuturkan didalamnya riwayat dari ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Jangan sekali-kali seorang pria berkhalwat dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya.”
Dan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau berkata:
لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ
“Tidaklah sekali-kali seorang pria berkhalwat dengan seorang wanita melainkan yang ketiganya adalah syaithan”. (HR Tirmidzi no. 1171)
Al Imam An Nawawi rahimahullah berkata: “Dan adapun bila pria ajnabi (asing) berkhalwat dengan wanita ajnabiyyah tanpa ada yang ketiga, maka ia haram dengan kesepakatan ulama, dan begitu juga bila bersama mereka berdua itu ada orang yang tidak dirasa malu darinya karena ia masih kecil maka khalwat yang haram itu tidak lenyap dengannya.” Selesai.
Al Imam Asy Syaukani rahimahullah berkata: “Dan khalwat dengan wanita ajnabiyyah itu diijmakan keharamannya, sebagaimana hal itu dihikayatkan oleh Al Hafidh dalam “Al Fath”, sedangkan alasan pengharaman adalah apa yang ada di dalam hadits yaitu keberadaan syaithan sebagai yang ketiganya, dan kehadirannya itu menjerumuskan keduanya dalam maksiat. Dan adapun bersama keberadaan mahram, maka khalwat dengan wanita ajnabiyyah itu boleh karena tercegah munculnya maksiat bersama kehadirannya.” Selesai (Nailul Authar hal 1249)
Dan atas dasar ini, maka apa yang disebut dengan chatting antara pria dan wanita adalah tidak boleh walaupun dalam rangka dakwah atau hal serupa itu -sebagaimana yang diklaim oleh sebagian pemuda-, karena tujuan itu tidak melegalkan segala cara. Sungguh Maimun ibnu Mahran rahimahullah telah berkata: “Jangan kamu masuk kepada perempuan walaupun kamu mengatakan: Saya mengajarinya Kitabullah.” Selesai (Hilyatul Auliya 4/85). Dan berkata Yunus ibnu ‘Ubaid rahimahullah: janganlah sekali-kali seorang di antara kalian berkhalwat bersama perempuan muda seraya ia membacakan Al-Qur’an kepadanya.” Selesai (Hilyatul Auliya 3/21).
Seyogyanya wanita itu belajar dari wanita pula dan berhubungan (komunikasi) dengan teman-teman sejenisnya dalam bab dakwah ilallah, di mana dalam hal itu terdapat kecukupan dari masuknya pria ke dalam pintu-pintu ini yang di dalamnya terdapat sikap mengikuti langkah-langkah syaithan…
Adapun pembatasan penanya terhadap perbuatan itu dengan “tulisan, tanpa bercakap-cakap dengan ucapan” maka tetap saja hukum tidak keluar dari lingkaran keharaman, dan itu dikarenakan qaidah fiqhiyyah di dalam hal seperti ini adalah: (Tulisan itu seperti ucapan). (lihat Syarhul Qawaid Al Fiqhiyyah milik syaikh Ahmad Az Zarqa hal 285). Wallahu a’alam.

Dijawab oleh anggota Allajnah Asy Syar’iyyah:
Syaikh Abu Humam Bakr Ibnu Abdil Aziz Al Atsariy
Penterjemah: Abu Sulaiman 28 Dzul Hijjah 1432 H


Dikirim pada 30 Desember 2011 di Al Islam


Selasa, 29 November 2011 06:43:07

(Arrahmah.com) – Baru-baru ini, dua video oleh Jamaah Al-Tawhid wal-Jihad, kelompok Filipina diposting di dalam forum Jihad al-Shumukh. Dalam video pertama yang berdurasi tiga menit, seorang pria yang mengenakan penutup wajah dan mengatakan dirinya Abu Jihad Al-Luzuni, menuduh AS menduduki Filipina, melakukan penyiksaan dan pembunuhan terhadap Muslim. Ia melanjutkan bersumpah setia kepada pemimpin Al Qaeda, Syeikh Ayman az-Zawahiri dan kelompok afiliasi Al Qaeda lainnya.

Dalam rekaman kedua, Abu Abdallah Al-Faris Al-Mulatham menyeru Mujahidin di seluruh dunia untuk secepatnya memberikan bantuan kepada saudara Muslim di Fili[ina, yang ia klaim telah dibunuh dan dirampok oleh penjajah Amerika dan untuk membantu Mujahidin di sana dengan uang, bala bantuan, pengetahuan dan pelatihan.

Abu Abdallah juga bersumpah setia kepada pemimpin jihad di seluruh dunia, pertama dan terutama kepada pemimpin Imarah Islam Afghanistan, Mullah Muhammad Omar dan pemimpin Al Qaeda, Syeikh Ayman az-Zawahiri. Video ini berdurasi sekitar 11 menit, diproduksi oleh Al-Yarmouk Media.

Berikut ini adalah poin utama dari kedua video. Video tersebut dirilis sebelum kedatangan Menlu AS Hillary Clinton ke Filipina pada kunjungan resmi yang berlangsung selama beberapa hari :

Abu Jihad Al-Luzini dalam video yang diposting pada 7 November : “Tidak ada jalan untuk mengembalikan Khilafah Islam dan membebaskan tanah kami dari kafirin selain dari jalan Jihad dan pedang yang ditarik untuk jalan Allah”

Membaca tulisan dalam bahasa Arab di selembar kertas yang dipegangnya, Abu Jihad meminta semua ummat Islam dimanapun mereka berada untuk menyatukan upata untuk menjadikan firman Allah sebagai kata tertinggi, sampai kebenaran dan keadilan terungkap dan mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melakukan ini adalah menerapkan syariah Allah. Dia menekankan bahwa ummat Muslim saat ini dalam keadaan terhina, di bawah kekuasaan musuh-musuh Islam dan bahwa Muslim harus bekerja sama untuk menyelamatkan ummat dari degradasi dan penindasan.

Berbicara atas nama mujahidin Filipina, Al-Luzuni menyatakan: “Kami, pemuda dari ummat, dari berbagai suku di kepulauan Filipina, cemas untuk menjawab panggilan ilahi ini … dalam rangka untuk menghapus kesedihan dan kemarahan dari hati orang yang memiliki kepercayaan (yaitu Muslim), dan untuk membela kehormatan saudara dan saudari kita yang tertindas, mereka yang tewas dan mereka yang diasingkan dari rumah mereka dan tanah mereka telah dicuri … Kami mendesak Anda untuk membantu kami dan memperlengkapi kami dengan cara jihad demi Allah … karena tidak ada cara untuk mengembalikan kekhalifahan Islam dan kemuliaan Islam, untuk mengusir musuh-musuh Islam, dan untuk membebaskan tanah kita dari sampah kafir lainnya daripada jalan jihad dan pedang terhunus demi Allah.”

Sedangkan Abu Abdullah memulai rekaman videonya dengan menekankan bahwa Filipina merupakan tanah Islam dari zaman dahulu kala, dan bahwa meskipun telah ditaklukkan oleh berbagai penjajah sepanjang sejarah, orang Muslim tidak pernah menyerah kepada mereka. Dia menuduh Amerika – yang telah “menduduki” Filipina selama lebih dari 100 tahun – menyiksa dan Muslim membunuh, dan mencuri tanah mereka serta air dan hingga “ke titik mengubah Muslim menjadi orang-orang termiskin (di Filipina)”. Dia menyeru pada ummat Islam untuk tidak berpangku tangan, tapi untuk bangkit dan membela agama mereka, hidup mereka, kehormatan mereka, dan harta benda mereka.

Abu Abdallah kemudian bersumpah setia kepada seluruh pemimpin Jihad global, mengatakan “Kami menyetakan kesetiaan kami kepada Allah, Rasul-Nya, orang-orang beriman dan imam mereka saat ini seperti Mullah Umar, Syeikh Ayman Az-Zawahiri, Abu Bakr al-Baghdadi al-Quraishi dan amir AQAP, AQIM Mujahidin Al Shabaab di Somalia dan front jihad lainnya”.

Dia mengatakan bahwa ummat Islam akan mengambil dunia ini ketika AS telah kehilangan kekuatan sebagai negara adidaya dunia sebagaimana dibukrikan dengan kekalahan yang mereka alami di Afghanistan. Dia juga menunjukkan keruntuhan ekonomi AS dan jatuhnya penguasa-penguasa dzolim negara-negara Arab, menambahkan bahwa penguasa Yaman dan Suriah dapat bernasib seperti Moammar Qaddafi.

Abu Abdallah menyimpulkan dengan menghimbau para Mujahidin di seluruh dunia untuk membantu saudara-saudara mereka di Filipina. “Kami sangat membutuhkan anda untuk mengirimkan kepada kami ahli dalam bahan peledak dan senjata manufaktur seperti saudara kami di Irak dan Afghanistan…atau memberikan kepada kami singa-singa (yaitu Mujahidin) untuk memberikan pelajaran menembak dan baik kami dan Anda akan mendapatkan tempat di dunia yang akan datang, insha Allah”. (haninmazaya/arrahmah.com)


Read more: http://arrahmah.com/read/2011/11/29/16590-jamaah-al-tawhid-wal-jihad-di-filipina-meminta-bantuan-mujahidin-dunia-untuk-membantu-jihad-di-filipina.html#ixzz1hi6Gpd44

Dikirim pada 27 Desember 2011 di Al Islam


Oleh: Adian Husaini
Saat menjadi wartawan Harian Berita Buana, tahun 1990, saya pernah ditugasi meliput satu seminar tentang demokrasi di salah satu hotel di Jakarta. Tema seminarnya tentang demokrasi dan agama-agama. Saat itu, banyak diskusi tentang demokrasi digelar. Seperti paham-paham lainnya, karena dianggap sebagai paham yang bersifat universal dan harus dipeluk oleh seluruh umat manusia, maka agama-agama juga diminta menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Para tokoh dari berbagai agama yang hadir dalam seminar itu kemudian didorong untuk memberikan legitimasi, bahwa paham demokrasi adalah sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
Salah satu buku yang diperbincangkan pada dekade 1990-an adalah The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth Century, karya Samuel P. Huntington. (Tahun 1995, buku ini diterbitkan oleh Pustaka Grafiti, dengan judul Gelombang Demokratisasi Ketiga). Huntington menyimpulkan dalam buku ini: ”Singkat kata, demokrasi hanya cocok bagi negara-negara Eropa Barat Laut dan barangkali negeri-negeri Eropa Tengah serta koloni-koloni penduduk yang berasal dari negara-negara itu.” (hal. 386). Tentang Islam, Huntington menyebutkan, bahwa ”doktrin Islam mengandung unsur-unsur yang sesuai maupun yang tidak sesuai dengan demokrasi.” (hal. 396). Bahkan, Huntington juga menegaskan: ”Budaya Islam dan Konfusius menghadapkan perkembangan demokrasi dengan penghalang yang tidak mudah teratasi.” (hal. 398).
Seolah-olah seperti terprovokasi oleh Huntington, banyak kalangan cendekiawan yang kemudian tersengat, lalu berteriak lantang bahwa ”Islam sesuai dengan demokrasi!” Hanya ada seorang cendekiawan dalam seminar itu yang memberikan kritik terhadap konsep demokrasi. Karena sudah menjadi tren global, maka banyak orang yang kemudian ikut-ikutan latah menyuarakan lagu wajib ”demokrasi”. Bahwa, seolah-olah, demokrasi adalah berkah yang harus dipeluk oleh setiap manusia. Hanya dengan demokrasilah, suatu bangsa akan menjadi bangsa besar. Bahkan, ada yang menjadikan demokrasi bukan sekedar mekanisme pemilihan kepemimpinan, tetapi sebagai tujuan dan jalan hidup itu sendiri. Pokoknya, harus demokrasi! Makmur atau sengsara, tidak penting!
Maka, sebagai bangsa Muslim terbesar di dunia, banyak kalangan kini berteriak dimana-mana, membanggakan diri, bahwa Indonesia adalah negara demokrasi Muslim terbesar di dunia. Banyak cendekiawan juga yang senang jika dipuji-puji oleh para petinggi AS, bahwa Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia (setelah AS dan India). Saat berkunjung ke Indonesia, pada 18 Februari 2009, Menlu AS, Hillary Clinton menyatakan: ”Indonesia telah mengalami transformasi yang besar dalam sepuluh tahun terakhir. Beberapa hal yang saya catat adalah penghormatan atas HAM, demokratisasi, sukses mengakhiri konflik sektarian dan menjadi tempat yang aman,” kata Hillary.
Salah satu ciri manusia Indonesia, menurut budayawan Mochtar Lubis, adalah senang dengan takhayul dan mantra-mantra. Kata Mochtar, dalam bukunya, Manusia Indonesia, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2001): “Ciri keempat utama manusia Indonesia adalah manusia Indonesia masih percaya takhayul. Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuatan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Kemudian, kita membuat mantera dan semboyan baru, jimat-jimat baru, Tritura, Ampera, orde baru, the rule of law, pemberantasan korupsi, kemakmuran yang merata dan adil, insan pembangunan. Manusia Indonesia sangat mudah cenderung percaya pada menara dan semboyan dan lambang yang dibuatnya sendiri.”
Ya, jika kita perhatikan, oleh banyak kalangan -bahkan oleh orang-orang yang disebut cendekiawan- demokrasi telah dijadikan mantra. Kata ini ditulis, dislogankan, dikampanyekan, dan diucapkan berulang-ulang tanpa kritis. Mereka tidak berpikir panjang, apa sebenarnya makna dan konsekuensi demokrasi. Padahal, negara-negara yang menggembar-gemborkan demokrasi pun -seperti AS- juga tidak mau menerapkan demokrasi sepenuhnya. Demokrasi hanya diterapkan jika mereka perlu, dan sesuai dengan kepentingan mereka.
Lihat saja, ketika Hamas menang Pemilu Palestina, maka AS pun menolak demokrasi, sebab hasilnya tidak sesuai dengan kemauan AS. PBB adalah contoh nyata tidak adanya demokrasi. Barat (AS dan sekutu-sekutunya) tidak percaya, bahwa umat manusia yang mayoritas dapat menghasilkan keputusan yang baik buat dunia internasional, jika bertentangan dengan kemauan mereka. Karena itu, sejak awal berdirinya PBB, 24 Oktober 1945, Barat memaksakan sistem “aristokratik”, dimana kekuasaan PBB diberikan kepada beberapa buah negara yang dikenal sebagai “The Big Five” (AS, Rusia, Perancis, Inggris, Cina). Kelima negara inilah yang mendapatkan hak istimewa berupa hak ‘Veto’ (dari bahasa Latin: veto, artinya: saya melarang). Lima negara ini merupakan anggota tetap dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Sisanya, 10 negara, dipilih setiap dua tahun oleh Majelis Umum PBB. Pasal 24 Piagam PBB menyebutkan, bahwa Dewan ini mempunyai tugas yang sangat vital yaitu “bertanggung jawab untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional”. Jika satu resolusi diveto oleh salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB, maka resolusi itu tidak dapat diterapkan. Dalam pasal 29 Piagam PBB dikatakan: “Decision of the Security Council on all other matters shall be made by an affirmative vote of nine members including the concurring votes of the permanent members.”

BACA SELENGKAPNYA>>>

Dikirim pada 26 Desember 2011 di Al Islam



Diriwayatkan dari ‘Abdul Wahhab bin ‘Atho’ Al Khoffaf, dia berkata, :’Ulama Madinah berkata kepadaku bahwasanya Farrukh Abu ‘Abdurrohman ayahnya Robi’ah pergi berperang ke Khurosan pada masa bani Umayyah, sedangakan Robi’ah berada dalam kandungan ibunya. Dia meninggalkan untuk istrinya , Ummu Robi’ah, 30.000 dinar. 27 tahun kemudian dia (Farrukh) kembali ke madinah dengan mengendarai kudanya dan ditangannya ada sebuah tombak. Dia turun dari kudanya dan membuka pintu pelan-pelan, lalu Robi’ah keluar dan berkata kepadany



Diriwayatkan dari ‘Abdul Wahhab bin ‘Atho’ Al Khoffaf, dia berkata, :’Ulama Madinah berkata kepadaku bahwasanya Farrukh Abu ‘Abdurrohman ayahnya Robi’ah pergi berperang ke Khurosan pada masa bani Umayyah, sedangakan Robi’ah berada dalam kandungan ibunya. Dia meninggalkan untuk istrinya , Ummu Robi’ah, 30.000 dinar. 27 tahun kemudian dia (Farrukh) kembali ke madinah dengan mengendarai kudanya dan ditangannya ada sebuah tombak. Dia turun dari kudanya dan membuka pintu pelan-pelan, lalu Robi’ah keluar dan berkata kepadanya,
Robi’ah : “wahai musuh ALLAH, apakah engkau menyerang rumahku?”


Farukh : Dia berkata,’Tidak wahai musuh ALLAH, ,engkau seorang lelaki yang masuk ke rumah istriku”.


Maka keduanya melompat dan bersiap-siap untuk berkelahi hingga para tetangga pun berkumpul.

Berita ini sampai kepada Malik bin Anas dan para ‘Ulama Madinah. Mereka berbondong-bondong membantu Robi’ah. Robi’ah berkata:” Demi ALLAH aku tidak akan melepaskanmu, kecuali di hadapan sultan”. Farrukh pun berkata:”Demi ALLAH aku tidak akan melepaskanmu kecuali dihadapan sultan, engkau telah bersama istriku”. Terjadilah keributan. Ketika mereka melihat Malik, mereka pun diam. Malik berkata,”Wahai syaikh, anda boleh memilih rumah yang lalin”. Orang tersebut (Farrukh) berkata,”ini rumahku. Aku adalah Farrukh Maula bani Fulan”. Lalu, istrinya mendengar dan ia pun keluar seraya berkata,” ini adalah suamiku, sedangkan ini anakku yang ketika engkau pergi aku sedang hamil”. Maka mereka berpelukan dan sama-sama menangis.


KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA

Dikirim pada 26 Desember 2011 di Al Islam



Segala puji bagi ALLAH yang telah memberikan karunia yang banyak kepada kita semua hingga kita bisa beribadah kepadaNYA seseuai dengan yang dicontihkan oleh Rosulullaah Shollallaahu `alayhi wa sallam.



Sesungguhnya ISLAM adalah agama yang sangat sempurna. Hal itu dikarenakan ia (ISLAM, pent) adalah Dyn yang berasal dari Dzat Yang Maha Sempurna yaitu ALLAH. Segala hal yang berkaitan sengan kehidupan telah diatur oleh ALLAH melalui lisan Nabi-Nya. Hubungan manusia dengan Robb-nya mau pun hubungan manusia dengan sesamanya juga telah diatur dalam Islam. Termasuk juga bagaimana seorang muslim berinteraksi dengan orang non-muslim (kafir, pent) itu pun juga telah diatur dalam Islam.



Pada dasarnya boleh saja bagi kita bekerja sama dengan orang-orang non-muslim (kafir) selama hal itu tidak berkaitan dengan ibadah mereka. Boleh juga kita berjual beli dengan mereka, memberi makanan dan minuman kepada mereka atau yang semisal dengannya. Ada pun berkaitan dengan mengucapkan selamat atas hari raya mereka, baik itu hari natal mau pun tahun baru, maka hal itu adalah perbuatan yang sangat dicela dalam ISLAM.



Ibnu Qoyyim AL Jauziyah berkata "... tetapi jika tahnia`ah (memberi ucapan selamat) dengan syi`ar-syi`ar kufur yang khusus milik mereka seperti hari raya dan puasa mereka dengan mengatakan "selamat hari raya natal" misalnya, atau "berbahagialah dengan hari raya ini", atau yang senada dengan itu, maka jika yang mengucapkannya selamat dari kekufuran, dia tidak lepas dari maksiat dan keharoman. Sebab itu sama halnya dengan memberi ucapan selamat terhadap sujud mereka kepada salib, bahkan di sisi ALLAH hal itu lebih dimurkai daripada memberikan selamat atas perbuatan minum khomr, membunuh orang, berzina atau yang semisa dengannya".



Dengan demikian sudah sangant jelas, bahwa mengucapkan selamat natal kepada mereka adalah haram karena hal itu berarti sama halnya kita bergembira dengan ibadah-ibadah mereka., seperti penyembahan mereka terhadap salib dan yang lainnya. Demikian juga ucapan "selamat tahun baru masehi", ini juga merupakan perbuatan terlarang kaerna penanggalan masehi merupakan penanggalan buatan mereka.



Maka selayaknya bagi kita kaum muslimin khususnya para remaja untuk berhati-hati dalam hal ini. Banyak kaum remaja muslim yang terjerumus dalam masalah ini. Hal itu dikarenakan kebiasaan mereka yang suka mengikuti budaya-budaya orang barat (baca: orang kafir). Selayaknya kita mulai membiasakan mengikuti apa yang diajarkan oleh Rosuulullaah Shollallaahu `alayhi wa sallam dalam seluruh aspek kehidupan kita baik zhohir mau pun bathin, karena dengan menyibukkan dalam Sunnah Rosul, syetan akan kesulitan untuk mengajak kita ke jalannya. Wallahu musta`an (kepada ALLAH kitra memohon pertolongan). (Majalah Islam al-fityan, edisi 11, Romadhon, Agustus 2011).



Dikirim pada 25 Desember 2011 di Al Islam


(Pernyataan sikap Mahasiswa Pecinta Islam seputar fenomena NII KW 9)

Dua pekan terakhir isu NII KW 9 (Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9) dengan markas besarnya Ponpes Al Zaytun kembali ke permukaan. Satu bulan sebelumnya isu ini dipicu dengan ditemukannya Lian seorang karyawati yang menghilang kemudian ditemukan di Masjid At Ta’wun Puncak-Bogor dalam keadaan bercadar, aparat mengatakan bahwa Lian adalah korban pencucian otak. Isu terus menyeruak hingga menyasar ke kampus-kampus yang kehilangan mahasiswanya akibat menjadi korban pencucian otak oleh NII. Isu ini dikawinkan dengan isu radikalisasi agama sehingga melahirkan beberapa kesimpulan-kesimpulan yang diopinikan setiap hari oleh media-media guna memuluskan agenda pemerintah memberangus gerakan Islam. Berikut adalah kesimpulan-kesimpulan yang diopinikan oleh media-media serta penjelasannya.



UU Intelejen adalah Kebutuhan yang Tidak Bisa Ditawar

Maraknya isu seputar radikalisme yang mengancam negara mulai terorisme dan NII yang muncul secara simultan tidak bisa dilepaskan dari nafsu para elit aparat keamanan dan juga pemerintah untuk segera mensahkan UU intelejen, mereka sudah tidak tahan untuk kembali bernostalgia dengan gaya rezim orde baru untuk memberangus gerakan Islam secara membabi buta. Sebagai contoh adalah NII KW 9 sebagai gerakan yang telah lama berkiprah, gerakan ini adalah produk operasi intelejen sejak masa orde baru yang sengaja dipelihara untuk beberapa kepentingan, pertama, gerakan ini dibentuk untuk menjebak para aktivis Islam pro penegakkan syari’at sehingga apabila mereka bergabung ke NII KW 9 mereka merasa telah menegakkan syari’at dan memiliki negara sementara hakikatnya hal itu hanyalah utopia mereka kemudian perlahan mereka mulai dimanfaatkan untuk motif-motif lain seperti ekonomi dan pengrusakan gerakan Islam pro syari’at itu sendiri dengan melakukan pencurian, merubah syariat seperti kewajiban sholat dihapus dan sejumlah perusakan citra lain. Kedua, Gerakan ini terus dipelihara oleh pemerintah melalui Badan Intelejen Negara untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan, bukti pemanfaatan ini terlihat hari ini dimana isu NII kembali muncul ditengah kebuntuan proses legalisasi yang terhambat dikarenakan pro-kontra elit politik dan minimnya dukungan masyarakat terhadapa UU intelejen sehingga isu NII dimunculkan bersamaan dengan isu radikalisasi untuk mengarahkan opini masyarakat akan pentingnya UU intelejen sebagai payung hukum bagi aparat intelejen untuk memberangus gerakan semacam NII juga teroris tentunya yang digambarkan amat berbahaya kemudian masyarakat dibuat seakan tidak punya pilihan kecuali mendukung UU intelejen. Jika kita sadari maka pada titik ini negara melalui media-medianya sedang menjadi teroris dengan menebar “hantu” yang menakutkan masyarakat bernama NII dan teroris guna melancarkan UU intelejen sementara jika UU intelejen disahkan tentu masyarakat akan menjadi korban pertama operasi berpayung UU ini dimana intelejen bisa secara sah kembali melakukan penculikan, cuci otak (seperti penyataan A.M. Hendropriyono dalam kesempatan berbicara di salah satu acara Tvone) terhadap orang-orang yang dianggap membahayakan negara secara sepihak, akhirnya jika itu terjadi jelas terlihat kesamaan pola NII KW 9 dan intelejen dalam bekerja karena memang mereka memiliki satu tujuan dan satu pengendali yaitu pemerintah itu sendiri (data-data tentang keterlibatan intelejen dalam membentuk dan memelihara NII KW 9 cukup banyak dan sulit terbantahkan, namun tidak cukup dipaparkan ditempat ini). Perlu diperhatikan intelejen juga ingin kebagian kue lezat teroris dari amerika jika mereka diikut sertakan dalam proyek antiteror mengingat selama ini kue itu hanya bermuara di POLRI. Perhatikan Tabel. (Fakta yang menguatkan NII KW 9 sengaja dipelihara)

NII KW 9

Gerakan Terduga Teroris



Aktif sejak era orde baru

(padahal era orde baru begitu ketat dengan UU subversi-nya, namun NII KW 9 justru berkembang)



Sampai hari ini NII KW 9 tidak bisa diberangus, padahal banyak sekali fakta penyimpangan mereka berikut adanya 100 saksi baru-baru ini ditambah kesaksian mantan mentri NII KW 9



Ponpes Al Zaytun justru semakin besar, padahal mereka terbukti terlibat NII KW 9 melalui kesaksian sejumlah korban dan mantan pejabbat NII KW 9



Aparat berdalih bahwa NII KW 9 gerakan bawah tanah sehingga sulit dibuktikan sebagai gerakan berbahaya, begitu pula Ponpes Al Zaytun yang memiliki nama-nama gedung tokoh nasional (ini memperlihatkan seakan aparat sangat bodoh sekali menyikapi kamuflase gerakan bawah tanah)



POLRI beralasan mereka belum bisa disebut makar kepada negara



Gerakan terduga teroris muncul pasca era reformasi yang relatif lebih bebas







Setelah ada aksi hanya satu pekan langsung diberangus padahal gerakan ini relatif minim saksi dan bukti permulaan





Ada sejumlah Ponpes yang langsung disebut-sebut terlibat terorisme padahal tidak ada bukti, seperti kasus bom cirebon densus langsung mengaitkan dengan Ponpes Nurul Hadid Cirebon



Gerakan ini juga di bawah tanah, namun terlihat mudah sekali ditumpas dan cepat disikapi (ini memperlihatkan seakan aparat layak diberi penghargaan dan dipuji kepintarannya dan sangat pintar menyikapi gerakan bawah tanah)







Disebut-sebut sedang berupaya mendelegitimasi pemerintah





Dari tabel, “Mengapa demikian ???”



“Hati-Hati Anak Anda Menjadi Sholih dan Sholihah !”

Mahasiswa dan kampus dijadikan objek dalam kasus NII KW 9 pun demikian kaum muda pada kasus radikalisasi, objek-objek ini harus kita akui adalah fakta yang tidak terbantahkan bahwa NII KW 9 banyak mentarget korbannya yang berstatus mahasiswa. Fakta ini lagi-lagi dimanfaatkan oleh pemerintah melalui awak media untuk menyebarkan “hantu” menyeramkan bernama gerakan Islam radikal kepada para orang tua anak-anak muda dan mahasiswa, penyebaran “hantu” ini lengkap dengan ciri-ciri utama diantaranya mereka yang dituduh gerakan Islam radikal biasanya rajin mengaji, membaca Al Quran, mulai mengenakan jilbab bahkan cadar (bagi yang perempuan), rajin ke masjid (bagi yang laki-laki), gemar membela ummat Islam, dan lain-lain yang pada akhirnya menyasar aktivitas-aktivitas keIslaman pemuda yang diadakan remaja Masjid dan institusi-institusi dakwah kampus. Opini ini dibentuk untuk mengarahkan para orang tua agar memperhatikan aktivitas anaknya seputar kegiatan keIslaman kemudian pada akhirnya para orang tua tanpa sadar memiliki pemahaman yang khawatir jika anaknya menjadi Muslim dam Muslimah yang sholih, mereka lebih tenang melihat anaknya pulang diantar dengan teman lawan jenis (pacar) daripada anak-anak mereka rajin mengaji, berjilbab dan rajin sholat ke masjid karena itu petanda anak anda mulai radikal.

Untuk para orang tua, anda tidak perlu terbawa oleh permainan kotor pemerintah melalui aparat dan media-medianya, anda harus sadar bahwa ketika anak anda menjadi sholih dan memahami Islam dengan baik berarti anda telah berinfestasi untuk akhirat, mereka akan menolong anda ketika kematian telah menghampiri, ketika anak anda memahami Islam dengan baik ditandai aktifnya mereka dalam kegiatan keIslaman di masyarakat maupun dikampus secara terbuka berarti anak anda justru selamat dari terkaman gerakan sesat bernama NII KW 9 dan gerakan-gerakan sesat lainnya dikarenakan mereka memiliki pemahaman Islam yang cukup untuk membantah doktrin-doktrin murahan gerakan semisal NII. Hal ini terbukti dengan fakta bahwa NII KW 9 tidak pernah berhasil merekrut pemuda ataupun mahasiswa yang akktif di gerakan dakwah, justru yang mereka target adalah pemuda atau mahasiswa yang terlihat minim pengetahuan Islamnya, kalaupun ada korban NII KW 9 yang berjilbab kesemuanya adalah mereka yang berjilbab pendek (tidak sesuai kketentuan syariat alias jilbab gaul) sebagai petanda memang mereka hanya berjilbab namun tidak memahami Islam dengan baik. Kepada para orang tua, jangan khawatir jika putra-putri anda menjadi sholih ditandai dengan rajin mengaji, ke masjid serta aktif dalam kegiatan keagamaan, anda seharusnya bersyukur memiliki anak yang sholih dan dukung mereka terus untuk semangat mempelajari Islam.



Usaha Menegakkan Negara Islam Adalah Tindakan Sesat

Judul diatas yang akhirnya tertanam di benak kaum Muslimin Indonesia dengan munculnya fenomena NII KW 9. Jelas ini adalah pengrusakan citra aktifis Islam pro penegakkan syari’at serta pengkaburan pemahaman agama itu sendiri. Memang benar nash-nash Al Qur’an dan Hadits tidak ada yang secara sharih (jelas) memerintahkan umat Islam mendirikan negara, namun jika kita mencermati perjalanan umat Islam yang diawali oleh sepak terjang Rasulullah Sholallahu`alaihi Wasallam dan para sahabatnya Radhiallahu`anhum ajma’in. Telah tercatat dalam tinta emas sejarah kaum Muslimin berhasil mendirikan tatanan kenegaraan yang lebih besar dan luas dari sekedar negara adidaya di zaman ini sekalipun, kita telah melihat bagaimana Rasulullah Sholallahu`alaihi Wasallam dan para Khulafaur Rasyidin berhasil menguasai hampir 2/3 dunia, untuk itu kita perlu mencermati sabda Rasulullah Sholallahu`alaihi Wasallam berikut ini,

"Kalian akan melihat perselisihan yang hebat sepeninggalku, maka berpeganglah kalian pada sunnahku dan sunnah Khulafa`ur Rasyidin Al Mahdiyin sepeninggalku. Gigitlah ia dengan gigi geraham (peganglah kuat-kuat), dan jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap bid`ah adalah sesat." (Shahih Sunan Ibnu Majah no.42)

Nabi Sholallahu`alaihi Wasallam jelas memerintahkan kita untuk meneladani sunnah (jalan) beliau dan para khulafaur rasyidin setelahnya, diantara jalan yang mereka tempuh adalah menegakkan supremasi hukum dan politik Islam dalam sebuah wadah yang bernama ke-kholifahan, disinilah letak perintah yang jelas dalam Islam untuk menegakkan supremasi hukum dan politik Islam yang hari ini disebut sebuah negara.

Untuk memahami perintah diatas cukup panjang penjelasannya, untuk itu berikut sedikit alur logika syari’at seputar perintah penegakkan negara,

Kita tahu dalam Al Qur’an Al Baqarah 183,

تَتَّقُونَ لَعَلَّكُمْ قَبْلِكُمْ مِن الَّذِينَ عَلَى كُتِبَ كَمَا الصِّيَامُ عَلَيْكُمُ كُتِبَ Øمَنُواْ الَّذِينَ Øَيُّهَا يَا

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”



Dan Al Baqarah 178,

الْقَتْلَى فِي الْقِصَاصُ عَلَيْكُمُ كُتِبَ Øمَنُواْ الَّذِينَ Øَيُّهَا يَا

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh”

Perhatikan kata dalam bahasa arab yang ditulis tebal, ayat 183 sudah familiar di telinga kaum Muslimin, para da’i sering mengulang pembbahasan ayat ini dan secara tegas mengatakan bahwa berdosa besar bagi yang meninggalkannya karena jelas puasa diwajibkan, kata “kutiba” menegaskan tentang kewajibannya, kaum Muslimin pun menerima dengan semangat pewajiban syari’at puasa ini. Kemudian mari kita simak ayat 178, disana juga menggunakan kata yang sama dengan ayat sebelumnya yang bermakna wajib mengakkan qishosh (pembalasan setimpal) dalam Islam khususnya dalam kasus pembunuhan, untuk kewajiban dalam ayat 178 ini para da’i arang yang mmenyinggung, kaum Muslimin tidak berani berkata tegas bahwa meninggalkannya adalah dosa besar sebagaimana jika kita meninggalkan perintah dalam ayat 183, Mengapa demikian ?.

Dalam ayat 178 jelas terdapat perintah tegas untuk menegakkan salah satu hukum Alloh Subhanahu Wa Ta`ala yang bernama qishosh bentuk kalimat perintahnya dalam Al Quran sama seperti perintah berpuasa, perbedaannya hanyalah pada aspek pelaksanaannya, untuk puasa setiap orang langsung bisa melaksanakannya, namun untuk qishosh tidak setiap orang bisa langsung melaksanakannya (karena qishosh bisa terlaksana jika perangkat pelaksananya ada yaitu tegaknya supremasi hukum dalam sebuah negara), jika dapat langsung dilaksanakan setiap orang maka justru akan terjadi kekacauan. Rasulullah Sholallahu`alaihi Wasallam dan sahabat Radhiallahu`anhum ajma’in telah mencontohkan tata cara melaksanakan perintah dalam ayat 178 diatas dengan menegakkan supremasi hukum dan politik dibawah wadah ke-kholifahan. Dengan demikian dalam rangka mengakkan keadilan dalam menyikapi perintah Alloh Subhanahu Wa Ta`ala (ayat 183 dan 178), kita harus jujur bahwa menegakkan institusi apapun namanya yang bisa menegakkan perintah Alloh Subhanahu Wa Ta`ala berupa hukum-hukum syari’at adalah wajib dan perlu diusahakan semaksimal mungkin mengingat banyak perintah Alloh Subhanahu Wa Ta`ala tidak bbisa terlaksana tanpanya, jika tidak berarti kita tidak jujur menyikapi perintah Alloh Subhanahu Wa Ta`ala.

Sebagai analogi jika ingin sholat harus berwudhu, maka wudhu menjadi wajib karena sholat tidak dapat terlaksana tanpanya, maka menegakkan supremasi hukum dan politik dalam bentuk apapun (seperti negara)menjadi wajib demi terlaksananya kewajiban Islam seperti qishosh. Ini hanyalah contoh kecil, semoga dengan ini kita bisa jujur bahwa menegakkan syari’at adalah penting, kita bisa mengatakan NII KW 9 sesat namun cita-cita mengakkan syari’at dalam wahana negara bukanlah cita-cita sesat melainkan perintah Alloh Subhanahu Wa Ta`ala.



Terjemahan Al Quran Harus Direvisi karena Memicu Radikalisme

Buntut dari opini sedemikian rupa yang dibentuk oleh musuh-musuh Islam berujung pada usaha untuk merusak kitab suci umat Islam. Tidak perlu berpanjang lebar, ini jelas merupakan penghinaan terhadap kitab Alloh Azza Wa Jalla, kita tidak perlu repot dengan opini ini, faktanya terjemahan Al Quran Depag telah ada sejak tahun 60-an, sementara aksi radikalisme (jika bisa dikatakan demikian) baru marak pasca era reformasi, Prof.DR. Ali Mustafa Ya’kub (MUI) telah membandingkan bahwa Al Quran terjemahan Inggris pun tidak berbeda secara makna dengan terjemahan Al Quran versi Depag, lalu mengapa kehidupan kaum Muslimin barat tidak diwarnai dengan radikalisme ?, kesimpulan harus merevisi terjemahan Al Quran Depag memang terlalu gegabah dan menunjukkan skeptisisme berlebihan pemerintah dan sebagian tokoh nasional terhadap Islam, ini petanda lagi-lagi pemerintah mencoba mendiskreditkan Islam, maka dengan inilah hakikkatnya pemerintah sendiri yang selalu melakukan tindakan yang secara tidak langsung memprovokasi umat Islam dengan cara terus melemparkan citra buruk kepada Islam.

Diantara yang paling menyakitkan hati umat Islam sebuah ormas Islam yaitu Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang konon memperjuangkan penegakkan syari’at justru mendukung opini perlunya terjemahan Al Quran direvisi, melalui tokohnya Irfan S. Awwas dan Muhammad Thalib mereka dengan penuh percaya diri mendukung ide revisi ini. Hal ini tidak lebih dari sekedar sikap hubbuzhzhuhur (cinta ketenaran) dari kedua tokoh itu mengingat MMI sudah tenggelam pasca ditinggal oleh tokoh karismatik Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, dengan isu ini mereka mencoba untuk mendongkrak kembali popularitas ormas mereka yang mulai tenggelam. Disamping itu Irfan S. Awwas (adik kandung Ust.Abu Jibril) harusnya sadar bahwa sebaiknya ia menegur kakak kandungnya sendiri yang jika mengisi kajian-kajian hobi membicarakan seputar jihad yang dinilai oleh pemerintah sebagai tindakan radikal, bahkan materi jihad terus diulang-ulang oleh kakak kandung Irfan S. Awwas ini di setiap kesempatan seakan dalan Islam tidak ada yang lebih penting selain jihad (banyak eks.peserta majelis Abu Jibril mengeluhkan bahwa materinya jihad terus menerus sehingga mereka tidak mendapat pembahasan Islam yang utuh). Kepada MMI khususnya Irfan S, Awwas, sebaiknya anda menegur kakak kandung anda sendiri yang juga pejabat MMI yang gemar membahas persoalan jihad (menurut pemerintah jihad adalah pembahasan dalam Islam yang memicu radikalisme) ketimbang menyalahkan terjemahan Al Quran Depag yang telah diteliti oleh 20 ulama ahli.

Demikian pernyataan Mahasiswa Pecinta seputar fenomena NII KW 9 dan turunannya, semoga dapat mencerahkan umat khususnya dunia mahasiswa. Kepada ikhwah aktifis mahasiswa Islam apapun latar belakangnya, jangan terpengaruh dengan isu-isu penyudutan Islam, lanjutkan perjuangan ini, tetaplah maju dengan dada tegap menghadapi setiap musuh-musuh Islam.

(Badan Pengurus Pusat Mahasiswa Pecinta Islam)

Dikirim pada 24 Desember 2011 di Al Islam


Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu

mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah subhanahu wa ta`ala memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.

Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya."

Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.
Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!"

Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. limayang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7.. tujuh yang tiada delapannya,
8. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada em-pat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan
siapakah yang terpelihara dari batu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"


Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah subhanahu wa ta`ala.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah subhanahu wa ta`ala berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra`: 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.

4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur`an.
5. Limayang tiada enamnya ialah shalat limawaktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah subhanahu wa ta`ala menciptakan makhluk.

7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah subhanahu wa ta`ala berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah subhanahu wa ta`ala berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung `Arsy Rabbmu di atas kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu`jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan ****
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah subhanahu wa ta`ala berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An`am: 160).

11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudaraYusuf
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu`jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, `Pukullah batu itu dengan tongkatmu.` Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).

13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah subhanahu wa ta`ala ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing." (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi YunusAS.

16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah
kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka," tak ada cercaaan terhadap kalian." Dan ayah mereka Ya`qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah subhanahu wa ta`ala berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah subhanahu wa ta`ala berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (AlAnbiya`: )

20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta`ala, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang limawaktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?" Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.

Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak. Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"
Pendeta tersebut berkata, "Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku
takut kalian marah. " Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda."
Sang pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa Asyhadu anna
Muhammadar Rasulullah."
Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam.


Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)
** Kisah nyata ini di ambil dari Mausu`ah al-Qishash al-Waqi`ah melalui internet, www.gesah.net

Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wasallam dan akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akherat..
Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya..
Semoga Allah Subhanahu wata`ala memberikan Hidayah kepada mereka yang mau berpikir..
amiin

Wallahu`alam bish Showabb

Dikirim pada 24 Desember 2011 di Al Islam


By: Destur Al mustadhrob


Terduduk di korodor kampus nan ramai, terinspirasi dengan sebuah benda transparan yang terabaikan di sudut rangkaian kursi panjang. Teringan sebuah peribahasa "habis manis sepah dibuang" sedikit diedit versi penulis "habis minum sampah dibuang". Inilah kawan yang sering kita abaikan, coba kita perhatikan lagi foto itu!!!. Tampak betapa tidaklah dianggap sesuatu itu sangat diharapkan atau bahkan begitu dibutuhkan melainkan setelah benar-benar tidak berguna menurut ukuran manusia umum lantas dibuang begitu saja. Subhaanallah, itulah sifat umum manusia yang sekiranya saya sendiri tidak luput dari hal itu. Namun setidaknya dadapt kita ambil pelajaran dari seberkas foto itu. Tidaklah sesuatu itu menjadi kebutuhan entah itu primer, sekunder atau pun hanya sekedar tersier, kita tidaklah mesti bersikap semena-mena dengan hal itu. Persahabatan adalah mutiara yang begitu mahal bahkan lebih mahal dari segelas air minum kemasan itu (YA JELAS ATUH KAWAN). Ya begitulah, persahabatan bukanlah hubungan konsumtif antara satu orang dengan sahabatnya namun lebih kepada hubungan silaturohim yang tidak ada matinya, layaknya Rosulullah shollallaahu `alayhi wa sallam yang begitu menyayangi sahabat-sahabat beliau bahkan beliau adalah seorang penyayang yang begitu perhatian dengan sahabatnya. Bagaimana dengan kita?. Ya kembali lagi ke ilustrasi tadi. Sering kita begitu akrab dengan seseorang pada saat tertentu saja, contohnya saat mau UAS (wah bentar lagi). Seringnya kita akan lebih berbuat baik kepada seorang yang kita anggap ampuh goresan penanya. Bahakn kita akan berburu untuk duduk disebelahnya dalam rangkan menegakkan teori "POSISI MENENTUKAN PRESTASI". Sungguh semoga kita tidak termasuk didalamnya. Cukup singkat hentakan jari THE-DRIJI, semoga kita tetap istiqomah di jalan DAKWAH, sampai raga tak lagi melekat pada jasad.


Dikirim pada 23 Desember 2011 di Unik


By: ustadz Burhan Shodiq

Seseorang akan mengalami kebosanan terhadap sesuatu yang menjadi sebab kenikmatan dunia. Berbeda dengan kenikmatan amal shalih, pelakunya selalu mencari tambahan sesuatu yang menjadi sebabnya. Bahkan setiap kali seseorang menambahkan amal shalih sesuai dengan jalan syariat, setiap itu pula kenikmatannya bertambah. Kenikmatan dunia dapat menyebabkan seseorang kehilangan kenikmatan akhirat. Berbeda dengan amal shalih, ia merupakan pendahuluan bagi kenikmatan akhirat.

Kenikmatan dunia senantiasa disertai bahaya atau rasa takut terhadap bahaya. Berbeda dengan kenikmatan amal shalih, tidak ada bahaya di dalamnya dan tidak pula rasa takut terhadap bahaya. baca selengkapnya di sini

Dikirim pada 22 Desember 2011 di Al Islam


Hukum Mencopot Cadar Di Negeri Kafir Dengan Klaim
Rukhshah Menyelarasi Orang-orang Kafir Dalam Tampilan Dhahir

Bismillah
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Saya memiliki pertanyaan-pertanyaan seputar Cadar, saya hidup di Negeri Barat Eropa dan saya meyakini Cadar itu wajib.
Saya membaca ucapan Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah bahwa bila orang muslim hidup di tengah orang-orang kafir maka ia tidak wajib menyelisihi mereka dalam tampilan luarnya. Dan pertanyaan saya seputar cadar, apakah muslimah boleh memilih yang paling mudah untuk mashlahat supaya ia tidak mengenakan cadar di negeri ini?
Dan saya tidak bisa mengizinkan isteri saya untuk keluar sendirian untuk keperluan-keperluan yang pokok kecuali bila saya bersama menemaninya, dan ini memakan (banyak) waktu dan susah sekali, maka bagaimana pendapat engkau wahai syaikh? Barakallahu fiik.
Penanya: Tawhed.net

Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy menjawab:
Segala puji hanya bagi Allah. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah. Wa ba’du:


Saudara kami yang mulia, selagi engkau meyakini kewajiban memakai cadar, maka engkau tidak boleh membiarkan isterimu tidak mengenakannya, kecuali karena dlarurat yang membolehkan hal itu. Dan apa yang engkau utarakan berupa keberatanmu dalam menemaninya untuk keperluan-keperluannya yang pokok, karena hal itu menyita waktumu; maka itu bukan udzur atau dlarurat yang membolehkan bagimu bersikap teledor (tafrith) dan meninggalkan apa yang kamu yakini wajib, karena engkau ini bertanggung jawab terhadap isterimu dan anak-anakmu, serta penunaian kebutuhan-kebutuhan mereka itu adalah wajib atas dirimu walaupun kamu menganggapnya sulit. Sebagaimana di dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
ألا كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته … – إلى قوله – والرجل راع على أهل بيته وهو مسئول عنهم …… رواه مسلم
“Ingatlah setiap kalian itu adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawaban tentang yang dipimpinnya… -sampai sabdanya-… dan seorang pria adalah pemimpin atas keluarganya dan akan diminta pertanggung jawaban tentang mereka…) HR Muslim.
Sedangkan rasa sulit yang engkau jadikan sebagai alasan itu justeru ia adalah sebagian beban tanggung jawab ini.
Apa engkau tidak memperhatikan bahwa Allah ta’ala telah berfirman dalam konteks tahdzir (penghati-hatian) kedua orangtua kita dari syaithan dan dari mengeluarkan keduanya dari negeri kebahagian (surga) ke negeri kesengsaraan (dunia):
فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى
“Kemudian Kami berkata: “Wahai Adam! Sungguh ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu sengsara.” [Thaha: 117]
Walaupun padahal keduanya telah keluar ke dunia ini, akan tetapi kesengsaraan dan kesulitan yang terjadi di dunia ini disandarkan kepada laki-laki, “nanti kamu sengsara,” karena dialah yang bertanggung jawab atas keluarganya dan kewajiban dia adalah memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka walaupun dia menganggapnya sulit, dan dia tidak boleh tafrith (teledor) dalam melindungi mereka dalam urusan dien dan dunia mereka.
Sedangkan ucapan Syaikhul Islam yang engkau isyaratkan di dalam pertanyaanmu, ini adalah teksnya dari kitabnya (Iqtidla Ash Shurathil Mustaqim Mukhalafatu Ashhabil Jahim (hal. 176-177): (Sesungguhnya penyelisihan terhadap mereka itu tidak terjadi kecuali setelah nampak dan jayanya dien ini seperti jihad serta pengharusan jizyah dan kehinaan atas mereka. Tatkala kaum muslimin di awal-awal masih lemah, maka penyelisihan terhadap mereka belum disyari’atkan, kemudian tatkala dien telah sempurna, serta ia jaya dan berkuasa maka hal itu disyari’atkan. Dan seperti hal itu hari ini: Seandainya orang muslim berada di Darul Harbi atau di darul Kurfi ghairil Harbi maka ia tidak diperintahkan untuk menyelisihi mereka dalam al hadyu adh dhahir (tampilan dhahir) karena hal itu bisa membahayakan dia, bahkan kadang dianjurkan bagi pria atau wajib atasnya menyelarasi mereka sesekali dalam tampilan dhahir mereka bila dalam hal itu terdapat mashlahat dieniyyah seperti mendakwahi mereka kepada dien dan meneliti rahasia urusan mereka untuk dikabarkan hal itu kepada kaum muslimin atau menghadang bahaya mereka dari kaum muslimin serta tujuan-tujuan baik lainnya. Adapun di Darul Islam wal Hijrah yang mana di dalamnya Allah telah menjayakan dien-Nya dan menjadikan kehinaan dan jizyah atas orang-orang kafir, maka di dalamnya disyaratkan penyelisihan, dan bila telah nampak penyelarasan dan penyelisihan terhadap mereka itu tergantung perbedaan zaman, maka nampaklah hakikat hadits-hadits itu dari hal ini). Selesai.
Ucapan beliau ini dhahir (jelas) prihal peyelisihan dan tidak tasyabbuh dengan orang-orang kafir, dan hal itu dibatasi dengan batasan-batasan syari’at. Seandainya orang muslim membutuhkan hal itu untuk mashlahat jihad atau dakwah atau hal serupa itu terus ia meninggalkan apa yang biasa dipakai keumuman orang-orang kafir[1], tentu fatwa ini pas pada tempatnya, namun demikian ia tetap tidak boleh terus-terusan dalam hal itu dan melampaui batasan-batasan Allah; di mana ia tidak halal umpamanya memakai pakaian khusus mereka yang mengisyaratkan kepada kesyirikan mereka dan menunjukan kepada ajaran kafir mereka yang batil seperti salib dan yang serupa itu. Dan sikapmu menerapkan ucapan Syaikhul Islam itu terhadap cadar wanita muslimah yang engkau yakini wajib adalah tidak benar, karena membuka pintu ini artinya adalah meninggalkan kewajiban-kewajiban lainnya yang menjadi identitas khusus kaum muslimin seperti shalat dengan dalil tidak menyelisihi orang-orang kafir dalam tampilan dhahir mereka di Darul Harbi. Dan kerusakan pendapat ini adalah sangat jelas lagi tidak membutuhkan penjelasan kerusakannya. Dan sudah maklum bahwa wanita muslimah seandainya dia ingin menyelarasi mereka dalam tampilan dhahir mereka dan tidak menyelisihi mereka di dalamnya, maka di zaman kita ini dia tidak cukup membuka wajahnya saja, akan tetapi tampilan dhahir mereka di zaman kita ini adalah lebih dahsyat dari sekedar membuka wajah; di mana orang yang hidup di negeri mereka mengetahui bahwa di antara tampilan dhahir mereka itu adalah membuka kemaluan wanita-wanita mereka dan aurat mughalladhah mereka dan melepas dari segala yang memiliki hubungan dengan kesucian dan rasa malu. Dan ini tidak halal dilakukan oleh wanita muslimah dengan klaim ini…
Maka hati-hatilah wahai saudara kami dari langkah-langkah syaitan.
Dan yang menjadi rujukan dalam masalah ini bukanlah ucapan Syaikhul Islam ini, karena ia tidak ada kaitan dalam masalahmu ini, namun yang menjadi rujukan di dalamnya adalah kaidah “Dlarurat itu membolehkan apa yang dilarang.” Di mana bila engkau memandang bahwa dalam pengenaan niqab (cadar) itu di suatu waktu itu mendatangkan madlarrat terhadap dirimu dan keluargamu yang tidak sanggup engkau pikul dan penguasaan dari pihak musuh serta penindasan terhadap dirimu dan isterimu; maka madlarrat itu dilenyapkan dan bila urusan menjadi sempit maka ia menjadi lapang, akan tetapi dlarurat itu di takar dengan takarannya, maka hati-hati engkau dari melampaui batasan-batasan Allah dengan klaim ada madlarrat padahal tidak ada madlarrat…
Berapa banyak wanita muslimah di negerimu yang senantiasa komitmen dengan cadarnya dan demi mempertahankannya ia rela mundur dari sekolahnya, universitasnya dan hal-hal lain yang mana manusia bersaing untuk mendapatkannya. Dan dengan pengorbanan-pengorbanan dan keteguhan semacam inilah dien menjadi nampak, penganutnya memiliki izzah dan tingkatan-tingkatan tertinggi bisa diraih. Bila engkau tidak sabar, tidak tabah dan tidak mau memikul konsekuensi-konsekuensi kegeraman musuh-musuh Allah dengan cara iltizam (komitmen dengan) kesucian dan menjaga kehormatan diri yang membuat sesak dada-dada mereka dan tidak dikasih toleran oleh akhlak dan demokrasi mereka yang rusak; maka dengan cara apa engkau ingin membela dien ini sedangkan engkau tidak rela membelanya dengan hal-hal yang tidak ada pengorbanan nyawa dan darah di dalamnya??
Dan bila kondisi menyempit atas dirimu sedangkan engkau mampu untuk hijrah membawa keluargamu ke negeri yang tidak ada penyulitan terhadap wanita-wanita muslimah dan tidak ada gangguan terhadap hijabnya, maka larilah engkau dengan membawa agamamu dan kesucian istrimu serta hijabnya dari negeri yang dikuasai oleh orang-orang yang serupa dengan kaum Nabi Luth yang berkata kepada Luth dan keluarganya:
وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ
“Usirlah mereka dari negeri kalian ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menganggap dirinya suci,” [Al A’raf: 82]
Maka tinggalkanlah negeri mereka itu…
Dan janganlah engkau tinggal di suatu negeri yang ada kejahatan
Yang mematikan hati kecuali bila engkau dibelenggu
Allah ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً
“Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeqi) yang banyak”, [An Nisa: 100]
Saya memohon kepada Allah ta’ala semoga Dia membukakan kesulitan dari dirimu, dari isterimu dan dari semua muslimat, dan semoga Dia menjadikan bagi kalian Penolong dan Pembela dari sisi-Nya…
Semoga shalawat dan salam Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabat seluruhnya…

Penterjemah: Abu Sulaiman 18 Dzul Hijjah 1432 H.
[1] Seperti menanggalkan Jubah, baju koko dan peci dan terus memakai kemeja atau pakaian umum yang biasa dipakai orang kafir yang tidak melambangkan kepada kekafiran… (Pent).

link to: http://www.sukakku.blogspot.com

Dikirim pada 21 Desember 2011 di Al Islam


Berikut ini adalah beberapa buku-buku arab dan terjemahan serta ceramah-ceramah :. Bagi para ikhwah yg ingin download buku-buku di bawah ini kami sarankan untuk memakai soft ware ini Free Download Manager, download di sini. insyaAllah akan membantu antum dan mempermudah dalam mengunduh buku-buku tersebut. untuk panduannya silahkan klik link ini. Tarjemahan kitab-kitab rujukan 1. Syarkh arba’in an nawawi [ ibni daqiqil `ied ]. Download 2. Al kabair...
Read more

Dikirim pada 21 Desember 2011 di Al Islam


Asuhan Keperawatan Pasien Gagal Jantung PENGERTIAN 1. Gagal jantung adalah keadaan patofisiologik dimana jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk matabolisme jaringan. (Sylvia A Price dan Lorraine M.Wilson.1995:583)2. Gagal jantung adalah suatu keadaan ketidakmampuan untuk memompakan darah keseluruhan...
Read more »

Dikirim pada 21 Desember 2011 di Kesehatan


Ibnu Abi Hatim



Aku bertanya kepada ayahku2 dan Abu Zur’ah radliyallahu`anhuma tentang madzhab Ahlus Sunnah dalam masalah ushuluddin (pokok-pokok agama) juga tentang pemahaman para ulama di berbagai kota yang mereka ketahui, serta apa saja yang mereka berdua yakini. Maka, keduanya berkata : Kami telah berjumpa dengan para ulama di seluruh kota baik di Hijaz, Iraq, Mesir, Syam maupun Yaman, maka diantara madzhab yang mereka anut adalah:3

Iman itu berupa perkataan dan perbuatan4, bertambah dan berkurang5.
Al-Qur’an adalah kalam Allah dan bukan makhluk, dalam segala aspeknya6
Takdir yang baik maupun yang buruk adalah dari Allah سبحانه و تعالى 7
Di kalangan ummat ini, sebaik-baik orang setelah Nabi adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, kemudian Umar bin Al-Khattab, lalu ‘Utsman, lalu ‘Ali bin Abu Thalib radliyallahu`anhum. Mereka Khulafaur Rasyidun Al-Mahdiyun para khalifah yang berpegang teguh kepada agama dan mengikuti kebenaran8
Bahwa sepuluh sahabat yang disebut dan dinyatakan oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم masuk jannah, mereka itu sesuai dengan pernyataan beliau9 dan perkataan beliau itu benar.
Memintakan kasih sayang10 bagi seluruh sahabat serta keluarga Muhammad صلی الله عليه وسلم, serta menahan untuk membicarakan perselisihan yang terjadi diantara mereka
Bahwa Allah berada di atas ‘Arsy-Nya11
, terpisah dari seluruh makhluk-Nya, sebagaimana sifat yang diberitahukan-Nya dalam kitab-Nya melalui lisan Rasul-Nya, tanpa diketahui kaif (bagaimana)nya. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat
Allah Tabaraka wa Ta’ala akan dapat dilihat di akhirat12. Segenap penduduk jannah akan melihat-Nya dengan mata kepala mereka. Allah berbicara, sebagaimana dia berkehendak
Jannah (syurga) adalah benar dan naar (neraka) adalah benar (adanya). Keduanya adalah makhluk yang kekal abadi13. Jannah adalah balasan bagi para wali-Nya, sedangkan neraka adalah hukuman bagi orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya, kecuali yang mendapatkan rahmat-Nya
Shirath adalah benar (adanya)14
Mizan (timbangan) yang memiliki dua sisi timbangan untuk menimbang amalan para hamba, yang baik maupun yang buruk adalah benar (adanya)15
Haudh (telaga) yang dijadikan sebagai penghormatan bagi Nabi صلی الله عليه وسلم dan segenap keluarganya, adalah benar (adanya)16
Syafa’at adalah benar (adanya). Dan bahwa sebagian ahli tauhid keluar dari neraka lantaran adanya syafa’at, adalah benar17.
Adzab kubur adalah benar18
Munkar dan Nakir adalah benar (adanya)19
Malaikat mulia yang mencatat amal perbuatan menusia adalah benar (adanya)20
Kebangkitan setelah mati adalah benar (adanya)21
Para pelaku dosa besar berada dalam masyi’ah (kehendak) Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kita tidak mengkafirkan ahli kiblah disebabkan dosa mereka. Kita menyerahkan urusan batin mereka kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Kita melaksanakan kewajiban jihad dan haji bersama imam-imam kaum muslimin, disetiap masa
Kita tidak boleh melakukan pembelotan terhadap para imam atau peperangan di masa fitnah
Kita mendengar dan menta’ati siapa saja yang dijadikan Allah sebagai pemimpin kita. Kita tidak akan melepaskan diri dari ketaatan
Kita mengikuti sunnah dan jama’ah serta menghindari sikap menyimpang (nyleneh), perselisihan dan perpecahan
Jihad berlaku semenjak Allah mengutus Nabi-Nya صلی الله عليه وسلم hingga terjadinya hari kiamat, bersama imam-imam kaum muslimin, tanpa ada sesuatupun yang menghapuskannya
Demikian pula haji
Begitu pula pembayaran zakat saimah22 kepada imam kaum muslimin yang menjadi pemimpin bagi kita
Pada aslinya manusia secara umum digolongkan mukmin berdasarkan hukum-hukum dan pewarisan, adapun hakekat keimanan mereka disisi Allah tidak diketahui. Barangsiapa yang berkata bahwa ia seorang mu’min sejati, maka ia adalah orang yang berbuat bid’ah. Barangsiapa yang berkata bahwa ia adalah orang yang mu’min disisi Allah, maka ia termasuk pendusta, sedangkan orang yang mengatakan, "Saya beriman kepada Allah" maka yang dilakukannya adalah benar23
Kaum Murji’ah adalah kaum yang berbuat bid’ah dan tersesat
Kaum Qadariah adalah kaum yang berbuat bid’ah dan tersesat. Barangsiapa diantara mereka yang menyatakan bahwa Allah Ta’ala tidak mengetahui apa yang akan terjadi sebelum terjadinya, maka ia kafir
Kaum Jahmiyah adalah kafir24
Kaum Rafidhah adalah kaum yang menolak Islam
Kaum Khawarij adalah kaum yang meluncur keluar dari agama25
Barangsiapa menyatakan bahwa Al-Qur’an itu makhluk, maka ia orang yang kafir kepada Allah Yang Maha Agung, dengan kekafiran yang mengeluarkannya dari millah. Barangsiapa yang faham tetapi meragukan kekafirannya, maka ia kafir.
Barangsiapa yang ragu terhadap Kalam Allah Ta’ala (Al-Qur’an), bimbang mengenainya dan mengatakan, "Saya tidak tahu apakah makhluk atau bukan makhluk" maka ia orang yang berfaham jahmiyah
Orang yang bimbang mengenai Al-Qur’an dikarenakan kebodohan, maka harus diajari dan dibid’ahkan, tetapi tidak dikafirkan
Barangsiapa yang mengatakan "Bacaan Al-Qur’an-ku adalah makhluk" atau "Al-Qur’an dengan bacaanku adalah makhluk" maka ia adalah orang yang berpaham jahmiyah


Syaikh Abu Thalib berkata: Ibrahim bin ‘Umar berkata: Ali bin Abdul ‘Aziz berkata : Abu Muhammad berkata: Saya mendengar ayahku radliyallahu `anhu berkata :



Tanda-tanda ahli bid’ah adalah mengumpat ahlul ‘atsar (orang-orang yang berpegang teguh dengan sunnah-pent)
Tanda-tanda orang zindiq adalah mereka menyebut ahlul ‘atsar sebagai orang hasywiyah, karena ingin menghapuskan sunnah
Tanda-tanda kaum jahmiyah adalah mereka menyebut ahlus sunnah sebagai kaum musyabbihah
Tanda-tanda kaum qadariyah adalah mereka menyebut ahlus sunnah sebagai kaum yang berpaham jabriyah
Tanda-tanda kaum murji’ah adalah mereka menyebut ahlus sunnah sebagai kaum mukhalifah (yang suka mempertentangkan) atau nuqshaniyah (yang suka mengurangi)
Tanda-tanda kaum rafidhah adalah mereka menyebut ahlus sunnah sebagai kaum tsaniyah
Dalam perkara ini telah tersesat banyak kelompok (dalam memahami ahlus sunnah), padahal ahlus sunnah hanya menyandang satu nama dan nama-nama ini semua tidak mungkin menyatu (ada) pada mereka
Abu Muhammad bercerita kepada kami, katanya: Dan saya mendengar ayahku dan Abu Zur’ah mengisolasi orang yang memiliki pemahaman yang menyimpang dan melakukan bid’ah, menyalahkan pendapat mereka dengan keras, menolak penulisan buku-buku dengan pendapat tanpa berdasarkan atsar, melarang berteman dengan ahli kalam atau membaca buku-buku kaum mutakallimin, serta berkata "Penganut ilmu kalam tidak akan beruntung selamanya."


Telah saya sampaikan semuanya, dan segala puji bagi Allah Rabb semua alam, semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم dan para keluarganya. Akhir kitab I’tiqaduddin



Copyright 2009, Ibnu Majjah



1 www.pustaka-islam.com



2 Abi Hatim Ar-Razi www.ibnumajjah.wordpress.com



3 Periwayatan atsar diatas dapat dilihat pada text asli dalam bahasa arabnya



4 Perkataan (ucapan) dengan lisan, keyakinan dengan hati dan perbuatan dengan anggota badan



5 Banyak dalil mengenai hal itu, diantaranya adalah firman Allah Ta’ala : "Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketaqwaannya." (Muhammad 12). Allah Ta’ala juga berfirman : "Dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya." (Al-Muddatstsir 31). Dia juga berfirman pula : "Dan apabila kepada mereka dibacak ayat-ayat-Nya, maka bertambah iman mereka." (Al-Anfal 2)



6 Ia dihafal di dalam dada, diucapkan dengan lidah dan ditulis di berbagai mushaf. Barangsiapa yang berkeyakinan bahwa Al-Qur’an itu makhluk, maka ia adalah seorang penganut faham Jahmiyah yang sesat. Ahlus Sunnah wal Jama’ah bersepakat bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah dan bukan makhluk



7 Allah Ta’ala berfirman : "Sesungguhnya, segala sesuatu Kami ciptakan dengan takdir." (Al-Qamar 49). Takdir adalah rahasia Allah. Barangsiapa yang tidak menerima ketentuan dan takdir Allah dengan ridla, maka hidupnya tidak akan tenang



8 Mengenai hal itu terdapat beberapa hadits shahih dari Nabi shallallahu `alaihi wa sallam yang bersabda : "Hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin sesudahku." Riwayat ini melalui jalur Al-Irbadh bin Sariyah. Adapula riwayat dari Ibnu ‘Umar yang berkata : "Kami berkata, sedangkan Rasulullah صلی الله عليه وسلم masih hidup : Sebaik-baik ummat Nabi shallallahu `alaihi wa sallam setelah beliau adalah Abu Bakar, Umar kemudian Utsman". Muttafaqun ‘Alaih.



9 Ada beberapa hadits yang diriwayatkan mengenai hal itu. Dari Sa’id bin Zaid yang berkata: Bahwa saya pernah mendengar bahwa beliau bersabda : "Sepuluh orang ada di jannah, Nabi di jannah, Abu Bakar di jannah, Umar di jannah, Utsman di jannah, Ali di jannah, Thalhah di jannah, Sa’ad bin Malik di jannah, Abdurrahman bin ‘Auf di jannah. Bila aku mau akan kusebutkan yang kesepuluh." Para sahabat bertanya : "Siapakah dia ?" Beliau bersabda : "Sa’id bin Zaid" Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ashabus Sunan selain An-Nasa’i. Adapula riwayat lain yang menyebutkan kesepuluh orang itu, dari jalur Abdurrahman bin ‘Auf pada riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad shahih. Di situ, yang kesepuluh adalah Az-Zubair bin Al-‘Awwam



10 Memintakan kasih sayang dan ridla untuk para sahabat Rasulullah صلی الله عليه وسلم merupakan salah satu sifat hamba-hamba Allah yang beriman dan bertaqwa, yang di dalam hati mereka tidak terdapat kebencian, kemunafikan dan kedengkian. Bagaimana mungkin seorang mukmin tidak memintakan rahmat dan ridla Allah untuk para sahabat Rasulullah صلی الله عليه وسلم, sedangkan mereka semua berada di jannah berdasarkan keterangan dari nash Al-Qur’an : "Dan Allah menjanjikan, untuk masing-masing al-husna (kebaikan)" Al-Husna (kebaikan) disini artinya jannah. Allah sendiri telah menyatakan keridlaan-Nya kepada mereka : "Allah meridlai mereka dan mereka pun ridla kepada Allah"



11 Bersemayamnya Allah di atas ‘Arsy-Nya disebutkan dalam tujuh tempat di Al-Qur’an yaitu:

1. Al-A’raf ayat 56; 2. Yunus ayat 3; 3. Ar – Rad ayat 2; 4. Thaha ayat 5; 5. Al – Furqan ayat 59; 6. As – Sajadah ayat 4; 7. Al – Hadid ayat 4



12 Allah Ta’ala berfirman : "Wajah-wajah mu’minin pada hari itu berseri-seri kepada Rabbnya mereka melihat" (Al-Qiyamah 22-23). Nabi صلی الله عليه وسلم juga bersabda : "Sungguh kalian akan melihat Rabb kalian seperti kalian melihat bulan pada malam purnama" Hadits ini terdapat dalam kitab-kitab shahih



13 Dalam Syarah Aqidah Thahawiyah hal. 476-477, Imam Ath-Thahawi berkata : "Ahlus Sunnah bersepakat bahwa jannah dan neraka adalah dua makhluk yang sekarang telah ada" Kemudian beliau menyebutkan banyak dalil, diantaranya Allah Ta’ala berfirman : "Telah disediakan (jannah) itu bagi orang-orang yang bertaqwa" (Ali ‘Imran 133). Dia سبحانه و تعالى juga berfirman : "Yang telah disediakan (jahannam itu) bagi orang kafir" (Ali ‘Imran 131). Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda menceritakan kisah ‘Isra’ dan Mi’raj : "Kemudian, saya memasuki jannah, ternyata ia berupa bukit-bukit permata" Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim



14 Shirath adalah jembatan di atas Jahannam. Kita memohon kesentosaan dan keselamatan kepada Allah. Mengenai itu terdapat banyak hadits yang diriwayatkan dalam kitab-kitab shahih, sunan, musnad dan mu’jam. Lihat buku kami : "Asy-Syafa’ah wa Bayaanul Ladzina Yasyfa’un"



15 Allah Ta’ala berfirman : "Kami memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat"(Al-Anbiya’ 47). Ayat-ayat atau hadits-hadits mengenai hal ini telah diketahui



16 Hadits-hadits mengenai telaga ini mencapai derajat mutawatir, diriwayatkan oleh lebih dari tiga puluh sahabat. Lihat "Al-Bidayah wan Nihayah" Ibnu Katsir, "As-Sunnah" Ibnu Abi Syaibah dan "Ma’arij Al-Qabul" Al-Hakamiy. Dari Anas bin Malik yang berkata : Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda : "Periuk di telagaku besarnya antara Ailah hingga Shan’a di Yaman. Di sana terdapat gayung sebanyak jumlah bintang-bintang di langit" Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim



17 Lihat buku kami "Asy-Syafa’ah wa Bayaanul Ladzina Yasyfa’un kama Warada fil Qur’an was Sunnah Ash-Shahihah”



18 Terdapat hadits-hadits yang diriwayatkan secara mutawatir dari Nabi shallallahu `alaihi wa sallam mengenai hal ini. Barangsiapa menyangka bahwa hadits-hadits tersebut tergolong hadits ahad, maka ia keliru



19 Namanya disebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dengan sanad hasan dari Abu Hurairah



20 Allah Ta’ala berfirman : "Dan sesungguhnya bagi kamu ada malaikat-malaikat yang mengawasi. Yang mulia dan mencatat." (Al-Infithar 10-11)



21 Penyebutan tentang kebangkitan ini banyak sekali terdapat dalam Al-Kitab Al-‘Aziz, khususnya dalam surat-surat Makkiyah, demikian pula dalam sunnah Nabi صلی الله عليه وسلم



22 Saimah ialah binatang-binatang ternak baik itu unta, sapi maupun kambing, yang digembalakan di padang maupun tanah kosong selama satu tahun atau lebih



23Barangsiapa yang ingin lebih mendalami kajian masalah ini, hendaklah ia membaca Aqidah Thahawiyah hal. 390-395



24 Jahmiyah adalah nama yang dinisbatkan kepada Jahm bin Shofwan, dialah orang yang menyatakan peniadaan dan penolakan sifat-sifat Allah



25 Mereka adalah anjing penduduk neraka, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Al-Bukhari

Dikirim pada 19 Desember 2011 di Al Islam


Abu Ja`far At-Thahawi



Alhamdulillahi Rabbil `Alamin. Al-`Allamah Hujjatul Islam Abu Ja`far Al-Warraq Ath-Thahawi-di Mesir-berkata: "Inilah penuturan keterangan tentang aqidah Ahlus Sunnah wal Jama`ah, menurut mahdzab para ahli fiqih Islam: Abu Hanifah An-Nu`man bin Tsabit Al-Kufi, Abu Yusuf Ya`qub bin Ibrahim Al-Anshari dan Abu Abdillah Muhammad bin Al-Hasan Asy-Syaibani Ridwanallahu `alaihim ajma`in, beserta pokok-pokok keagamaan yang mereka yakini dan mereka gunakan untuk beribadah kepada Allah Rabbil `alamin."2

Kami menyatakan tentang tauhid kepada Allah, berdasarkan keyakinan semata-mata berkat taufiq Allah: Sesungguhnya Allah itu Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya.
Tiada sesuatupun yang menyamai-Nya.
Tiada sesuatupun yang dapat melemahkannya.
Tiada yang berhak untuk diibadahi selain diri-Nya.
Yang Maha Terdahulu tanpa berawal, yang Maha Kekal tanpa pernah berakhir.
Tak akan pernah punah ataupun binasa.
Tak ada sesuatupun yang terjadi, melainkan dengan kehendak-Nya.
Tak dapat digapai oleh pikiran, tak juga dapat dicapai oleh pemahaman.
Tidak menyerupai makhluk-Nya.
Yang Maha Hidup tak pernah mati, yang Maha Terjaga dan tak pernah tertidur.
Mencipta tanpa merasa membutuhkan (kepada ciptaan-Nya), membagi rezeki tanpa mengharapkan imbalan.
Mematikan tanpa gentar dan Membangkitkan (setelah mati) tanpa kesulitan.
Dia telah memiliki sifat-sifat itu semenjak dahulu, sebelum mencipta. Dengan terciptanya para makhluk, tak bertambah sedikitpun sifat-sifat-Nya. Yang selalu tetap dengan sifat-sifat­Nya semenjak dahulu tanpa berawal, dan akan terus kekal dengan-Nya, sifat-sifat-Nya selamanya.
Nama-Nya Al-Khaliq sebagai Pencipta, tidaklah disandang-Nya baru setelah Dia menciptakan makhluk-makhluk-Nya. Dan namanya Al-Bari (Yang Menjadikan) tidaklah diambil baru seusai Dia menjadikan hamba-hamba-Nya.
Dia-lah pemilik sebutan Al-Rabb (Pemelihara), dan bukanlah Dia Marhub atau yang dipelihara. Dia juga pemilik sebutan Al-Khaliq dan bukanlah Dia sebagai makhluk.
Sebagaimana Dia adalah Dzat yang menghidupkan segala yang mati (Al-Muhyi), Dia-pun berhak atas sebutan itu, dari sebelum menghidupkan mereka. Demikian juga Ia berhak menyandang sebutan Al-Khaliq sebelum menciptakan mereka.
Untuk itulah, Dia-pun berkuasa atas segala sesuatu, sementara segala sesuatu itu berharap kepada-Nya. Segala urusan bagi-Nya mudah, dan Dia tidaklah membutuhkan sesuatu. Firman-Nya:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Asy-Syura : 11).

Dia menciptakan makhluk dengan ilmu-Nya.
Dia menentukan takdir atas mereka.
Dia menuliskan ajal kematian bagi mereka.
Tiada sesuatupun yang tersembunyi bagi-Nya sebelum Dia menciptakan mereka. Bahkan Dia mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, juga sebelum menciptakan mereka.
Dia memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk ta`at dan melarang mereka melakukan maksiat.
Segala sesuatu berjalan sesuai dengan takdir dan kehendak-Nya, sedangkan kehendak-Nya itu pasti terlaksana. Tidak ada kehendak bagi hamba-Nya melainkan memang apa yang dikehendaki-Nya. Apa yang Dia kehendaki, pasti terjadi. Dan apa yang tidak Dia kehendaki tak akan terjadi.
Dia memberi petunjuk siapa saja yang Dia kehendaki, memelihara dan mengayominya karena keutamaan-Nya. Dia juga menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, menghinakan seseorang dan menghukumnya berdasarkan keadilan-Nya.
Seluruh makhluk berada di bawah kendali kehendak Allah di antara kemurahan, keutamaan, dan keadilan-Nya.
Dia mengungguli musuh-musuh-Nya dan tak tertandingi oleh lawan-lawan-Nya.
Tak seorang pun mampu menolak takdir-Nya, menolak ketetapan hukum-Nya, atau mengungguli urusan-Nya.
Kita mengimani semua itu, dan kita pun meyakini bahwa segalanya datang daripada-Nya.
Sesungguhnya Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam adalah hamba-Nya yang terpilih, Nabi-Nya yang terpandang, dan Rasul-Nya yang diridlai.
Sesungguhnya beliau adalah penutup para Nabi `Alaihimu As-Sallam.
Dia pemimpin orang-orang bertakwa.
Dia penghulu para Rasul.
Kekasih Rabb sekalian alam.
Segala pengakuan sebagai Nabi sesudah beliau adalah kesesatan dan hawa nafsu.
Beliau diutus kepada golongan jin secara umum dan kepada segenap umat manusia, dengan membawa kebenaran, petunjuk dan cahaya yang terang.
Sesungguhnya Al-Qur`an adalah Kalamullah; berasal dari-Nya sebagai ucapan yang tak diketahui kaifiyah (bagaimananya, diturunkan kepada Rasul-Nya sebagai wahyu. Diimani oleh kaum mukminin dengan sebenar-benarnya. Mereka meyakininya sebagai kalam Ilahi yang sesungguhnya. Bukanlah sebagai makhluk sebagaimana ucapan hamba-Nya. Barangsiapa yang mendengarnya (mendengar bacaan Al-Qur`an) dan menganggap itu sebagai ucapan makhluk, maka ia telah kafir. Allah sungguh telah mencelanya, menghinanya, dan mengancamnya dengan Naar (Neraka) Saqar. Allah berfirman:
سَأُصْلِيهِ سَقَرَ

"Aku akan memasukkan ke dalam (Naar) Saqar." (QS. Al-Muddatsir: 26). Allah mengancam mereka dengan Naar Saqar tatkala mereka mengatakan:

إِنْ هَذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ

"Ini (Al-Qur`an) tidak lain hanyalah perkataan manusia." (QS. Al-Muddatsir : 25). Dengan itu kita pun mengetahui bahwa Al-Qur`an itu adalah kalam (ucapan) Pencipta manusia dan tidak menyerupai ucapan manusia.

Barangsiapa yang mensifati Allah dengan kriteria-kriteria manusia, maka dia sungguh telah kafir. Barangsiapa yang memahami hal ini niscaya dia dapat mengambil pelajaran. Akan dapat menghindari ucapan yang seperti perkataan orang-orang kafir, dan mengetahui bahwa Allah dengan sifat-sifat-Nya tidaklah seperti makhluk-Nya.
Melihat Allah adalah hak pasti (benar adanya) bagi Ahli Jannah (penduduk surga) tanpa dapat dijangkau oleh ilmu manusia, dan tanpa manusia mengetahui bagaimana memahami hal itu sebagaimana dinyatakan Rabb kita dalam Al-Qur`an:
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ. إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

"Wajah-wajah (orang mukmin) pada waktu itu berseri-seri. Mereka betul-betul memandang kepada Rabb mereka." (QS. Al-Qiyamah: 22-23).

Pengertian (sebenar)nya, adalah sebagaimana yang dikehendaki dan diketahui oleh Allah. Setiap hadits shahih yang diriwayatkan dalam persoalan itu, pengertian sesungguhnya adalah sebagaimana yang dikehendaki Allah. Tidak pada tempatnya kita terlibat untuk mentakwilkannya dengan pendapat-pendapat kita, atau menduga-duga saja dengan hawa nafsu kita.

Sesungguhnya seseorang tidak akan selamat dalam agamanya, sebelum ia berserah diri kepada Allah dan Rasul-Nya, dan menyerahkan ilmu yang belum jelas baginya kepada orang yang mengetahuinya.
Sesungguhnya Islam hanyalah berpijak di atas pondasi penyerahan diri dan kepasrahan kepada Allah.
Barangsiapa yang mencoba mempelajari ilmu yang terlarang, tidak puas pemahamannya untuk pasrah, maka ilmu yang dipelajarinya itu akan menutup jalan baginya untuk memurnikan tauhid, menjernihkan ilmu pengetahuan dan membetulkan keimanan.
Maka menjadilah ia orang yang terombang-ambing antara keimanan dan kekufuran, pembenaran dan pendustaan, pengikraran dan pengingkaran. Selalu kacau, bimbang, tidak bisa dikatakan ia membenarkan dan beriman, tidak juga dapat dikatakan kafir dan ingkar.
Tidak sah keimanan seseorang yang mengimani bahwa penghuni jannah akan memandang Rabb mereka, yang semata-mata ditegakkan di atas prasangka (keragu-raguan) menganggapnya sebagai `praduga` atau takwil dengan pemikirannya. Karena penafsiran `penglihatan` itu, dan juga penafsiran segala pengertian yang disandarkan kepada Rabb, haruslah tanpa mentakwilkannya dan dengan kepasrahan diri. Itulah sandaran dien/keyakinan kaum muslimin.
Barangsiapa yang tidak menghindari penafian Asma` dan shifat Allah atau menyerupakan-Nya dengan makhluk-Nya, dia akan tergelincir dan tak akan dapat memelihara kesucian diri.
Sesungguhnya Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tersifati dengan sifat Wahdaniyah (Maha Tunggal), tersifati dengan sifat Fardaniyah (ke-Maha Esa-an). Tak seorangpun dari hamba-Nya yang menyamai sifat-sifat tersebut.
Maha suci diri-Nya dari batas-batas dan dimensi makhluk atau bagian dari makhluk, anggota tubuh dan perangkat-Nya. Dia tidak terkungkungi oleh enam penjuru arah yang mengungkungi makhluk ciptaan-Nya.
Mi`raj (naiknya Nabi ke Sidratul Muntaha) adalah benar adanya. Beliau telah diperjalankan dan dinaikan (ke langit) dengan tubuh kasarnya (jasmani) dalam keadaan sadar, dan juga ke tempat-tempat yang dikehendaki Allah di atas ketinggian. Allah-pun memuliakan beliau dan mewahyukan kepadanya apa yang hendak Dia wahyukan.


مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى

"Tidaklah hatinya mendustakan apa yang dilihatnya." (QS. An-Najm: 11).

Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atas diri beliau di dunia dan di akhirat.3

Haudh (telaga) Al-Kautsar yang dijadikan Allah kemuliaan baginya -dan pertolongan bagi umatnya- adalah benar adanya.
Syafa`at yang diperuntukkan Allah bagi mereka adalah benar adanya sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits.
Perjanjian yang diikatkan Allah atas diri Adam dan anak cucunya (sebelum mereka dilahirkan-pent.) adalah benar adanya.
Semenjak zaman yang tak berawal, Allah telah mengetahui jumlah hamba-Nya yang akan masuk Jannah dan yang akan masuk Naar secara keseluruhan. Jumlah itu tak akan bertambah atau berkurang. Demikian juga halnya perbuatan-perbuatan mereka yang telah Allah ketahui apa yang akan mereka perbuat itu (juga tak akan berubah).
Setiap pribadi akan dimudahkan menjalani apa yang sudah menjadi kodratnya, sedangkan amalan-amalan itu (dinilai) bagaimana akhirnya. Orang yang bahagia adalah orang yang berbahagia dengan ketentuan kodratnya. Demikian juga orang yang celaka adalah yang celaka dengan ketentuan kodratnya.
Asal dari takdir adalah rahasia Ilahi yang tak diketahui hamba-hamba-Nya. Tak dapat diselidiki baik oleh malaikat yang dekat dengan-Nya, ataupun Nabi yang diutus-Nya. Memberat-beratkan diri menyelidiki hal itu adalah sarana menuju kehinaan, tangga keharaman, dan mempercepat penyelewengan.
Waspadai dan waspadailah seluruh pendapat-pendapat, pemikiran-pemikiran, dan bisikan-bisikan tentang takdir tersebut. Sesungguhnya Allah menutupi ilmu tentang takdir-Nya agar tidak diketahui makhluk-Nya dan melarang mereka untuk mencoba menggapainya. Sebagaimana yang difirmankan-Nya:

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

"Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanya." (QS. Al-Anbiyaa`: 23).

Barangsiapa yang bertanya: "Kenapa Dia lakukan itu?", berarti ia menolak hukum Al-Qur`an. Barangsiapa menolak hukum Al-Qur`an, berarti ia termasuk orang-orang kafir.

Inilah sejumlah persoalan yang dibutuhkan oleh orang-orang yang hatinya terang dari
kalangan para wali Allah. Itulah derajat orang-orang yang sudah mendalam ilmunya. Karena
ilmu itu ada dua macam, yaitu: ilmu yang dapat digapai makhluk (ilmu agama-pent.) dan ilmu
yang terselubung baginya (ilmu ghaib). Mengingkari ilmu yang pertama berarti kekufuran.
Dan mengaku-aku memiliki ilmu yang kedua juga kekufuran. Keimanan itu hanyalahterpatri dengan menerima ilmu yang harus digapai manusia, dan menghindarkan diri dari mencari ilmu yang terselubung.
Kita juga mengimani adanya Al-Lauh Al-Mahfudz, Al-Qalam, dan segala yang tercatat di dalamnya.
Seandainya seluruh makhluk bersepakat terhadap suatu urusan yang telah Allah tetapkan untuk terjadi, agar urusan itu batal, mereka tak akan mampu untuk mengubahnya. Sebaliknya seandainya mereka berkumpul menghadapi urusan yang telah Allah tetapkan untuk tidak terjadi, agar urusan itu terjadi, merekapun tidak akan mampu mengubahnya. Qalam (catatan) Allah telah ditetapkan untuk segala sesuatu yang akan terjadi sampai datangnya Hari Kiamat.
Sesuatu yang -ditakdirkan- tidak akan menimpa seorang hamba, maka tidak akan menimpanya. Dan yang akan mengenainya, maka tidak akan meleset.
Hendaknya seorang hamba tahu bahwa ilmu Allah telah mendahului segala sesuatu yang akan terjadi pada makhluk-Nya. Dia telah menentukan takdir yang baku yang tak bisa berubah. Tak ada seorang makhluk pun baik di langit maupun di bumi yang dapat membatalkan, meralatnya, menghilangkannya, mengubahnya, menggantinya, mengurangi, ataupun menambahnya.
Itulah buhul ikatan keimanan dan dasar-dasar ma`rifat dan pengakuan terhadap ke-Esa-an dan ke-Rububiyyah-an Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana yang difirmankan dalam Al-Qur`an:
وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيراً

"Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya." (QS. Al-Furqan : 2). Dan firman-Nya:

وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَراً مَّقْدُوراً

"Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku." (QS. Al-Ahzab : 38).

Maka celakalah orang yang betul-betul menjadi musuh Allah dalam persoalan takdir-Nya. Dan mengikutsertakan hatinya yang sakit untuk membahasnya.4 Karena lewat praduganya ia telah mencari-cari dan menyelidiki ilmu ghaib yang merupakan rahasia tersembunyi. Akhirnya ia kembali dengan membawa dosa dan kedustaan.
Arsy dan Kursiy-Nya adalah benar adanya.
Dia tidak membutuhkan `Arsy-Nya itu dan apa yang ada di bawahnya. Dia menguasai segala sesuatu dan apa-apa yang ada di atasnya. Dan Dia tidak memberi kemampuan kepada makhluk-Nya untuk menguasai segala sesuatu.
Kita juga menyatakan dengan penuh keimanan dan penyerahan diri bahwa sesungguhnya Allah telah menjadikan Nabi Ibrahim `alaihis salam sebagai kekasih-Nya, dan mengajak Nabi Musa `alaihis salam untuk berbicara dengan sebenar-benarnya.
Kita mengimani para Malaikat, para Nabi, dan kitab-kitab yang diturunkan kepada para Rasul. Kita pun bersaksi, bahwa mereka berada di atas kebenaran yang nyata.
Kita menyebut mereka yang (shalat) menghadap kiblat kita dengan (sebutan) kaum muslimin dan kaum mukminin selama mereka mengakui apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dan membenarkan segala apa yang beliau ucapkan dan beritakan.
Kita tidak mempergunjingkan Allah dan tidak membantah (ajaran) dien Allah.
Kita tidak menyanggah Al-Qur`an, dan bersaksi bahwa ia adalah Kalam Rabbul `Alamin, diturunkan dengan perantaraan Ruhul Amin (Malaikat Jibril), lalu diajarkan kepada Penghulu para Nabi yaitu Muhammad shallallahu `alaihi wa `ala alaihi ajma`in (salaaman tasliman katsiran). Ia adalah Kalam Ilahi yaitu yang tak akan dapat diserupakan dengan ucapan makhluk-makhluk-Nya. Kita pun tidak mengatakannya sebagai makhluk dan (dengan itu) tidak akan menyelisihi Jama`ah kaum muslimin.
Kita tidak mengafirkan Ahli Kiblat (kaum muslimin) hanya karena suatu dosa, selama dia tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang dihalalkan. Namun kita juga tidak mengatakan bahwa dosa itu sama sekali tidak berbahaya bagi orang yang melakukannya selama ia masih beriman.
Kita mengharapkan agar orang-orang yang berbuat fajir dari kalangan mukminin dapat diampuni dosa-dosa mereka dan dimasukkan Jannah karena rahmat-Nya, namun kita tidak menganggap mereka aman dari siksa-Nya.
Merasa aman dari siksa, atau putus asa dari ampunan Allah, keduanya dapat mengeluarkan dari Islam. Jalan yang benar bagi orang Islam adalah antara keduanya
Seorang hamba hanya akan keluar dari keimanannya kalau ia mengingkari apa yang telah ia imani.
Iman adalah [pembenaran dalam hati], pengakuan dengan lidah, dan pembuktian dengan (amalan) anggota badan.
Seluruh yang diriwayatkan dengan shahih dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam berupa ajaran syari`at adalah benar adanya.
Iman itu adalah satu bentuk. Pemilik keimanan tersebut dilihat dari asal imannya5 adalah
sama
Keutamaan di antara mereka diukur dengan ketakwaan, rasa takut kepada Allah, menghindari hawa nafsu, dan melakukan sesuatu yang lebih utama.
Kaum mukminin seluruhnya adalah wali-wali Ar-Rahman.
Yang paling mulia di antara mereka adalah yang paling taat dan paling ittiba` dengan ajaran Al-Qur`an.
Pengertian Iman adalah: Beriman kepada Allah, para Malaikat, Kitab-Kitab-Nya, para Rasul­Nya, Hari Akhir, dan Takdir baik maupun buruk, manis maupun pahit. Dan bahwa kesemuanya berasal dari Allah.

Kita mengimani semua itu. Kita tidak membeda-bedakan seorang pun di antara para Rasul. Kita membenarkan mereka semua beserta apa yang mereka bawa.
Para pelaku dosa besar di kalangan umat Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam (bisa) masuk Naar, namun mereka tak akan kekal di dalamnya kalau mereka mati dalam keadaan bertauhid. Meskipun mereka belum bertaubat namun mereka menemui Allah (mati) dengan menyadari dosa mereka. Mereka diserahkan kepada kehendak dan keputusan Allah. Kalau Dia menghendaki, maka mereka dapat diampuni dan dimaafkan dosa-dosa mereka dengan keutamaan-Nya, sebagaimana yang difirmankan Allah `Azza wa Jalla:
وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

"Dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. An-Nisa`: 48, 116).

Dan jikalau Dia menghendaki, mereka diadzab-Nya di Naar dengan keadilan-Nya. Kemudian Allah akan mengeluarkan mereka dari dalamnya dengan rahmat-Nya dan syafa`at orang yang berhak memberi syafa`at di kalangan hamba-Nya yang ta`at. Lalu mereka pun diangkat ke Jannah-Nya. Hal itu karena Allah adalah Wali bagi siapa yang berma`rifah kepada-Nya, maka Dia pun tidak menjadikan keadaan mereka di dunia dan di akhirat sama seperti mereka yang tidak berma`rifah kepada-Nya. Yaitu mereka yang luput, tak mendapatkan petunjuk-Nya, dan tidak dapat memperoleh hak kewalian-Nya. Wahai Dzat yang menjadi Wali bagi Islam dan pemeluknya, teguhkanlah kami bersama Islam sehingga kami datang menghadap ke haribaan-Mu.

Kami menganggap sah shalat (jama`ah) di belakang Imam, baik yang shalih maupun yang fasik dari kalangan Ahli Kiblat. Dan menshalatkan siapa saja yang meninggal di antara mereka.
Kita tak dapat memastikan mereka, masuk Jannah atau Naar.
Kita tak bisa bersaksi bahwa mereka itu kafir, musyrik, maupun munafik, selama semua itu tidak tampak nyata dari diri mereka. Kita menyerahkan rahasia hati mereka kepada Allah Ta`ala.
Kita tidak boleh mengangkat pedang (berperang/menumpahkan darah) terhadap seorang pun dari ummat Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam, kecuali terhadap mereka yang wajib diperangi.
Kita juga tidak membolehkan memberontak terhadap pemimpin-pemimpin dan Ulul `Amri kita, meskipun mereka berbuat lalim. Kita tidak menyumpahi mereka dan tidak berlepas diri dengan tidak taat kepada mereka. Kita berkeyakinan bahwa mentaati mereka sepanjang dalam ketaatan kepada Allah adalah wajib, selama mereka tidak menyuruh berbuat maksiat. Kita tetap mendoakan kebaikan untuk mereka dan agar mereka dikaruniai kebaikan jasmani maupun rohani.
Kita tetap mengikuti As-Sunnah dan Al-Jama`ah, menghindari sesuatu yang aneh, perselisihan (yang didasari menyelisihi Al-Jama`ah-pent.) dan menghindari perpecahan.
Kita mencintai orang yang adil dan menjaga amanah serta membenci orang yang zhalim dan khianat.
Terhadap sesuatu yang masih samar ilmunya bagi kita, kita mengucapkan Allahu A`lam.
Kita berpendapat disyari`atkannya mengusap khuff (sepatu) baik di waktu mukim maupun safar (bepergian). Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa riwayat.
Jihad dan ibadah haji dilakukan bersama Ulul `Amri, baik yang shalih maupun yang fasik, hingga hari kiamat. Keduanya tak dapat dibatalkan dan dirusak oleh segala sesuatu.
Kita mengimani para Malaikat yang Mulia, pencatat amal manusia. Sesungguhnya Allah telah menjadikan mereka sebagai pengawas bagi kita.
Kita juga mengimani Malaikat Maut yang diberi tugas mencabut nyawa para makhluk hidup.
Kita pun mengimani adanya adzab kubur bagi orang yang berhak mendapatkannya dan juga pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir kepadanya di dalam kubur tentang Rabb dan agamanya berdasarkan riwayat-riwayat dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam serta para sahabat Ridwanullahu `alaihim ajma`in. Alam kubur adalah taman-taman Jannah atau kubangan-kubangan Naar.
Kita juga mengimani Hari Ba`ats dan balasan amal perbuatan pada hari kiamat, kita juga mengimani pendedahan (penyingkapan) amal perbuatan, hisab, pembacaan catatan amal, ganjaran baik dan siksa, shirat dan al-mizan di Hari Kiamat.
Jannah dan Naar adalah dua makhluk Allah yang kekal, tak akan punah dan binasa. Sesungguhnya Allah telah menciptakan keduanya sebelum penciptaan makhluk lain dan Allah-pun menciptakan penghuni bagi keduanya.
Barangsiapa yang dikehendaki-Nya untuk masuk Jannah, maka itu adalah keutamaan dari­Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki-Nya untuk masuk Naar, maka itu adalah keadilan dari-Nya. Masing-masing akan beramal sesuai dengan apa yang menjadi ketetapan dari-Nya dan akan kembali kepada apa yang menjadi kodratnya. Kebaikan dan keburukan seluruhnya telah ditetapkan atas hamba-hamba-Nya.
Kemampuan, yang dengan wujudnya datang kewajiban amal adalah semacam taufik yang bukan merupakan kriteria mahkluk. Adapun kemampuan dalam arti kesehatan tubuh, potensi, kekuatan, dan selamatnya diri dari bermacam musibah, adalah persiapan sebelum melakukan amalan. Dengan itulah hukum tersebut digantungkan, sebagaimana yang difirmankan Allah:


لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا



"Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sebatas kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah: 286).

Amal perbuatan hamba adalah makhluk Allah, namun juga hasil usaha hamba itu sendiri.
Allah hanya membebani mereka sebatas yang mereka mampu. Dan mereka pun memang tidak akan mampu melainkan sebatas apa yang dibebankan Allah atas mereka. Itulah pengertian kalimat Laa haula wa laa quwwata illa billah. Kita mengatakan: tiada jalan bagi seorang hamba dan tidak pula ia memiliki kebebasan beraktivitas, dan beranjak meninggalkan maksiat melainkan dengan pertolongan Allah. Dan seorang pun tidak memiliki kekuatan untuk melaksanakan dan bertahan dalam ketaatan kepada Allah, melainkan dengan taufik-Nya.
Segala sesuatu berlaku menurut kehendak, ilmu, keputusan dan takdir-Nya. Dia berbuat sekehendak-Nya, namun tidaklah sekali-kali Dia mendzhalimi hamba-Nya.
لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

"Tidaklah Dia ditanya tentang apa yang Dia perbuat, tetapi merekalah yang akan ditanya tentang (apa yang mereka perbuat)." (QS. Al-Anbiyaa`: 23).

Do`a dan sedekah orang yang hidup dapat bermanfaat bagi mereka yang sudah mati.
Allah Ta`ala mengabulkan segala do`a dan memenuhi segala kebutuhan hamba-Nya
Dia-lah yang memiliki segala sesuatu namun tidak dimiliki oleh sesuatu. Tidak sekejappun (hamba-hamba-Nya) lepas dari rasa butuh kepada-nya. Barangsiapa yang merasa tak butuh kepada Allah sekejappun, dia telah kafir dan termasuk orang yang binasa.
Allah Subahanahu wa Ta`ala juga Murka dan Ridhla, namun tidak menyerupai satupun dari makhluk-Nya.
Kita mencintai para sahabat Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, namun tidak berlebihan dalam mencintai salah seorang di antaranya. Tidak juga kita bersikap meremehkan terhadap seorang pun dari mereka. Kita membenci siapa-siapa yang membenci mereka dan siapa-siapa yang menyebutkan mereka dengan kejelekan. Kita pun hanya menyebut mereka dalam kebaikan. Mencintai mereka adalah pengamalan ad-dien (agama), keimanan, dan ihsan. Sementara membenci mereka adalah kekufuran, kemunafikan, dan melampaui batas.
Kita mengakui kekhalifahan sepeninggal Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam. Yang pertama adalah Abu Bakr As-Shiddiq radliyallahu `anhu sebagai sikap mengutamakan dan mengunggulkan dirinya atas semua umat Islam.
Kemudian `Umar bin Al-Khattab radliyallahu `anhu.
Setelah itu `Utsman bin `Affan radliyallahu `anhu.
Kemudian `Ali bin Abi Thalib radliyallahu *anhu.
Merekalah yang disebut dengan Al-Khulafa` Ar-Rasyidun dan para imam yang mendapat petunjuk.
Sepuluh orang sahabat yang disebut-sebut Nabi dan diberi kabar gembira sebagai penghuni Jannah, kita akui sebagai penghuni Jannah berdasarkan persaksian Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dan perkataan beliau yang benar. Mereka adalah: Abu Bakr, `Umar, `Utsman, `Ali, Thalhah [bin `Ubaidillah], Az-Zubeir [bin Al-Awwam], Sa`ad [bin Abi Waqqas], Sa`id [bin Zaid], Abdurrahman bin `Auf, dan Abu `Ubaidah Al-Jarrah --orang tepercaya umat ini--radliyallahu `anhum.
Barangsiapa yang membaguskan ucapannya terhadap para sahabat Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, istri-istri beliau yang bersih dari segala noda, serta anak cucu beliau yang suci dari segala najis, maka orang itu telah selamat dari kemunafikan.
Para `ulama As-Salaf terdahulu [para sahabat-pent.] dan yang sesudah mereka dari kalangan Tabi`in adalah pelaku kebaikan dan ahli hadits, ahli fiqih, dan ahli ushul. Mereka semuanya harus disebutkan kebaikannya. Barangsiapa yang menjelek-jelekkan mereka, maka dia tidak berada di atas jalan mereka (para sahabat).
Kita tidak mengutamakan salah seorangpun di antara para wali Allah di atas seorang Nabi `Alaihi As-Sallam. Bahkan kita mengatakan bahwa seorang saja dari para Nabi itu lebih utama dibanding seluruh para wali.
Kita mengimani adanya karomah-karomah mereka dan segala riwayat tentang mereka yang dinukil dari para perawi yang tepercaya.
Kita juga mengimani adanya tanda-tanda hari kiamat berupa keluarnya Ad-Dajjal dan turunnya Nabi `Isa `Alaihis Sallam dari langit. Kita juga mengimani terbitnya matahari dari barat dan keluarnya Ad-Daabbah [salah satu tanda kiamat yaitu binatang yang dapat berbicara seperti manusia-pent.] dari kediamannya.
Kita tidak mempercayai (ucapan) dukun maupun peramal, demikian juga setiap orang yang mengakui sesuatu yang menyelisihi Al-Kitab dan As-Sunnah serta Ijma` kaum muslimin.
Kita meyakini bahwa Al-Jama`ah adalah haq dan kebenaran, sementara Al-Furqah adalah penyimpangan dan siksaan.
Ad-Dien (agama) Allah di langit dan di bumi hanyalah satu, yaitu dienul Islam, Allah berfirman:
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ

"Sesungguhnya agama (yang diridhlai) di sisi Allah hanyalah Al-Islam." (QS. Ali `Imran: 19). Dia juga berfirman:

وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً

"Dan telah Aku ridlai Islam sebagai agama bagimu." (QS. Al-Maidah: 3).

Dan Islam itu berada di antara sikap berlebih-lebihan dan sikap meremehkan, antara menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat makhluk dan menafikkan (meniadakan) sifat-sifat itu, antara Jabriyah (kaum yang bersandar kepada takdir saja) dan Al-Qadariyah (kaum yang menolak takdir), dan antara yang merasa aman dari siksa Allah dan yang putus asa dari rahmat Allah.

Inilah agama dan keyakinan kami lahir maupun batin. Kami berlepas diri --dengan kembali kepada Allah-- dari setiap yang menyelisihi apa yang kami sebutkan dan kami jelaskan. Kita memohon kepada Allah untuk menetapkan diri kita di atas keimanan, mematikan kita dengan keyakinan itu, memelihara kita dari pengaruh hawa nafsu yang bermacam-macam, dan dari pendapat-pendapat yang beraneka ragam, dan mahdzab-mahdzab yang jelek, seperti: Mu`tazilah, Al-Jahmiyyah, Al-Jabriyyah, Al-Qadariyyah, dan lain-lain, dari kalangan mereka yang menyelisihi Al-Jama`ah dan bersanding dengan kesesatan. Kita berlepas diri dari mereka. Dan mereka menurut kami adalah orang-orang sesat dan jahat. Wa billahi Al-`Ishmatu wa At-Taufiq.








Copyright 2009, Ibnu Majjah



1 www.perpustakaan-islam.com



2 Mukaddimah ini dikutip dari matan Al-Aqidah Ath-Thahawiyah dengan syarah dan komentar Syaikh Al-Albany.



3 Tambahan ini berasal dari matan Al-Aqidah Ath-Thahawiyyah dengan komentar Al-Albani



4 [Ungkapan ini terdapat juga dalam naskah aslinya sebagai berikut: "Celakalah orang yang sesat dalam memahami takdir-Nya karena hatinya yang sakit." Dalam naskah yang lain "Celakalah orang yang hatinya sakit dalam memahami takdirnya” Yang tertulis di sini berasal dari matan AL-Aqidah Ath-Thahawiyyah dengan syarah Al-Albany.].



5 [Syaikh Abdul `Aziz bin Baz dalam komentarnya terhadap Matan Al-Aqidah Ath-Thahahiwah menyatakan: `Ucapan beliau "Pemilik keimanan itu dilihat dari asal al-imannya adalah sama" perlu diteliti lagi. Bahkan jelas kebatilannya. Justru mereka bertingkat-tingkat dengan perbedaan yang mencolok. Iman para Rasul tidaklah dapat disamakan dengan iman selain mereka. Demikian juga imannya para khulafa`ur rasyidun dan para sahabat lainnya, tidaklah sama dengan generasi belakangan. Iman orang yang betul-betul beriman juga tak sama dengan iman orang fasik. Keterpautan itu, didasari dengan perbedaan apa yang di dalam hati, berupa pengenalan terhadap Allah, Asma` dan Shifat-Nya dan apa-apa yang disyari`atkan bagi hamba-Nya. Itulah pendapat Ahlussunnah wal Jama`ah. Berseberangan dengan pendapat Al-Murji`ah dan yang sependapat dengan mereka, Wallahul Musta`an.

Dikirim pada 19 Desember 2011 di Al Islam


Perikarditis Akut adalah peradangan pada perikardium (kantung selaput jantung), yang dimulai secara tiba-tiba dan sering menyebabkan nyeri.

Peradangan menyebabkan cairan dan produk darah (fibrin, sel darah merah dan sel darah putih) memenuhi rongga perikardium.

PENYEBAB

Perikarditis akut memiliki bermacam-macam penyebab, mulai dari infeksi virus sampai kanker.

Penyebab lainnya adalah:

• AIDS

• Serangan jantung (infark miokardial)

• Pembedahan jantung

• Lupus eritematosus sistemik

• Penyakit rematik

• Kegagalan ginjal

• Cedera

• Terapi penyinaran

• Kebocoran darah dari suatu aneurisma aorta.



Perikarditis akut juga bisa merupakan akibat dari efek samping obat tertentu (misalnya antikoagulan, penisilin, prokainamid, fenitoin dan fenilbutazon).

GEJALA

Biasanya perikarditis akut menyebabkan demam dan nyeri dada, yang menjalar ke bahu kiri dan kadang ke lengan kiri.

Nyerinya menyerupai serangan jantung, tetapi pada perikarditis akut nyeri ini cenderung bertambah buruk jika berbaring, batuk atau bernafas dalam.



Perikarditis dapat menyebabkan tamponade jantung, suatu keadaan yang bisa berakibat fatal.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik (mendengarkan bunyi jantung dengan stetoskop).

Perikarditis dapat menyebabkan bunyi berderak yang mirip dengan bunyi keriat-keriut sepatu kulit.



Foto rontgen dada dan ekokardiografi dapat memperlihatkan banyaknya cairan di dalam perikardium.

Ekokardiografi juga dapat menunjukkan penyebabnya (misalnya tumor) dan menunjukkan tekanan cairan perikardium pada bilik jantung kanan. Tekanan yang tinggi merupakan tanda kemungkinan terjadinya tamponade jantung.



Pemeriksaan darah bisa menunjukkan beberapa keadaan yang menyebabkan perikarditis, seperti leukemi, AIDS, infeksi, demam rematik dan kadar urea darah yang meningkat yang disebabkan oleh gagal ginjal.

PENGOBATAN

Penderita biasanya dirawat di rumah sakit, diberikan obat untuk mengurangi peradangan (misalnya aspirin atau ibuprofen) dan diawasi kemungkinan terjadinya komplikasi (terutama tamponade jantung).



Bila nyerinya hebat mungkin perlu diberikan opium (misalnya morfin) atau corticosteroid.

Obat yang paling sering digunakan untuk nyeri yang hebat adalah prednisone.



Pengobatan lanjutan dari perikarditis akut bervariasi, tergantung kepada penyebabnya.

Penderita kanker mungkin memberikan respon terhadap kemoterapi (obat anti kanker) atau terapi penyinaran; tetapi biasanya penderita menjalani pembedahan untuk mengangkat perikardium.

Penderita gagal ginjal mungkin akan memberikan respon terhadap perubahan program dialisa yang dijalaninya.

Infeksi bakteri diobati dengan antibiotik dan nanah dari perikardium dibuang melalui pembedahan.

Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka pemakaian obat tersebut segera dihentikan.



Aspirin, ibuprofen atau corticosteroid diberikan kepada penderita yang mengalami perikarditis berulang yang disebabkan oleh virus.

Pada beberapa kasus diberikan colchicine.



Jika penanganan dengan obat-obatan gagal, biasanya dilakukan pembedahan untuk mengangkat perikardium.



PROGNOSIS

Prognosis tergantung kepada penyebabnya.

Jika disebabkan oleh virus atau jika penyebabnya tidak jelas, penyembuhan biasanya memerlukan waktu 1-3 minggu.

Komplikasi maupun kekambuhan bisa memperlambat penyembuhan.

Penderita kanker yang telah menyebar ke perikardium bertahan hidup sampai 12-18 bulan.

Dikirim pada 16 Desember 2011 di Kesehatan


Arthritis Reumatoid merupakan salah satu penyakit rematik yang paling sering. Tidak hanya pada usia lanjut namun dapat juga mengenai usia muda.

Anda yang mengalami penyakit ini pasti sulit menjalani kegiatan sehari-hari dengan ada nya nyeri, deformitas sendi, dan mungkin sudah menyerah dan menggunakan kursi roda.

Tips-tips dibawah ini dapat membantu anda untuk mengurangi gejala diatas dan dapat menjalani kegiatan sehari-hari tanpa dihambat oleh rematik.

Konsultasi kan penyakit arthritis reumatoid anda dengan dokter ahli reumatologi. Hal ini sangat penting untuk menentukan pengobatan mana yang tepat untuk anda. Apabila anda sudah mendapatkan pengobatan yang tepat, tetap teruskan obat-obatan sesuai dengan indikasi.

Jangan ragu-ragu untuk meminta bantuan orang lain bila sedang mengalami nyeri atau lainnya.

Tetap melakukan olah raga. Olah raga merupakan satu hal yang penting untuk menjaga anda tetap mobil (bergerak). Saat anda menggerakkan sendi, anda sudah menjaga sendi anda kuat dan fleksibel

Gunakan alat bantu bila perlu. Untuk usia lanjut disarankan untuk menggunakan tongkat pada sendi yang sakit. Selain itu gunakan sepatu yang cocok untuk kaki anda. Dengan menggunakan sepatu yang cocok untuk menopang anda akan mengurangi nyeri dan jatuh.

Istirahat yang cukup. Peneliti menganjurkan jika kita tidur yang cukup dapat mecegah kelelahan dan nyeri.

Makan makanan yang sehat. Masih banyak penelitian yang dikerjakan mengenai hubungan makanan dan arthritis reumatoid (rematik). Anda dianjurkan makan makanan yang rendah lemak dan kalori, kaya akan buah, sayuran dan gandum.

Terapi panas dan dingin. Terapi panas dan dingin dianjurkan untuk menghilangkan nyeri dan meningkatkan mobilitas sementara pada sendi yang kaku. kompres panas dapat menurunkan ketegangan otot dan melancarkan sirkulasi darah. Sedangkan compress dingin dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan dan sangat membantu mengurangi rasa nyeri

http://www.klikdokter.com/article/detail/339



Dikirim pada 16 Desember 2011 di Kesehatan


ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR

DENGAN CAPUT SUCCADENEUM

TERHADAP BAYI Ny.I

TAHUN 2007



Disusun Oleh



DALINA

NIM. 06242008



POLITEKNIK KESEHATAN
DEPARTEMEN KESEHATAN TANJUNG KARANG


PROGRAM STUDI KEBIDANAN METRO

TAHUN 2007





CAPUT SUCCADENEUM

Pengertian

Caput succadeneum adalah edema kulit kepala anak yang terjadi karena tekanan dari jalan lahir kepada kepala anak. Atau pembengkakan difus, kadang-kadang bersifat ekimotik atau edematosa, pada jaringan lunak kulit kepala, yang mengenai bagian kepala terbawah, yang terjadi pada kelahiran verteks.

Karena tekanan ini vena tertutup, tekanan dalam capilair veneus meninggi hingga cairan masuk ke dalam jaringan longgar dibawah lingkaran tekanan dan pada tempat yang terendah.

Merupakan benjolan yang difus kepala, dan melampaui sutura garis tengah. (Obstetri fisiologi, UNPAD, 1985, hal : 254)



Etiologi

Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya caput succadeneum pada bayi baru lahir yaitu :

Persalinan lama

Dapat menyebabkan caput succadeneum karena terjadi tekanan pada jalan lahir yang terlalu lama, menyebabkan pembuluh darah vena tertutup, tekanan dalam capilair venus meninggi hingga cairan masuk kedalam cairan longgar dibawah lingkaran tekanan dan pada tempat yang terendah.

Persalinan dengan ekstraksi vakum

Pada bayi yang dilahirkan vakum yang cukup berat, sering terlihat adanya caput vakum sebagai edema sirkulasi berbatas dengan sebesar alat penyedot vakum yang digunakan. (Obstetri fisiologi, UNPAD, 1985, hal 254)



Patofisiologi

Pembengkakan yang terjadi pada kasus caput succadeneum merupakan pembengkakan difus jaringan otak, yang dapat melampaui sutura garis tengah.

Adanya edema dikepala terjadi akibat pembendungan sirkulasi kapiler dan limfe disertai pengeluaran cairan tubuh. Benjolan biasanya ditemukan didaerah presentasi lahir dan terletak periosteum hingga dapat melampaui sutura. (Sarwono, Ilmu Kebidanan,2002, Hal : 716)



Tanda dan Gejala

Adanya edema dikepala

Pada perabaan teraba lembut dan lunak

Edema melampaui sela-sela tengkorak

Batas yang tidak jelas

Biasanya menghilang 2-3 hari tanpa pengobatan

(IKA, Nelson 1992. Hal 608-609)



Penatalaksanaan

Bayi dengan caput succadeneum diberi ASI langsung dari ibu tanpa makanan tambahan apapun, maka dari itu perlu diperhatikan penatalaksanaan pemberian ASI yang adekuat dan teratur.

Bayi jangan sering diangkat karena dapat memperluas daerah edema kepala.

Atur posisi tidur bayi tanpa menggunakan bantal

Mencegah terjadinya infeksi :

Perawatan tali pusat

Personal hygiene baik

Berikan penyuluhan pada orang tua tentang :

Perawatan bayi sehari-hari, bayi dirawat seperti perawatan bayi normal

Keadaan trauma pada bayi , agar tidak usah khawatir karena benjolan akan menghilang 2-3 hari.

Berikan lingkungan yang nyaman dan hangat pada bayi.

Awasi keadaan umum bayi.



Pembengkakan pada caput succadeneum dapat meluas menyeberangi garis tengah atau garis sutura. Dan edema akan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Pembengkakan dan perubahan warna yang analog dan distorsi wajah dapat terlihat pada kelahiran dengan presentasi wajah. Dan tidak diperlukan pengobatan yang spesifik, tetapi bila terdapat ekimosis yang ektensif mungkin ada indikasi melakukan fisioterapi dini untuk hiperbilirubinemia.

Moulase kepala dan tulang parietal yang tumpang tindih sering berhubungan dengan adanya caput succadeneum dan semakin menjadi nyata setelah caput mulai mereda, kadang-kadang caput hemoragik dapat mengakibatkan syok dan diperlukan transfusi darah. (IKA, Nelson 1992. Hal 608-609).

ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGIS TERHADAP By.Ny.I

DENGAN KASUS CAPUT SUCCADENEUM

DI BPS YULI METRO UTARA





Pengumpulan Data Dasar Tanggal 21 Oktober 2007

Identitas

Nama : By. Ny. I

Tanggal lahir : 21 Oktober 2007

Waktu : Pkl. 08.30 WIB

Jenis kelamin : Laki-Laki

Anak ke : 1



Nama ibu : Ny. I

Umur : 24 Tahun

Suku : Lampung

Agama : Islam

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : IRT

Alamat : Desa Raman Utara

Kec.Raman Utara Lamp. Teng

Nama Ayah : Tn. T

Umur : 27 Tahun

Suku : Lampung

Agama : Islam

Pendidikan : S1 ekonomi

Pekerjaan : PNS

Alamat : Desa Raman Utara

Kec.Raman Utara Lamp. Teng





Riwayat Kesehatan

Keluhan Utama : Ibu mengatakan bayi lahir 1 hari dengan benjolan dikepala bayinya, bayi juga sering rewel, dan ibu merasa khawatir.

Persalinan berlangsung tanggal 21 Oktober 2007 Pukul 08.30 WIB

Tempat Persalinan : Bidan Lina

Jenis Persalinan : Spontan pervaginam

Bayi : Merintih

Riwayat Persalinan





Lama Persalinan

Perdarahan

Keterangan

Kala 1

10 jam

50 cc

Ketuban pecah spontan warna jernih

Kala 2

1 jam

100 cc

Bayi lahir spontan tidak ada lilitan tali pusat dengan letak belakang kepala dan terdapat benjolan dikepala, jenis kelamin laki-laki

Kala3

15 menit

150 cc

Plasenta lahir lengkap dengan selaputnya

Kala 4

2 jam

60 cc

Kontraksi uterus baik, tidak ada robekan

Jumlah

13 jam 15 menit







Nilai APGAR SCORE

No

Aspek yang dinilai

Menit 1

Menit 4

1

Apperanche (warna)

1

2

2

Pulse (nadi)

2

2

3

Grimace (Reflek)

2

2

4

Activity (tonus)

1

2

5

Respiratory (pernapasan)

1

1



Jumlah

7

9



Pemeriksaan Fisik

Tanda - Tanda Vital

Temp : 36,50C

RR : 120x/menit

Pols : 36 x/menit

BB : 3000 gr

PB : 50 cm

Kepala

Bentuk kepala bulat, rambut kotor dan terdapat lendir bercampur darah, pada perabaan teraba lembut dan lunak terdapat benjolan yang berisi cairan, batas tidak jelas, lingkaran kepala 38 cm

Mata

Bentuk mata bulat, simetris kiri dan kanan, tidak ada strabismus, keadaan bersih dan tidak ada kelianan.

Hidung

Bentuk simetris, lubang hidung terdapat sekret, pernapasan cuping hidung ada dan keadaan kotor oleh slym.

Mulut

Bentuk simetris, bibir lengkap atas dan bawah, gusi normal, reflek hisap baik, tidak ada sumbing.

Telinga

Bentuk simetris, telinga teraba lunak, keadaan bersih, tidak ada sumbatan.

Leher

Tidak ada pembesaran vena dan kelenjar thyroid dan pergerakan normal.

Dada

Bentuk simetris, mamae ada, denyut jantung 120x/menit, tidak ada kelainan.





Abdomen

Bentuk normal, tidak ada pembesaran, tidak ada benjolan, tidak ada kelainan.

Punggung

Terdapat vernik caseosa, dan cairan ketuban, tidak ada benjolan.

Genitalia

Jenis kelamin laki-laki, tidak ada kelainan, anus ada.

Ekstremitas Atas

Jari tangan dan kaki lengkap, pergerakan tampak lemah bentuknya simetris.

Ektremitas Bawah

Jari tangan dan kaki lengkap, pergerakan tampak lemah bentuknya simetris.

Reflek

Menghisap (sucking) : Ada

Menggenggam (graping) : Ada

Reflek Moro : Ada

Ukuran antropometri

BB : 3000 gr LK : 38 cm

TB : 50 cm LD : 30 cm

LP : 30 cm Lila : 10 cm

Interpretasi Data Dasar

Diagnosa

Bayi Ny.I lahir secara spontan pervaginam letak belakang kepala, partus lama dengan caput succadeneum.

Dasar :

Adanya benjolan dikepala yang berisi cairan dengan lingkar kepala 38 cm.

Pada perabaan teraba lembut dan lunak serta batas tidak jelas.

Ibu partus lama



Masalah

Kurangnya pengetahuan ibu tentang caput succadeneum

Dasar :

Ibu cemas akan benjolan yang ada dikepala bayinya

Ibu bingung cara menyusui bayinya

Ibu tampak antusias bertanya tentang bayinya.

Keterbatasan aktifitas bayi

Dasar :

Adanya benjolan dikepala yang berisi cairan

Kebutuhan

Penyuluhan pada orang tua tantang caput uccadeneum

Dasar :

Ibu cemas akan keadaan bayinya

Bayi rewel dan gelisah

adanya benjolan dikepala yang berisi cairan

Pemenuhan cairan dan nutrisi bayi

Dasar :

Bayi rewel dan gelisah

Bayi mulai menghisap ASI

Identifikasi Diagnosa dan Maalah Potensial

Potensial terjadi hipotermi

Dasar :

Tubuh bayi masih basah oleh air ketuban

Potensial terjadi perpindahan mikroorganisme

Dasar :

a. Tali pusat masih basah

Potensial terjadi perdarahan intrakranial

Dasar :

Trauma jalan lahir

Identifikasi Kebutuhan Tindakan Segera dan Kolaborasi

Segera kolaborasi dengan dokter bila terjadi komplikasi

Rencana Manajemen

Informasi tentang kondisi bayi saat ini

Jelaskan pada ibu tentang kondisi bayinya saat ini

Lakukan pemantauan tentang keadaan umum bayi

Jangan sering mengangkat bayi

Jelaskan pada ibu tentang pentingnya untuk tidak mengangkat bayi

Anjurkan pada ibu jangan sering mengangkat bayinya

Libatkan keluarga untuk tidak sering mengangkat bayi

Peran ibu dalam merawat bayi

Jelaskan pada ibu tentang manfaat perawatan bayi baru lahir

Ajarkan pada ibu cara perawatan bayi baru lahir

Anjurkan pada ibu untuk melakukan perawatan bayi baru lahir

Observasi kemampuan ibu dalam melakukan perawatan bayi baru lahir

Libatkan anggota keluarga untuk membantu ibu dalam melakukan perawatan bayi baru lahir

Dikirim pada 16 Desember 2011 di Kesehatan
16 Des




Diare adalah peningkatan volume, keenceran atau frekuensi buang air besar.

Diare yang disebabkan oleh masalah kesehatan biasanya jumlahnya sangat banyak, bisa mencapai lebih dari 500 gram/hari.
Orang yang banyak makan serat sayuran, dalam keadaan normal bisa menghasilkan lebih dari 500 gram, tetapi konsistensinya normal dan tidak cair.

Dalam keadaan normal, tinja mengandung 60-90% air, pada diare airnya bisa mencapai lebih dari 90%.
PENYEBAB
DIARE OSMOTIK

Diare osmotik terjadi bila bahan-bahan tertentu yang tidak dapat diserap ke dalam darah, tertinggal di usus.
Bahan tersebut menyebabkan

peningkatan kandungan air dalam tinja, sehingga terjadi diare.

Makanan tertentu (buah dan kacang-kacangan) dan heksitol, sorbitol juga manitol (pengganti gula dalam makanan dietetik, permen dan permen karet) dapat menyebabkan diare osmotik.

Kekurangan laktase juga bisa menyebabkan diare osmotik. Laktase adalah enzim yang secara alami ditemukan dalam usus halus, yang mengubah gula susu (laktosa) menjadi glukosa dan galaktosa, sehingga dapat diserap ke dalam aliran darah.
Jika orang mengalami kekurangan laktase minum susu atau makan produk olahan susu, maka laktosa tidak akan diubah tapi terkumpul di usus dan menyebabkan diare osmotik.

Beratnya diare ini tergantung dari jumlah bahan osmotik yang masuk. Diare akan berhenti jika penderita berhenti memakan atau meminum bahan tersebut.

DIARE SEKRETORIK

Diare sekretorik terjadi jika usus kecil dan usus besar mengeluarkan garam (terutama natrium klorida) dan air ke dalam tinja.
Hal ini juga bisa disebabkan oleh toksin tertentu seperti pada kolera dan diare infeksius lainnya.

Diare bisa sangat banyak, bahkan pada kolera bisa lebih dari 1 liter/hari.

Bahan lainnya yang juga menyebabkan pengeluaran air dan garam adalah minyak kastor dan asam empedu (yang terbentuk setelah pengangkatan sebagian usus kecil).

Tumor tertentu (misalnya karsinoid, gastrinoma dan vipoma, juga dapat menyebabkan diare sekretorik.

SINDROMA MALABSORBSI

Sindroma Malabsorbsi juga bisa menyebabkan diare.
Penderita sindroma ini tidak dapat mencerna makanannya secara normal.

Pada malabsorbsi yang menyeluruh, lemak tertinggal di usus besar dan menyebabkan diare sekretorik, sedangkan adanya karbohidrat dalam usus besar menyebabkan diare osmotik.

Malabsorbsi mungkin juga disebabkan oleh beberapa keadaan seperti:
- Sariawan non-tropikal
- Insufisiensi pankreas
- Pengangkatan sebagian usus
- Aliran darah ke usus besar yang tidak adekuat
- Kekurangan enzim tertentu di usus halus
- Penyakit hati.

DIARE EKSUDATIF

Diare eksudatif terjadi jika lapisan usus besar mengalami peradangan atau membentuk tukak, lalu melepaskan protein, darah, lendir dan cairan lainnya, yang akan meningkatkan kandungan serat dan cairan pada tinja.

Diare ini dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit seperti:
- Kolitis ulserativa
- Penyakit Crohn (enteritis regional)
- Tuberkulosis
- Limfoma
- Kanker.

Jika mengenai lapisan rektum, penderita akan merasakan desakan untuk buang air besar dan sering buang air besar, karena rektum yang mengalami peradangan lebih sensitf terhadap peregangan oleh tinja.

PERUBAHAN PASASE USUS

Perubahan pasase usus bisa menyebabkan diare.
Untuk mendapatkan konsistensi yang normal, tinja harus tetap berada di usus besar selama waktu tertentu. Tinja yang terlalu cepat meninggalkan usus besar, akan berbentuk encer/cair. Tinja yang terlalu lama berada di usus besar, konsistensinya keras dan kering.

Banyak keadaan dan pengobatan yang dapat mempersingkat keberadaan tinja dalam usus, diantaranya:
- Hipertiroid
- Pengangkatan sebagian usus halus atau usus besar
- Pembedahan perut
- Pengobatan tukak yang memotong saraf vagus
- Operasi bypass pada usus halus
- Obat-obat antasid dan pencahar yang mengandung magnesium, prostaglandin, serotonin bahkan kafein.

PERTUMBUHAN BAKTERI BERLEBIH

Pertumbuhan bakteri berlebih adalah pertumbuhan bakteri alami usus dalam jumlah yang sangat banyak atau pertumbuhan bakteri yang secara alami tidak ditemukan di usus.
Hal ini bisa menyebabkan diare.

Bakteri alami usus memegang peranan penting dalam proses pencernaan. Karena itu, gangguan pada bakteri usus bisa menyebabkan diare.
GEJALA
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, rasa malu karena sering ke toilet dan terganggunya aktivitas sehari-hari; diare yang berat juga dapat menyebabkan kehilangan cairan (dehidrasi) dan kehilangan elektrolit seperti natrium, kalium, magnesium dan klorida.

Jika sejumlah besar cairan dan elektrolit hilang, tekanan darah akan turun dan dapat menyebabkan pingsan, denyut jantung tidak normal (aritmia) dan kelainan serius lainnya.
Resiko ini terjadi terutama pada anak-anak, orang tua, orang dengan kondisi lemah dan penderita diare yang berat.

Hilangnya bikarbonat bisa menyebabkan asidosis, suatu gangguan keseimbangan asam-basa dalam darah.
DIAGNOSA
Pertama-tama, dipastikan dulu apakah diarenya timbul tiba-tiba dan untuk sementara waktu atau menetap.
Dilihat juga apakah:
- penyebabnya adalah perubahan makanan
- terdapat gejala lain seperti demam, nyeri dan ruam kulit
- ada orang lain yang juga memiliki gejala yang sama.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan contoh tinja.
Pemeriksaan tinja meliputi bentuknya (cair atau padat), baunya, ditemukannya lemak, darah atau zat-zat yang tidak dapat dicerna, dan jumlahnya dalam 24 jam.

Bila diare menetap, dilakukan pemeriksaan mikroskopik tinja untuk:
- mencari sel-sel, lendir, lemak dan bahan lainnya
- menemukan darah dan bahan tertentu yang menyebabkan diare osmotik
- mencari organisme infeksius, termasuk bakteri tertentu, amuba dan Giardia.
Bila secara sembunyi-sembunyi mengkonsumsi pencahar, maka pencahar yang diminum bisa ditemukan dalam contoh tinja.

Untuk memeriksa lapisan rektum dan anus dapat dilakukan sigmoidoiskopi.
Kadang-kadang perlu dilakukan biopsi (pengambilan contoh lapisan rektum untuk pemeriksaan mikroskop).
PENGOBATAN
Diare merupakan suatu gejala dan pengobatannya tergantung pada penyebabnya.
Kebanyakan penderita diare hanya perlu menghilangkan penyebabnya, misalnya permen karet diet atau obat-obatan tertentu, untuk menghentikan diare.

Kadang-kadang diare menahun akan sembuh jika orang berhenti minum kopi atau minuman cola yang mengandung cafein.

Untuk membantu meringankan diare, diberikan obat seperti difenoksilat, codein, paregorik (opium tinctur) atau loperamide.
Kadang-kadang, bulking agents yang digunakan pada konstipasi menahun (psillium atau metilselulosa) bisa membantu meringankan diare

Untuk membantu mengeraskan tinja bisa diberikan kaolin, pektin dan attapulgit aktif.

Bila diarenya berat sampai menyebabkan dehidrasi, maka penderita perlu dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan pengganti dan garam melalui infus.
Selama tidak muntah dan tidak mual, bisa diberikan larutan yang mengandung air, gula dan garam.

Dikirim pada 16 Desember 2011 di Kesehatan


DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG

JURUSAN KEPERAWATAN

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Hajimena Bandar Lampung. Telp. (0721) 783852



PROPOSAL PENYULUHAN DIARE



Latar Belakang

Diare adalah peningkatan volume, keenceran atau frekuensi buang air besar. Diare yang disebabkan oleh masalah kesehatan biasanya jumlahnya sangat banyak, bisa mencapai lebih dari 500 gram/hari. Orang yang banyak makan serat sayuran, dalam keadaan normal bisa menghasilkan lebih dari 500 gram, tetapi konsistensinya normal dan tidak cair. Dalam keadaan normal, tinja mengandung 60-90% air, pada diare airnya bisa mencapai lebih dari 90%.

Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB (Kejadian Luar Biasa) seperti halnya kolera dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat. Namun dengan tata laksana diare yang cepat, tepat dan bermutu kematian dapat ditekan seminimal mungkin. Pada bulan Oktober 1992 ditemukan strain baru yaitu Vibrio Cholera 0139 yang kemudian digantikan Vibrio cholera strain El Tor di tahun 1993 dan kemudian menghilang dalam tahun 1995-1996, kecuali di India dan Bangladesh yang masih ditemukan. Sedangkan E. Coli 0157 sebagai penyebab diare berdarah dan HUS ( Haemolytic Uremia Syndrome ). KLB pernah terjadi di USA, Jepang, Afrika selatan dan Australia. Dan untuk Indonesia sendiri kedua strain di atas belum pernah terdeksi.



Tujuan

Tujuan umum

Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan sasaran mampu mengetahui cara – cara pencegahan dan penanganan diare dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.

Tujuan khusus



Setelah kegiatan penyuluhan, sasaran mampu:

Menjelaskan pengertian diare.

Menyebutkan macam-macam diare.

Menjelaskan penyebab diare.

Menyebutkan gejala-gejala diare

Menjelaskan cara penularan diare

Menyebutkan akibat dari diare.

Menjelaskan tentang pencegahan diare.

Memperagakan cara penanggulangan diare, seperti pembuatan larutan oralit, pembuatan larutan gula garam, dan membersihkan daerah anus bayi dengan baik dan benar



Sasaran

Para ibu dan anak di dusun I RT.05 RW.02 Kec.Padang Bulan desa Nganjuk.



Tempat dan Waktu

Tempat : Balai desa Nganjuk

Hari / Tanggal : Rabu, 10 Februari 2010

Pukul : 09.00 – 10.00 WIB



Materi (Terlampir)

Pengertian Diare

Macam-Macam Diare

Penyebab diare

Gejala diare

Cara penularan diare

Akibat bila terkena diare

Pencegahan penyakit diare

Penanggulangan diare



VI. Metode

Ceramah

Demonstrasi

Tanya Jawab



VII. Media

Leaflet

LCD

Laptop



VIII. Alat Peraga
Gelas/cangkir

Oralit

Air matang

Bahan pembuat Larutan Gula Garam + Oralit

Gula pasir

Garam



IX. Strategi Pelaksanaan

Persiapan

Membuat satuan penyuluhan dengan materi diare, dengan mengunakan referensi buku-buku yang dimiliki, maupun browsing di internet.

Membuat materi di leaflet dan power point

Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penyuluhan

Membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang cukup dan mempersiapkan mental untuk menyampaikan penyuluhan kepada penderita diare

Pelaksanaan

No

Kegiatan

Materi

Uraian Kegiatan

Waktu

1

Pembukaan

Salam pembuka dan perkenalan



Menjelaskan Tujuan Penyuluhan

Pretest

Mahasiswa mengucapkan salam dan peserta menyambut dan memperkenalkan diri

Mahasiswa menjelaskan tujuan penyuluhan dan peserta memperhatikan.

Mahasiswa membagikan soal-soal pretest dan menjelaskan cara menjawab kemudian peserta diminta menjawab soal dan mahasiswa mengumpulkan soal setelah selesai.

15 menit

2

Kegiatan Inti

Menjelaskan Tentang :



Pengertian Diare

Macam-Macam Diare

Penyebab diare

Gejala diare

Cara penularan diare

Akibat bila terkena diare

Pencegahan penyakit diare

Penanggulangan diare



Peragaan cara penanggulangan diare:

Pemberian oralit

Pemberian Larutan Gula Garam



Mahasiswa menjelaskan tentang :



Pengertian Diare

Macam-Macam Diare

Penyebab diare

Gejala diare

Cara penularan diare

Akibat bila terkena diare

Pencegahan penyakit diare

Penanggulangan diare













Mahasiswa memperagakan cara penanggulangan diare:

Pemberian oralit

Pemberian Larutan Gula Garam







30 menit

3

Penutup

Resume





Post test



















Salam Penutup



Membagi leaflet

Mahasiswa menyimpulkan materi-materi penyuluhan yang telah disampaikan.

Mahasiswa membagi soal-soal post test dan menjelaskan cara menjawab kemudian peserta diminta menjawab soal dan mahasiswa mengumpulkan soal setelah selesai.

Mahasiswa mengucapkan salam penutup dan peserta menyambut.

Mahasiswa membagikan leaflet kepada peserta.

15 menit



X. Evaluasi

Evaluasi Struktur

Media penyuluhan lengkap dan dapat berfungsi dengan optimal.

Penyuluh melakukan fungsinya dengan baik.

Lokasi penyuluhan dapat dengan mudah dijangkau dan tersedia fasilitas yang memadai untuk penyuluhan.

Proses

Kegiatan penyuluhan berlangsung secara kondusif.

Peserta penyuluhan merespon dengan baik terhadap materi penyuluhan yang diberikan.

Penyuluh lancar dalam menyampaikan materi penyuluhan.



Hasil

Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan peserta penyuluhan mampu:

Menjelaskan pengertian diare.

Menyebutkan macam-macam diare.

Menjelaskan penyebab diare.

Menyebutkan minimal 4 tanda atau gejala diare

Menjelaskan cara penularan diare

Menyebutkan akibat dari diare.

Menjelaskan tentang pencegahan diare.

Memperagakan cara penanggulangan diare, seperti pembuatan larutan oralit, pembuatan larutan gula garam, dan membersihkan daerah anus bayi dengan baik dan benar.



DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, Arief. 2001. Kapita selekta Kedokteran. Ed.3. Jilid.1. Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

www.wikipedia.com

www.infoibu.com

www.ilmukeperawatan.com



Dikirim pada 16 Desember 2011 di Kesehatan


BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Keperawatan intra operatif merupakan bagian dari tahapan keperawatan perioperatif. Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini adalah segala macam aktivitas yang dilakukan oleh perawat di ruang operasi. Aktivitas di ruang operasi oleh perawat difokuskan pada pasien yang menjalani prosedur pembedahan untuk perbaikan, koreksi atau menghilangkan masalah-masalah fisik yang mengganggu pasien. Tentunya pada saat dilakukan pembedahan akan muncul permasalahan baik fisiologis maupun psikologis pada diri pasien. Untuk itu keperawatan intra operatif tidak hanya berfokus pada masalah fisiologis yang dihadapi oleh pasien selama operasi, namun juga harus berfokus pada masalah psikologis yang dihadapi oleh pasien. sehingga pada akhirnya akan menghasilkan outcome berupa asuhan keperawatan yang terintegrasi. Untuk menghasilkan hasil terbaik bagi diri pasien, tentunya diperlukan tenaga kesehatan yang kompeten dan keda sama yang sinergis antara masing-masing anggota tim. Secara umum anggota tim dalam prosedur pembedahan adatigakelompok besar, meliputi pertama, ahli anastesi dan perawat anastesi yang bertugas memberikan agen analgetik dan membaringkan pasien dalam posisi yang tepat di meja operasi, kedua ahli bedah dan asisten yang melakukan scrub dan pembedahan dan yang ketiga adalah perawat intra

operatif.
Perawat intra operatif bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesejahteraan (well being) pasien. Untuk itu perawat intra operatif perlu mengadakan koordinasi petugas ruang operasi dan pelaksanaan perawat scrub dan pengaturan aktivitas selama pembedahan. Peran lain perawat di ruang operasi adalah sebagai RNFA (Registered Nurse First Assitant). Peran sebagai RNFA ini sudah berlangsung dengan baik di negara amerika utara dan eropa. Namun demikian praktiknya di Indonesia masih belum sepenuhnya tepat. Peran perawat sebagai RNFA diantaranya meliputi penanganan jaringan, memberikan pemajanan pada daerah operasi, penggunaan instrumen, jahitan bedah dan pemberian hemostatis.

Untuk menjamin perawatan pasien yang optimal selama pembedahan, informasi mengenai pasien harus dijelaskan pada ahli anastesi dan perawat anastesi, serta perawat bedah dan dokter bedahnya. Selain itu segala macam perkembangan yang berkaitan dengan perawatan pasien di unit perawatan pasca anastesi (PACU) seperti perdarahan, temuan yang tidak diperkirakan. permasalahan cairan dan eleklrolit, syok, kesulitan pernafasan harus dicatat, didokumentasikan dan dikomunikasikan dengan staff PACU.


BAB II

PEMBAHASAN



PRINSIP-PRINSIP UMUM

Prinsip asepsis ruangan
Antisepsis dan asepsis adalah suatu usaha untuk agar dicapainya keadaan yang memungkinkan terdapatnya kuman-kuman pathogen dapat dikurangi atau ditiadakan, baik secara kimiawi, tindakan mekanis atau tindakan fisik. Termasuk dalam cakupan tindakan antisepsis adalah selain alal-alat bedah, seluruh sarana kamar operasi, semua implantat, alat-alat yang dipakai personel operasi (sandal, celana, baju, masker, topi dan lain-lainnya) dan juga cara membersihkan, melakukan desinfeksi dari kulit/tangan

Prinsip asepsis personel
Teknik persiapan personel sebelum operasi meliputi 3 tahap, yaitu : Scrubbing (cuci tangan steril). Gowning (teknik peggunaan gaun operasi), dan Gloving (teknik pemakaian sarung tangan steril). Semua anggota tim operasi

Dikirim pada 16 Desember 2011 di Kesehatan


@page { margin: 2cm }
P { margin-bottom: 0.21cm }

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Apakah hukumnya memakai celana panjang yang banyak dipakai wanita dizaman sekarang?



Jawaban: Segala puji bagi Allah Subhanahuwata’alla Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta yang mengikuti mereka hingga hari pembalasan. Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya memberi nasehat kepada laki-laki yang beriman: hendaklah mereka menjadi pemimpin bagi orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya, seperti anak laki-laki dan wanita, istri, saudari dan selain mereka. Hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah Subhanahuwata’alla dalam kepemimpinan ini. Hendaklah mereka tidak melepaskan tali ikatan kepada wanita, yang Nabi Muhammad salallahu’alihi wassalam bersabda pada diri mereka:"Aku tidak melihat dari wanita-wanita yang kurang akal dan agama yang lebih mempengaruhi bagi hati laki-laki yang bijaksana selain dari salah seorang dari kalian."( HR. Al-Bukhari 304, 1462 dan Muslim 79).



Dan saya bependapat agar kaum muslimin jangan berjalan mengikuti mode ini, berupa berbagai jenis pakaian yang muncul dan banyak dijumpai yang diadaptasi dari trend mode budaya barat, dan kebanyakan darinya tidak sesuai dengan pakaian islami yang harus menutup semua tubuh wanita, seperti pakaian-pakaian pendek, ketat atau tipis. Termasuk di antaranya adalah celana panjang, sesungguhnya ia menggambarkan bentuk kaki wanita, demikian pula perut, pinggang, kedua payudaranya dan bentuk dari anggota tubuh lainnya. Maka memakainya termasuk dalam hadits Nabi Muhammad salallahu’alihi wassalam:`Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku lihat: Orang-orang yang memiliki cemeti seperti ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia. Dan wanita yang berpakaian seperti telanjang, berlenggang-lenggok dan menggoyang-goyangkan pundaknya, kepala mereka seperti punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium aromanya, dan sesungguhnya aromanya bisa tercium dari jarak seperti ini dan seperti ini."( HR. Muslim 2128).



Nasehat saya bagi laki-laki dan wanita yang beriman: hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah Subhanahuwataalla,bersungguh-sungguh memakai pakaian islami yang menutup tubuh dan janganlah mereka menyia-nyiakan harta mereka untuk

Dikirim pada 15 Desember 2011 di Al Islam


Dalam sebuah hadits shohih riwayat Bukhori dinyatakan bahwa Rosuulullaahi shollallahu `alaihi wa sallam telah bersabda "kesembuhan itu terdapat pada 3 hal, madu, hisapan darah bekam dan sulutan api (kay) dan aku melarang ummatku dari kay". Kita seyogyanya meniru apa yang telah Beliau shollallaahu `alayhi wa sallam contohkan. Termasuk dalam urusan pengobatan yang lebih serng kita sebut dengan thibbun nabawi (pengobatan ala Nabi). Maka dari itu, mungkin buku berikut ini dapat menambah wawasan kita tentang bekam itu sendiri sebagai metode pengobatan yang telah Rosul yang mulia mewariskan kepada kita. Silakan klik dibawah ini untuk memiliki bukunya.

DOWNLOAD

Dikirim pada 14 Desember 2011 di Kesehatan


Wah, yang aneh lagi nih kawan.. Ada banyak sekali variasi masakan dengan bahan dasar petai dan jengkol. Maka siap-siap membeli pengharum mulut jika mau mencoba masakan ini. Di jamin anda akan mendapat gelar baru "Bang PeJe" (petai&jengkol). Selamat mencoba klik link "Variasi Makanan Petai dan Jengkol"

Dikirim pada 12 Desember 2011 di Unik


Pediatrik tak luput dari hasanah keilmuan perawat dunia. Betapa tidak, pediatrik dalam dunia keperawatan memerlukan konsep khusus karena tidaklah sama orang dewasa dengan anak-anak. Jadi tetaplah menjadi perhatian mendalam. Oleh karenanya ada pula buku yang menjelaskan secara holistik mengenai hal itu yakni "Buku Ajar Keperawatan Pediatrik". (klik judul untuk download)

note: setelah diklik akan muncul adf.ly, tunggu 5 detik lalu klik lagi "skip ad"

Dikirim pada 12 Desember 2011 di Kesehatan


Anda bingung untuk menerapkan diit sesuai dengan kaidah kesehatan?
Atau anda ingin sehat dengan merubah pola makan anda?
Atau ada masalah lain tentang menu makanan?
Berikut semoga bisa membantu dalam memecahkan hal tersebut. (klik judul di bawah ini untuk download)

"Me, My Food and My Health" karya Nur Farida.

Dikirim pada 12 Desember 2011 di Kesehatan


Berikut saya hadirkan lagi buku dalam format pdf, kali ini berhubungan dengan Maternitas.Lebih tepatnya judul buku ini "Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas" karya Persis Mary Hamilton. (klik judul buku untuk download)

Dikirim pada 12 Desember 2011 di Kesehatan


Riset atau Penelitian atau Karya Tulis Ilmiah atau lebih lebih akrab dengan Skripsi atau juga TA (tugas Akhir), selalu menjadi dilema bagi mahasiswa. Hal ini tidak urung jua terjadi pada mahasiswa keperawatan yang kian waktu semakin dituntut untuk mejadi tenaga profesional dibidangnya meski pun apresiasi terhadap profesi perawat di Indonesia masih sangat jauh dari negara Eropa atau Amerika. Kembali ke topik pertama, skripsi. Berikut saya hadirkan pdf dari buku "Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan" buah karya dari Nursalam. Semoga bermafaat. (klik judul buku untuk download)

Dikirim pada 12 Desember 2011 di Kesehatan


Hipertensi bagi penderitanya seakan menjadi momok yang menakutkan dan harus dihindari. Faktor pemicunya pun banyak dari mulai stres, diit yang tidak terjaga mau pun life style yang buruk. Hal ini pun tidaklah dapat dipungkiri menjadi hal yang perlu diperhatikan secara khusus oleh penderita hipertensi. Terkadang penderita jika pergi ke dokter hanya diberikan obat antihipertensi yang tentunya biayanya tidak murah. Selain itu efek samping obet yang tetap terjadi pada tubuh menjadi hal yang tidak diharapkan pula oleh penderita. Alih-alih ingin sembuh dari hipertensi justru ginjalnya yang eror. Lalu bagaimana cara kita mengobatinya?. Sebenarnya hipertensi itu penyakit yang terjadi karena pola hidup yang kurang teratur. Mulai dari konsumsi makanan kolesterol tinggi, jarang olah raga, terlalu banyak pikiran dan lain-lain. Jika ingin berangsur-angsur pulih maka caranya jelas dengan merubah gaya hidup buruk itu menjadi suatu gaya hidup sehat. Berikut ada buku yang sekiranya menjelaskan beberapa ramuan herbal untuk meredakan hipertensi, dan ini merupakan bagian dari gaya hidup alami. klik untuk download

Dikirim pada 12 Desember 2011 di Kesehatan



BLOOD PRESSURE DIFFERENCE AND CONTENT HEMOGLOBIN (Hb) BEFORE THE STUDENTS WITH LEVEL AFTER BEKAM a polytechnic Kemenkes Tanjungkarang NURSING DEPARTMENT OF 2011
Health Polytechnic Kemenkes Tanjungkarang

Prophet Muhammad said: "Really, the most important treatment you use is a cupping". Cupping is dirty or bleeds to death t
he thick of the body so that blood clotting does not occur. In addition, by reducing the volume of blood in the body, the blood pressure was reduced so that high blood pressure which damages blood vessels could be prevented. From here arises the question, how much the value changes that occur in blood vessels and hemoglobin levels before and after cupping. The purpose of this study was to determine the differences..
reed more>>>

Dikirim pada 07 Desember 2011 di Kesehatan


Cupping or Hijamah mean blood incision. And in Malay society, better known as cupping blood disposal. In Indonesian society, particularly the Java community get to know her by name ngekop (derived from English = cupping).In Islamic medicine, cupping should not be any done. Cupping should only be performed on the freezing / blockage in blood vessels, because the real function of cupping is to remove dirty blood from the body.Cupping is a treatment that is exemplified by the Prophet Muhammad. From Ibn Abbas r.a. Messenger of Allah said: "Healing ...
Continue Reading »

Dikirim pada 07 Desember 2011 di Kesehatan
07 Des


Finger Jetty Swelling Observe: The base fingers are swollen Sign: Disturbances in renal function due to the process water in the body are the kidneys organ, usually the plus sign of water bags under the eyes. Contraction Observe: The base fingers are shrinking Sign: Disturbances in renal organ function that indicates the person is less liquid (drink) so that disrupt kidney function because the kidneys need water to treatment (preferably at least 2.5 liters of drinking water a day). Wrinkles Observe: no wrinkles extending from ...
Continue Reading »

Dikirim pada 07 Desember 2011 di Kesehatan
06 Des


Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa bekam bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan :
1. Ssistem kekebalan tubuh,
2. Pengeluaran Enkefalin,
3. Pelepasan neurotransmitter,
4. Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta
5. Ppada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensasi rasa nyeri.

baca selengkapnya

Dikirim pada 06 Desember 2011 di Kesehatan


Hendaklah kalian mengkonsumsi jintan hitam. Karena jintan hitam mengandung obat untuk segala jenis penyakit, kecuali kematian.”

(HR. Shahih Al Bukhari dan Muslim dari hadist Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dikeluarkan oleh Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban)


Subhaanallaah, memang ALLAH maha adil dan selalu bijaksana, betapa tidak, segala penyakit memang ada obatnya kecuali yang namanya kematian. Tidak bisa dihindarkan lagi. Namun hendaknya sebelum ajal menjemput kita selaku ummat ISLAM terus berusaha untuk merubah keadaan kita menjadi lebih baik.

baca selengkapnya

Dikirim pada 06 Desember 2011 di Kesehatan


Bagaimana hukum orang yang lupa mandi junub dan ketika sedang sholat ashar baru ingat, apakah sholatnya harus di qadha? (081369731XXX)

Jawab:

Orang yang junub tetapi ia terlupa

baca selengkapnya>>

Dikirim pada 06 Desember 2011 di Al Islam


ABSTRACT
Now a days either total (TPN) or partial parenteral nutrition (PPN) have played major role in provialing sufficient support to sustain growth of critically ill baby as well as extremely low birth weight baby (ELBW) in Neonatal Intensive Care Unit. Parenteral Nutrition (PN) for baby less than 1800 gr weight (when oral feeding is impossible for more than 3 days), weight > 1800 gr (when oral feeding is impossible for more than 5 days). Respiratory problem > 4 days, major congenital malformation of GIT enterocolitis necroticans, prolonged diarrhea or malabsorbtion and post operation baby (particularly post abdominal operation).
However human logistics resourches in including medical facilities, nursing, pharmacies and laboratory have remain obstacles in achieving intact survival neonates.
The purpose of this papaer is encourage us to be able perform optimal or save parenteral nutrition in neonates.
baca selengkapnya

Dikirim pada 06 Desember 2011 di Kesehatan


Konsep Dasar
I.Pengertian
AIDS adalah sindroma yang menunjukkan defisiensi imun seluler pada seseorang tanpa adanya penyebab yang diketahui untuk dapat menerangkan tejadinya defisiensi, tersebut seperti keganasan, obat-obat supresi imun, penyakit infeksi yang sudah dikenal dan sebagainya.

baca selengkapnya

Dikirim pada 06 Desember 2011 di Kesehatan


Sungguh para ulama pakar hadits telah berupaya untuk mendapatkan sanad[1] hadits ini, namun mereka tidak mendapatkannya, sampai as-Suyuthi –rahimahullah- mengatakan: ”Mungkin hadits ini diriwayatkan dalam kitab para ulama yang [kitab tersebut] hilang sehingga tidak sampai ke tangan kita”.
Menurut pendapatku [Fadhilatus Syaikh Albani], pernyataan ini jauh dari kebenaran, karena konsekwensi dari ucapan ini adalah justifikasi atas lenyapnya hadits-hadits Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam-, tentunya sangat tidak layak bagi seorang muslim untuk meyakini pernyataan ini.
Al-Munawi –rahimahullah- menukil pernyataan Tajuddin as-Subki –rahimahullah-, bahwa beliau mengatakan: ”hadits ini tidak dikenal di kalangan para ahli hadits, dan saya belum mendapatkan sanadnya, baik yang derajatnya shahih, hasan, maupun yang derajatnya palsu”. Fadhilatus Syaikh Zakariya al-Anshari –rahimahullah- menyepakati pernyataan tersebut dalam komentarnya atas tafsir al-Baidhawi



baca selengkapnya

Dikirim pada 06 Desember 2011 di Al Islam


“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah[1] kepada-Ku.” (QS. Adz -Dzariyat, 56).


“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan) "Beribadalah kepada Allah (saja) dan jauhilah thoghut.”[2] (QS. An - Nahl, 36).

baca selengkapnya

Dikirim pada 06 Desember 2011 di Al Islam


"Barang siapa yang bersyahadat [7] bahawa tidak ada sesembahan yang hak (benar) selain Allah saja, tiada sekutu bagiNya, dan Muhammad adalah hamba dan RasulNya, dan bahawa Isa adalah hamba dan RasulNya, dan kalimatNya yang disampaikan kepada Maryam, serta Ruh dari padaNya, dan syurga itu benar adanya, neraka juga benar adanya, maka Allah pasti memasukkanya ke dalam syurga, betapapun amal yang telah diperbuatnya". (HR. Bukhori & Muslim)

baca selengkapnya

Dikirim pada 06 Desember 2011 di Al Islam


Pengertian
Caput succadeneum adalah edema kulit kepala anak yang terjadi karena tekanan dari jalan lahir kepada kepala anak. Atau pembengkakan difus, kadang-kadang bersifat ekimotik atau edematosa, pada jaringan lunak kulit kepala, yang mengenai bagian kepala terbawah, yang terjadi pada kelahiran verteks.
Karena tekanan ini vena tertutup, tekanan dalam capilair veneus meninggi hingga cairan masuk ke dalam jaringan longgar dibawah lingkaran tekanan dan pada tempat yang terendah.
Merupakan benjolan yang difus kepala, dan melampaui sutura garis tengah. (Obstetri fisiologi, UNPAD, 1985, hal : 254

BACA SELENGKAPNYA

Dikirim pada 06 Desember 2011 di Kesehatan


Firman Allah s.w.t.:



“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif (berpegang teguh pada kebenaran), dan sekali kali ia bukanlah termasuk orang orang yang mempersekutukan(Tuhan)” (QS, An Nahl, 120)



“Dan orang orang yang tidak mempersekutukan dengan Robb mereka




(sesuatu apapun).” (QS. Al Mu`minun, 59)



Husain bin Abdurrahman berkata: "Suatu ketika aku berada di sisi Said bin Zubair, lalu ia bertanya: "siapa diantara kalian melihat bintang yang jatuh semalam?, kemudian aku menjawab: " aku ", kemudian kataku: " ketahuilah, sesungguhnya aku ketika itu tidak sedang melaksanakan sholat, kerana aku disengat kalajengking", lalu ia bertanya kepadaku: "lalu apa yang kau lakukan?", aku menjawab: "aku minta di ruqyah[10]", ia bertanya lagi: "apa yang mendorong kamu melakukan hal itu?", aku menjawab: "iaitu: sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Asy Sya`by kepada kami", ia bertanya lagi: "dan apakah hadis yang dituturkan kepadamu itu?", aku menjawab: "dia menuturkan hadis kepada kami dari Buraidah bin Hushaib:



"Tidak boleh Ruqyah kecuali kerana ain[11] atau terkena sengatan".



Said pun berkata: "sungguh telah berbuat baik orang yang telah mengamalkan apa yang telah didengarnya, tetapi Ibnu Abbas menuturkan hadis kepada kami dari Rasulullah s.a.w., beliau bersabda:



"Telah diperlihatkan kepadaku beberapa umat, lalu aku melihat seorang Nabi, bersamanya sekelompok orang, dan seorang Nabi, bersamanya satu dan dua orang saja, dan Nabi yang lain lagi tanpa ada seorangpun yang menyertainya, tiba tiba diperlihatkan kepadaku sekelompok orang yang banyak jumlahnya, aku menyangka bahawa mereka itu umatku, tetapi dikatakan kepadaku: bahawa mereka itu adalah Musa dan kaumnya, tiba tiba aku melihat lagi sekelompok orang yang lain yang jumlahnya sangat besar, maka dikatakan kepadaku: mereka itu adalah umatmu, dan bersama mereka ada 70 000 (tujuh puluh ribu) orang yang masuk syurga tanpa hisab dan tanpa disiksa lebih dahulu, kemudian beliau bangkit dan masuk ke dalam rumahnya, maka orang orang pun memperbincangkan tentang siapakah mereka itu?, ada diantara mereka yang berkata: barangkali mereka itu orang orang yang telah menyertai Nabi dalam hidupnya, dan ada lagi yang berkata: barang kali mereka itu orang orang yang dilahirkan dalam lingkungan Islam hingga tidak pernah menyekutukan Allah dengan sesuatupun, dan yang lainnya menyebutkan yang lain pula.



Kemudian Rasulullah s.a.w. keluar dan merekapun memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Maka beliau bersabda: "Mereka itu adalah orang-orang yang tidak pernah minta ruqyah, tidak melakukan tathoyyur[12] dan tidak pernah meminta lukanya ditempeli besi yang dipanaskan, dan mereka pun bertawakkal kepada tuhan mereka, kemudian Ukasyah bin Muhshon berdiri dan berkata: mohonkanlah kepada Allah agar aku termasuk golongan mereka, kemudian Rasul bersabda: "ya, engkau termasuk golongan mereka", kemudian seseorang yang lain berdiri juga dan berkata: mohonkanlah kepada Allah agar aku juga termasuk golongan mereka, Rasul menjawab: "Kamu sudah kedahuluanUkasyah"(HR. Bukhori dan Muslim)





Kandungan bab ini:



1-Mengetahui adanya tingkatan tingkatan manusia dalam bertauhid.



2-Pengertian mengamalkan tauhid dengan semurni-murninya.



3-Pujian Allah kepada Nabi Ibrahim, kerana beliau tidak pernah melakukan kemusyrikan.



4-Pujian Allah kepada tokoh para wali Allah (para shahabat Rasulullah) kerana bersihnya diri mereka dari kemusyrikan.



5-Tidak meminta ruqyah, tidak meminta supaya lukanya ditempeli dengan besi yang panas, dan tidak melakukan tathoyyur adalah termasuk pengamalan tauhid yang murni.



6-Tawakkal kepada Allah adalah sifat yang mendasari sikap tersebut.



7-Dalamnya ilmu para sahabat, kerana mereka mengetahui bahawa orang-orang yang dinyatakan dalam hadis tersebut tidak akan mendapatkan kedudukan yang demikian tinggi kecuali dengan adanya pengamalan.



8-Semangatnya para sahabat untuk berlumba-lumba dalam mengerjakan amal kebaikan.



9-Keistimewaan umat Islam dengan kwantitas dan kwalitasnya.



10-Keutamaan para pengikut Nabi Musa.



11-Umat umat terdahulu telah ditampakkan kepada Nabi Muhammad s.a.w..



12-Setiap umat dikumpulkan sendiri-sendiri bersama para Nabinya.



13-Sedikitnya orang orang yang mengikuti ajakan para Nabi.



14-Nabi yang tidak mempunyai pengikut akan datang sendirian pada hari kiamat.



15-Manfaat dari pengetahuan ini adalah tidak silau dengan jumlah yang banyak dan tidak kecil hati dengan jumlah yang sedikit.



16-Diperbolehkan melakukan ruqyah disebabkan terkena ain dan sengatan.



17-Luasnya ilmu para ulama salaf, hal itu dapat diketahui dari ucapan Said bin Zubair: "Sungguh telah berbuat baik orang yang mengamalkan apa yang telah didengarnya, tetapi …", dengan demikian jelaslah bahawa hadis yang pertama tidak bertentangan dengan hadis yang kedua.



18-Kemuliaan sifat para ulama salaf, kerana ketulusan hati mereka, dan mereka tidak memuji seseorang dengan pujian yang dibuat buat.



19-Sabda Nabi: "Engkau termasuk golongan mereka" adalah salah satu dari tanda-tanda kenabian Beliau.



20-Keutamaan Ukasyah.



21-Penggunaan kata sindiran[13].



22-Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad s.a.w..



_____________________________________



Catatan Kaki:



[10] Ruqyah, maksudnya di sini, ialah : penyembuhan dengan bacaan ayat ayat Al Qur`an atau doa doa.



[11] Ain, iaitu : pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang, melalui pandangan matanya. Disebut juga penyakit mata.



[12] Tathoyyur ialah : merasa pesimis, merasa bernasib sial, atau meramal nasib buruk kerana melihat burung, binatang lainnya atau apa saja.



[13] Kerana beliau bersabda kepada seseorang : "Kamu sudah kedahuluan Ukasyah", dan tidak bersabda kepadanya : "Kamu tidak pantas untuk dimasukkan ke dalam golongan mereka".


Dikirim pada 05 Desember 2011 di Al Islam


Diposkan oleh Markaz As-Sunnah di Sabtu, Juni 04, 2011
Alih Bahasa: Abu Shafa Luqmanul Hakim
Segala puji bagi Allah –subhanahu wa ta’ala- atas anugerah yang senantiasa tercurah, shalawat dan salam semoga terhatur bagi Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, para sahabat dan seluruh umatnya hingga hari kiamat.
Redaksi hadits di atas sangatlah masyhur di tengah kaum muslimin dewasa ini, hampir seluruh lapisan masyarakat menghafalnya, mimbar-mimbar jum’at terguncang olehnya, lisan-lisan begitu fasih mengumbarnya, namun satu hal yang perlu kita pertanyakan, bagaimanakah derajat hadits diatas menurut para pakar hadits?, untuk menjawab pertanyaan diatas, kami suguhkan dalam artikel ini hasil kajian Fadhilatus Syaikh Muhadditsul ‘Ashr Muhammad bin Nashiruddin al-Albani –rahimahullah- terhadap hadits ini, semoga artikel sederhana ini bisa mengobati kegusaran kita atas pertanyaan di atas, wallahu waliyyut taufiq.
Redaksi Hadits:
اختلاف أمتي رحمة
Artinya: Perbedaan di antara ummatku adalah rahmat


Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Nashirudin al-Albani mengatakan: ”hadits ini tidak ada asal usulnya.
Sungguh para ulama pakar hadits telah berupaya untuk mendapatkan sanad[1] hadits ini, namun mereka tidak mendapatkannya, sampai as-Suyuthi –rahimahullah- mengatakan: ”Mungkin hadits ini diriwayatkan dalam kitab para ulama yang [kitab tersebut] hilang sehingga tidak sampai ke tangan kita”.
Menurut pendapatku [Fadhilatus Syaikh Albani], pernyataan ini jauh dari kebenaran, karena konsekwensi dari ucapan ini adalah justifikasi atas lenyapnya hadits-hadits Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam-, tentunya sangat tidak layak bagi seorang muslim untuk meyakini pernyataan ini.
Al-Munawi –rahimahullah- menukil pernyataan Tajuddin as-Subki –rahimahullah-, bahwa beliau mengatakan: ”hadits ini tidak dikenal di kalangan para ahli hadits, dan saya belum mendapatkan sanadnya, baik yang derajatnya shahih, hasan, maupun yang derajatnya palsu”. Fadhilatus Syaikh Zakariya al-Anshari –rahimahullah- menyepakati pernyataan tersebut dalam komentarnya atas tafsir al-Baidhawi.
Adapun kritikan dari sisi makna hadits, maka sesungguhnya makna yang terkandung dalam hadits ini telah diingkari oleh para ulama peneliti, Ibnu Hazm ad-Dhahiri –rahimahullah- mengatakan dalam kitabnya “al-Ihkam Fi Ushulil Ahkam”, setelah beliau mentarjih bahwa riwayat diatas [perbedaan diantara umatku adalah rahmat] bukanlah hadits Nabi: ”pernyataan ini sangat rusak, sebab jika kita terima bahwa perselisihan diantara umatku adalah rahmat maka konsekwensinya adalah kesepakatan umat adalah kebencian [Allah], dan seorang muslim tentu tidak akan mengucapkan perkataan ini, karena hanya ada dua opsi, kesepakatan atau perselisihan, maka hasilnya-pun salah satu diantara dua hal, rahmat atau kebencian [Allah]. Dan di halaman lain dari kitabnya beliau mengatakan:”hadits ini batil dan palsu”.
Diantara dampak negatif dari hadits ini adalah tenggelamnya para penganut empat madzhab dalam perselisihan dan perpecahan, dan nampaknya tidak ada upaya untuk merujuk kepada al-Qur-an dan as-Sunnah yang shahih [untuk mentarjih perselisihan tersebut], sebagaimana yang dianjurkan oleh para imam mereka –radhiyallahu ‘anhum-, bahkan mereka mengumpamakan madzhab-madzhab yang beragam bak syariat yang beragam, mereka mengatakan pernyataan ini, padahal mereka mengetahui bahwa sebagian perselisihan dan kontradiksi tidak bisa ditarjih kecuali setelah merujuk kepada dalil, dan menolak pendapat yang menyelisihi dalil serta menerima pendapat yang lebih dekat kepada dalil, namun mereka tidak melaksanakan hal tersebut, maka dengan ini seakan mereka menisbatkan kepada agama ini kontradiksi, dan hal ini merupakan bukti kuat bahwa perselisihan tersebut bukan datang dari Allah –subhanahu wa ta’ala- jika mereka benar-benar merenungi firman Allah:
ولو كان من عند غير الله لوجدوا فيه اختلافا كثيرا
Artinya: Dan seandainya [al-Qur’an] datang dari selain Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di dalamnya perselisihan yang banyak.
Ayat di atas dengan gamblang menyatakan bahwa perselisihan bukan datang dari Allah, maka sangat keliru apabila menjadikannya [perselisihan] sebagai bagian syariat, dan amat besar salahnya apabila menjadikannya [perselisihan] sebuah rahmat.
Dan disebabkan hadits ini pula, mayoritas kaum muslimin -pasca berakhirnya masa imam empat madzhab- terjerembab dalam jurang perselisihan dalam masalah ilmiah [aqidah] maupun amaliyah [ibadah], alangkah indahnya apabila mereka mengetahui bahwa perselisihan adalah sebuah keburukan –sebagaimana yang dikatakan Ibnu Mas’ud- yang ditaqrir di dalam al-Qur’an dan hadits yang shahih, niscaya mereka akan berbondong-bondong untuk bersepakat dalam banyak permasalahan yang telah Allah tegakkan dalil tentangnya, dan kemudian berupaya membuka pintu udzur bagi beberapa masalah yang mungkin masih terbuka pintu perbedaan di dalamnya, namun bagaimana mereka akan melaksanakan hal ini jika menurut anggapan mereka bahwa perselisihan adalah Rahmat dan keberagaman madzhab bagaikan keanekaragaman syariat. Dan jika anda ingin mengetahui betapa besar perselisihan dalam tubuh umat ini, maka tiliklah beberapa masjid di tengah kaum muslimin, niscaya anda akan mendapatkan beberapa diantaranya memiliki empat buah mihrab, yang kemudian masing-masing mihrab menjadi tempat shalat madzhab-madzhab tersebut.
Bahkan lebih dari itu, sebagian penganut madzhab rela mengakhirkan shalat demi melaksanakannya bersama sang imam madzhab, seakan-akan madzhab adalah agama yang berbeda-beda, dan hal ini tentunya tidaklah aneh, sebab para ulama madzhab tersebut membisikan kepada mereka:”bahwa madzhab-madzhab tersebut bak syariat yang beragam”, lupakah gerangan mereka dengan sabda Nabi - shallallahu ‘alaihi wa sallam-:”Apabila iqamat telah terdengar, maka tidak ada shalat selain shalat wajib [dengan berjamaah]”[2]. Namun ternyata mereka berani menyelisihi hadits tersebut demi menjaga fanatisme terhadap madzhab, seakan keagungan madzhab lebih besar dibanding keagungan hadits-hadits Rasulullah - shallallahu ‘alaihi wa sallam-.
Ringkasnya, perselisihan merupakan hal tercela dalam syariat islam, olehnya kewajiban kita adalah menjauhinya sesuai kemampuan, sebab hal itu merupakan faktor pelemah umat, sebagaimana firman Allah:
ولا تنازعوا فتفشلوا وتذهب ريحكم
Artinya: Janganlah kalian berselisih, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan kekuatan kalian menjadi lenyap.[3]
Adapun sikap ridha terhadap perselisihan, bahkan menyifatinya dengan rahmat, maka hal ini menyelisihi ayat-ayat al-qur’an yang mencelanya, dan ungkapan tersebut tidak berpijak pada dalil kecuali hadits yang tidak memiliki asal usul ini.
Setelah pembahasan ini, mungkin akan terbetik dalam sanubari kita sebuah pertanyaan besar, sesungguhnya para sahabat berselisih dengan sahabat yang lain, apakah mereka tercakup pula dalam celaan yang kita bahas tadi?.
Jawaban dari pertanyaan ini datang dari Ibnu Hazm –rahimahullah-, beliau berkata: ”sekali-kali tidak, sesungguhnya para sahabat tidak tercakup dalam celaan diatas, sebab setiap dari mereka berupaya untuk menapaki jalan Allah, apabila mereka terjatuh pada kesalahan maka satu pahala tercatat untuk mereka atas niat terpuji dalam hati mereka berupa upaya untuk mendapatkan kebaikan, dan tidak tercatat atas kesalahan tersebut sebagai dosa karena terjatuhnya mereka ke dalam kesalahan bukan disebabkan unsur kesengajaan dan kelalaian dalam menuntut kebenaran, dan apabila pendapat mereka benar maka dua pahala tercatat untuk mereka, hal ini berlaku pula bagi seluruh kaum muslimin yang samar bagi mereka kebenaran dan belum sampai kepada mereka dalil. Adapun celaan yang tercantum dalam nash-nash al-qur’an dan sunnah, berlaku bagi orang yang meninggalkan dalil al-qur’an dan assunnah setelah sampainya dalil dan hujjah kepadanya, dan bergantung kepada pendapat si fulan dan si fulan, lebih mengutamakan taklid buta dan bermaksud untuk berselisih, mengajak pada fanatisme golongan dan seruan jahiliyah, sengaja untuk berpecah belah, menolak dalil dari al-qur’an dan assunnah, apabila dalil sesuai dengan nafsunya maka dia akan mengambilnya, namun jika dalil tersebut berkontradiksi dengan nafsunya, maka dalilpun akan dicampakkan[4], Wallahu Musta’an.
Berakhirlah kajian kita tentang hadits “perselisihan diantara umatku adalah rahmat”, semoga artikel sederhana ini bisa memberikan faedah bagi segenap kaum muslimin tentang titik lemah dari hadits tersebut, dan bisa membangkitkan semangat untuk mentarjih pendapat yang memiliki pijakan dalil dari al-qur’an maupun assunnah. Dan akhirnya, serangkaian doa kami hadiahkan untuk Fadhilatus Syaikh, semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau dan menerima amalan beliau serta menempatkan beliau di surga-Nya, akhirul kalam, Shalawat dan Salam semoga tercurahkan untuk Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, para sahabat, kerabat, dan seluruh pengikutnya sampai datangnya hari kiamat.



[1]. Mata rantai perawi hadits yang meriwayatkan hadits ini.
[2]. HR. Muslim dan yang lainnya.
[3]. Surat al-Anfal 46
[4]. Sumber dari artikel ini adalah kitab “ Silsilah Ahadits ad-Dhaifah wal Maudhu’ah Wa Atsaruha as-Sayyi’ Fil Ummah, karya Fadhilatus Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani –rahimahullah-.

Dikirim pada 02 Desember 2011 di Al Islam


File sudah diconvert menjadi mp3 agar lebih mudah didownload, file aslinya ada 3 disk, monggo didownload yang belum punya:
AUDIO 1 download
AUDIO 2 download
AUDIO 3 download


Dikirim pada 30 November 2011 di Al Islam


ALLAHU AKBAR, Kata yang patut kita ucapkan. Tak ada yang bisa menebak hidayah ALLAH akan diberikan kepada siapa. Allahu A`lam. Seorang mantan pendeta dari agama hindu yang dahulunya begitu taat pada agamanya kini telah menjadi seorang Da`i yang senantiasa menyeru pada Tauhid yang lurus tanpa menyekutukan ALLAH sama sekali. Ustadz `Abdul `Aziz, demikian nama beliau setelah mendapatkan nikmat yang demikian besar. Dalam dakwah beliau, ustadz `Abdul `Aziz sering menyampaikan berbagai pengalaman beliau semasa bergama hindu dengan ritual-ritual syirik mereka. Beliau pun kini lebih mengutamakan dakwah beliau pada pemurnian Tauhid yang mana tauhid ini merupakan inti dari dakwah para Nabi yang mulia. Mungkin untuk lebih jelasnya bagaimana kisah beliau, file dalam format mp3, mau upload yang video belum mampu, silakan di download


Dikirim pada 30 November 2011 di Al Islam


1. TAS TALI SEBELAH BAHU: HENDAKNYA TIDAK DISILANGKAN MELEWATI DADA KARENA DAPAT MEMBENTUK APA YANG SEHARUSNYA TIDAK MEMBENTUK.

2. TAS PUNGGUNG, HENDAKNYA TALI TAS BERADA DALAM JILBAB KARENA JIKA DI LUAR AKAN MEMBENTUK APA YANG SEHARUSNYA TIDAK MEMBENTUK ATAU DAPAT JUGA DIBALIK DENGAN POSISI DI DEPAN AGAR TIDAK MEMBENTUK APA YANG SEHARUSNYA TIDAK MEMBENTUK.

3. PADA DASARNYA JILBAB MENUTUP BAGIAN LUAR DARI TUBUH HINGGA DADA NAMUN JIKA JAKET DIPAKAI DENGAN POSISI JILBAB DIMASUKKAN JAKET MAKA HAKIKAT DARI JILBAB MENJADI SAMAR JADI JIKA INGIN MEMAKAI JAKET HENDAKNYA JILBAB DIKELUARKAN AGAR TIDAK MERUBAH ESENSI JILBAB YAKNI MENUTUP HINGGA DADA.

4. `AFWAN JIKA KURANG BERKENAN

Dikirim pada 30 November 2011 di Al Islam
29 Nov


DEFINISI
Osteoartritis (Artritis Degeneratif, Penyakit Sendi Degeneratif) adalah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan adanya kemunduran pada tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya, yang bisa menyebabkan nyeri sendi dan
kekakuan.

Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun.
Bisa terjadi pada pria dan wanita, tetapi pria bisa terkena pada usia yang lebih muda

.
PENYEBAB
Dalam keadaan normal, sendi memiliki derajat gesekan yang rendah sehingga tidak akan mudah aus, kecuali bila digunakan secara sangat berlebihan atau mengalami cedera.
Osteoartritis kemungkinan berawal ketika suatu kelainan terjadi pada sel-sel yang membentuk komponen tulang rawan, seperti kolagen (serabut protein yang kuat pada jaringan ikat) dan proteoglikan (bahan yang membentuk daya lenting tulang rawan).

Selanjutnya tulang rawan tumbuh terlalu banyak, tetapi pada akhirnya akan menipis dan membentuk retakan-retakan di permukaan.
Rongga kecil akan terbentuk di dalam sumsum dari tulang yang terletak dibawah kartilago tersebut, sehingga tulang menjadi rapuh.
Tulang mengalami pertumbuhan berlebihan di pinggiran sendi dan menyebabkan benjolan (osteofit), yang bisa dilihat dan bisa dirasakan. Benjolan ini mempengaruhi fungsi sendi yang normal dan menyebabkan nyeri.

Pada akhirnya, permukaan tulang rawan yang halus dan licin berubah menjadi kasar dan berlubang-lubang, sehingga sendi tidak lagi dapat bergerak secara halus.
Semua komponen sendi (tulang, kapsul sendi, jaringan sinovial, tendon dan tulang rawan) mengalami kegagalan dan terjadi kelainan sendi.

Osteoartritis dikelompokkan menjadi:
- Osteoartritis primer, jika penyebabnya tidak diketahui
- Osteoartritis sekunder, jika penyebabnya adalah penyakit lain (misalnya penyakit Paget atau ineksi, kelainan bentuk, cedera atau penggunaan sendi yang berlebihan).

Orang-orang yang pekerjaannya menyebabkan penekanan berulang pada sendi mempunyai resiko lebih besar untuk menderita osteoartritis.
Jenis pekerjaan ini misalnya pekerja tambang dan supir bis.

Obesitas diduga merupakan faktor utama dalam terjadinya osteoartritis, tetapi pembuktiannya belum cukup kuat.
GEJALA
Bila dilakukan x-ray pada orang-orang berusia 40 tahun, kebanyakan akan memperlihatkan mulai terjadinya osteoartritis, terutama pada sendi penopang beban seperti sendi panggul; tetapi hanya sedikit yang memiliki gejala.

Gejala biasanya timbul secara bertahap dan pada awalnya hanya mengenai satu atau sedikit sendi.
Yang sering terkena adalah sendi jari tangan, pangkal ibu jari, leher, punggung sebelah bawah, jari kaki yang besar, panggul dan lutut.

Nyeri yang biasanya akan bertambah buruk jika melakukan olah raga, merupakan gejala pertama.

Beberapa penderita merasakan kekakuan pada sendinya ketika bangun tidur atau pada kegiatan non-aktif lainnya, tetapi kekakuan ini biasanya menghilang dalam waktu 30 menit setelah mereka kembali menggerakkan sendinya.

Kerusakan karena orteoartritis semakin memburuk, sehingga sendi menjadi sukar digerakkan dan pada akhirnya akan terhenti pada posisi tertekuk.
Pertumbuhan baru dari tulang, tulang rawan dan jaringan lainnya bisa menyebabkan membesarnya sendi, dan tulang rawan yang kasar menyebabkan terdengarnya suara gemeretak pada saat sendi digerakkan.
Pertumbuhan tulang (nodus Herbeden) sering terjadi pada sendi di ujung jari tangan.

Pada beberapa sendi (misalnya sendi lutut), ligamen (yang mengelilingi dan menyokong sendi) teregang sehingga sendi menjadi tidak stabil. Menyentuh atau menggerakkan sendi ini bisa menyebabkan nyeri yang hebat.
Sendi panggul menjadi kaku dan kehilangan daya geraknya sehingga menggerakkan sendi panggul juga menimbulkan nyeri.

Osteoartritis sering terjadi pada tulang belakang. Gejala utamanya adalah nyeri punggung. Biasanya kerusakan sendi di tulang belakang hanya menyebabkan nyeri dan kekakuan yang sifatnya ringan.
Osteoartritis pada leher atau punggung sebelah bawah bisa menyebabkan mati rasa, kesemutan, nyeri dan kelemahan pada lengan atau tungkai, jika pertumbuhan tulang berlebih menekan persarafannya.

Kadang pembuluh darah yang menuju ke otak bagian belakang tertekan, sehingga timbul gangguan penglihatan, vertigo, mual dan muntah.
Pertumbuhan tulang juga bisa menekan kerongkongan dan menyebabkan kesulitan menelan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan foto rontgen.
PENGOBATAN
Olah raga yang tepat (termasuk peregangan dan penguatan) akan membantu mempertahankan kesehatan tulang rawan, meningkatkan daya gerak sendi dan kekuatan otot-otot di sekitarnya sehingga otot menyerap benturan dengan lebih baik.

Dianjurkan untuk menggunakan kursi dengan sandaran yang keras, kasur yang tidak terlalu lembek dan tempat tidur yang dialasi dengan papan.

Untuk osteoartritis pada tulang belakang, dilakukan olah raga khusus dan jika penyakitnya berat, bisa digunakan penopang punggung.

Tetap melakukan kegiatan dan pekerjaan sehari-hari, sangatlah penting.

Terapi fisik yang sering dilakukan adalah dengan pemanasan.
Untuk nyeri pada jari tangan dianjurkan merendam tangan dalam campuran parafin panas dengan minyak mineral pada suhu 47,8-52? Celsius atau mandi dengan air hangat.
Pemijatan oleh tenaga terlatih, traksi (penarikan) dan terapi pemanasan dalam dengan diatermi atau ultrasonik bisa dilakukan pada osteoartritis di leher.

Obat merupakan aspek yang tidak terlalu penting.
Obat pereda nyeri (misalnya acetaminofen) mungkin merupakan satu-satunya obat yang diperlukan.
Obat anti peradangan non-steroid (misalnya Aspirin atau ibuprofen) bisa diberikan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.
Jika sendi secara tiba-tiba mengalami peradangan, membengkak atau terasa nyeri, bisa disuntikkan kortikosteroid langsung ke dalam sendi.

Jika pengobatan lainnya gagal, bisa dilakukan pembedahan.
Beberapa sendi (terutama sendi panggul dan lutut) bisa diganti dengan sendi buatan.
Tindakan ini biasanya berhasil dan hampir selalu bisa memperbaiki fungsi dan pergerakan sendi, serta mengurangi nyeri. Karena itu jika fungsi sendi menjadi terbatas, maka dianjurkan untuk menjalani penggantian sendi.

Dikirim pada 29 November 2011 di Kesehatan


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْراً مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْراً مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ *
Assalaamu`alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh, ikhwah fillah rohikalullaah, ana rasa antum/antunna sudah tidak asing denga ayat di atas, ya Al Hujurot ayat 11 yang menjelaskan bagaimana kita harus berakhlaq kepada sesama kita, hablum minan naas. Cerminan dari sifat buruk tersebut dapat kita ambil hikmah dari postingan video berikut. Silakan download dan resapilah betapa kita harus menjauhi hal ini. Klik tautan di bawah:

AL HUJUROT: 11

Dikirim pada 29 November 2011 di Al Islam


Bagi sahabat yang belum pernah menonton video ini ana harap segera menontonnya, tampak bagaimana mahasiswa notabene berpikir kritis begitu menyimpang dari kaidah Al Qur-an dan As Sunnah,. Tafadhol didownload dulu` MAU NONTON? CLICK TO DOWNLOAD

Dikirim pada 29 November 2011 di Al Islam


CINTA DI OTAK ATAU DI HATI?
KETIKA COMMENT BERSAMBUT
KAJIAN CINTA REMAJA
MENJADI SANTRI
KOLEKSI BUKU USTADZ HAFIZHOHULLAH
GHOZWUL FIKRI
IJINKAN AKU MENIKAH TANPA PACARAN
KARENA CINTA
MENIKAH KARENA ALLAH
ENGKAU MEMANG CANTIK
PERGAULAN ISLAMI
PERSIAPAN PERNIKAHAN AGAR GAK BERANTAKAN
PROBLEMATIKA REMAJA ISLAM
PRESENTASI EFEKTIF
RemajaPekaZaman.ppt
PSPI musker
Profil dan run down
Setelah Kesulitan
Tahukah Kamu Valentine itu?
Remaja Full Prestasi
ShalatNgebutBisaBenjut.ppt
RemajaHebatFullManfaat.ppt
RemajaPecintaIlmu.ppt
taushiyah gaul
TERAPI PUTUS CINTA
When I Fall In LoVe
TEMAN DUNIA MAYA

Dikirim pada 29 November 2011 di Al Islam


Hukum Memakai Celana Panjang
Bagi Wanita
﴾ ‫﴿ حكم لبس كنطلو للنسا‬
[ Indonesia – Indonesian –n‫ني‬
‫ند‬
]
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad
2011 - 1432
‫» باللغة لإند نيسية «‬
‫لشيخ حممد بن صالح لعثيمني محه الله‬
‫ترمجة: حممد قبا محد غز يل‬
‫مر جعة: بو يا يكو ها يانتو‬
‫2341 - 1102‬
‫بسم الله لرمحن لرحيم‬
Hukum Memakai Celana Panjang Bagi Wanita
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan: Apakah hukumnya memakai celana panjang yang banyak dipakai wanita di
zaman sekarang?
Jawaban:


Segala puji bagi Allah Subhanahuwata’alla Rabb semesta alam. Shalawat dan
salam semoga selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta
yang mengikuti mereka hingga hari pembalasan.
Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya memberi nasehat kepada laki-laki yang beriman:
hendaklah mereka menjadi pemimpin bagi orang-orang yang berada di bawah tanggung
jawabnya, seperti anak laki-laki dan wanita, istri, saudari dan selain mereka. Hendaklah mereka
bertaqwa kepada Allah Subhanahuwata’alla dalam kepemimpinan ini. Hendaklah mereka tidak
melepaskan tali ikatan kepada wanita, yang Nabi Muhammad salallahu’alihi wassalam bersabda
pada diri mereka:

َ ْ
َ َ
ُ
‫: )ما َ َ يْت من نَاقِصا ِ ققل َ ِ يْن ْهب لِلُب لرجل حل‬
( ‫ ا ِ ِ من ِحد كن‬
‫قا سو الله‬
Rasulullah salallahu’alihi wassalam bersabda: "Aku tidak melihat dari wanita-wanita
yang kurang akal dan agama yang lebih mempengaruhi bagi hati laki-laki yang bijaksana selain
dari salah seorang dari kalian."1
Dan saya bependapat agar kaum muslimin jangan berjalan mengikuti mode ini, berupa
berbagai jenis pakaian yang muncul dan banyak dijumpai yang diadaptasi dari trend mode
budaya barat, dan kebanyakan darinya tidak sesuai dengan pakaian islami yang harus menutup
semua tubuh wanita, seperti pakaian-pakaian pendek, ketat atau tipis. Termasuk di antaranya
adalah celana panjang, sesungguhnya ia menggambarkan bentuk kaki wanita, demikian pula
perut, pinggang, kedua payudaranya dan bentuk dari anggota tubuh lainnya. Maka memakainya
termasuk dalam hadits Nabi Muhammad salallahu’alihi wassalam:
1
HR. Al-Bukhari 304, 1462 dan Muslim 79
٢
َ
َ‫كأَ ْنَا كقر يَرضبو َ به‬
‫ َ ِ ُِْ ِا‬
ْ َ ْ ُ ْ َ َ َ

‫كخت لمائِلة لايَدخلن جلَنة‬

‫لَم َ َهما: قَو ٌ معهم سيَا‬
َُ َ ْ َ ُ

َ ُ
َ‫مائلا ٌ ُ ُ ْسهن كأَسنم‬
‫ ة‬
َ
َْ
‫: )صنفا ِ من هل جا‬
‫قا سو الله‬
َ ْ ُ ٌ َ َ ٌ َ َ ٌ َ
‫نِسا اكسيا خ ِ يا مميلا‬
َ َ َ َْ َ ْ ُ َ ْ َ َ
( ‫ حيَها ُوجد من مسري ِ كذ َ ذ‬
‫جا‬
َ

‫ لاجيد َ حيَها‬
Rasulullah bersabda: `Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku lihat: Orang-orang
yang memiliki cemeti seperti ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia. Dan wanita
yang berpakaian seperti telanjang, berlenggang-lenggok dan menggoyang-goyangkan
pundaknya, kepala mereka seperti punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tidak masuk
surga dan tidak mencium aromanya, dan sesungguhnya aromanya bisa tercium dari jarak seperti
ini dan seperti ini."2
Nasehat saya bagi laki-laki dan wanita yang beriman: hendaklah mereka bertaqwa
kepada Allah Subhanahuwata’alla, bersungguh-sungguh memakai pakaian islami yang menutup
tubuh dan janganlah mereka menyia-nyiakan harta mereka untuk mengoleksi seperti pakaian ini.
Wallahul muwaffiq.
Pertanyaan 2: Syaikh, alasan mereka bahwa celana panjang ini lebar dan luas, di mana
sudah menutup (semua tubuh)?
Jawaban 2: Sekalipun luas dan lebar karena membedakan engkau dari laki-laki yang
cenderung tidak menutup rapat. Kemudian, dikhawatirkan juga termasuk wanita yang
menyerupai laki-laki karena celana panjang termasuk pakaian laki-laki.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin – Dakwah, edisi 1/1476 – 18-8-1415 H.


Dikirim pada 29 November 2011 di Al Islam
Profile

Secara formal adalah seorang perawat, dinyatakan mendapatkan ijazah DIII Keperawatan dari Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Lampung pada tahun 2011 dan sekarang masih menempuh jenjang S1 Keperawatan di sebuah univ swasta di Jogjakarta. More About me

BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 263.574 kali


connect with ABATASA