0
Dikirim pada 16 Desember 2011 di Kesehatan

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR

DENGAN CAPUT SUCCADENEUM

TERHADAP BAYI Ny.I

TAHUN 2007

 

Disusun Oleh

 

DALINA

NIM. 06242008

 

POLITEKNIK KESEHATAN
DEPARTEMEN KESEHATAN TANJUNG KARANG

PROGRAM STUDI KEBIDANAN METRO

TAHUN 2007

 

 

CAPUT SUCCADENEUM

  1. Pengertian

Caput succadeneum adalah edema kulit kepala anak yang terjadi karena tekanan dari jalan lahir kepada kepala anak. Atau pembengkakan difus, kadang-kadang bersifat ekimotik atau edematosa, pada jaringan lunak kulit kepala, yang mengenai bagian kepala terbawah, yang terjadi pada kelahiran verteks.

Karena tekanan ini vena tertutup, tekanan dalam capilair veneus meninggi hingga cairan masuk ke dalam jaringan longgar dibawah lingkaran tekanan dan pada tempat yang terendah.

Merupakan benjolan yang difus kepala, dan melampaui sutura garis tengah. (Obstetri fisiologi, UNPAD, 1985, hal : 254)

 

  1. Etiologi

Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya caput succadeneum pada bayi baru lahir yaitu :

  1. Persalinan lama

Dapat menyebabkan caput succadeneum karena terjadi tekanan pada jalan lahir yang terlalu lama, menyebabkan pembuluh darah vena tertutup, tekanan dalam capilair venus meninggi hingga cairan masuk kedalam cairan longgar dibawah lingkaran tekanan dan pada tempat yang terendah.

  1. Persalinan dengan ekstraksi vakum

Pada bayi yang dilahirkan vakum yang cukup berat, sering terlihat adanya caput vakum sebagai edema sirkulasi berbatas dengan sebesar alat penyedot vakum yang digunakan. (Obstetri fisiologi, UNPAD, 1985, hal 254)

 

  1. Patofisiologi

  1. Pembengkakan yang terjadi pada kasus caput succadeneum merupakan pembengkakan difus jaringan otak, yang dapat melampaui sutura garis tengah.

  2. Adanya edema dikepala terjadi akibat pembendungan sirkulasi kapiler dan limfe disertai pengeluaran cairan tubuh. Benjolan biasanya ditemukan didaerah presentasi lahir dan terletak periosteum hingga dapat melampaui sutura. (Sarwono, Ilmu Kebidanan,2002, Hal : 716)

 

  1. Tanda dan Gejala

  1. Adanya edema dikepala

  2. Pada perabaan teraba lembut dan lunak

  3. Edema melampaui sela-sela tengkorak

  4. Batas yang tidak jelas

  5. Biasanya menghilang 2-3 hari tanpa pengobatan

(IKA, Nelson 1992. Hal 608-609)

 

  1. Penatalaksanaan

  1. Bayi dengan caput succadeneum diberi ASI langsung dari ibu tanpa makanan tambahan apapun, maka dari itu perlu diperhatikan penatalaksanaan pemberian ASI yang adekuat dan teratur.

  2. Bayi jangan sering diangkat karena dapat memperluas daerah edema kepala.

  3. Atur posisi tidur bayi tanpa menggunakan bantal

  4. Mencegah terjadinya infeksi :

  1. Perawatan tali pusat

  2. Personal hygiene baik

  1. Berikan penyuluhan pada orang tua tentang :

  1. Perawatan bayi sehari-hari, bayi dirawat seperti perawatan bayi normal

  2. Keadaan trauma pada bayi , agar tidak usah khawatir karena benjolan akan menghilang 2-3 hari.

  1. Berikan lingkungan yang nyaman dan hangat pada bayi.

  2. Awasi keadaan umum bayi.

 

Pembengkakan pada caput succadeneum dapat meluas menyeberangi garis tengah atau garis sutura. Dan edema akan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Pembengkakan dan perubahan warna yang analog dan distorsi wajah dapat terlihat pada kelahiran dengan presentasi wajah. Dan tidak diperlukan pengobatan yang spesifik, tetapi bila terdapat ekimosis yang ektensif mungkin ada indikasi melakukan fisioterapi dini untuk hiperbilirubinemia.

Moulase kepala dan tulang parietal yang tumpang tindih sering berhubungan dengan adanya caput succadeneum dan semakin menjadi nyata setelah caput mulai mereda, kadang-kadang caput hemoragik dapat mengakibatkan syok dan diperlukan transfusi darah. (IKA, Nelson 1992. Hal 608-609).

ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGIS TERHADAP By.Ny.I

DENGAN KASUS CAPUT SUCCADENEUM

DI BPS YULI METRO UTARA

 

 

  1. Pengumpulan Data Dasar Tanggal 21 Oktober 2007

  1. Identitas

Nama : By. Ny. I

Tanggal lahir : 21 Oktober 2007

Waktu : Pkl. 08.30 WIB

Jenis kelamin : Laki-Laki

Anak ke : 1

 

Nama ibu : Ny. I

Umur : 24 Tahun

Suku : Lampung

Agama : Islam

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : IRT

Alamat : Desa Raman Utara

Kec.Raman Utara Lamp. Teng

Nama Ayah : Tn. T

Umur : 27 Tahun

Suku : Lampung

Agama : Islam

Pendidikan : S1 ekonomi

Pekerjaan : PNS

Alamat : Desa Raman Utara

Kec.Raman Utara Lamp. Teng

 

 

  1. Riwayat Kesehatan

  1. Keluhan Utama : Ibu mengatakan bayi lahir 1 hari dengan benjolan dikepala bayinya, bayi juga sering rewel, dan ibu merasa khawatir.

  2. Persalinan berlangsung tanggal 21 Oktober 2007 Pukul 08.30 WIB

  3. Tempat Persalinan : Bidan Lina

  4. Jenis Persalinan : Spontan pervaginam

  5. Bayi : Merintih

  6. Riwayat Persalinan

 

 

Lama Persalinan

Perdarahan

Keterangan

Kala 1

10 jam

50 cc

Ketuban pecah spontan warna jernih

Kala 2

1 jam

100 cc

Bayi lahir spontan tidak ada lilitan tali pusat dengan letak belakang kepala dan terdapat benjolan dikepala, jenis kelamin laki-laki

Kala3

15 menit

150 cc

Plasenta lahir lengkap dengan selaputnya

Kala 4

2 jam

60 cc

Kontraksi uterus baik, tidak ada robekan

Jumlah

13 jam 15 menit

 

 

 

  1. Nilai APGAR SCORE

No

Aspek yang dinilai

Menit 1

Menit 4

1

Apperanche (warna)

1

2

2

Pulse (nadi)

2

2

3

Grimace (Reflek)

2

2

4

Activity (tonus)

1

2

5

Respiratory (pernapasan)

1

1

 

Jumlah

7

9

 

  1. Pemeriksaan Fisik

  1. Tanda - Tanda Vital

Temp : 36,50C

RR : 120x/menit

Pols : 36 x/menit

BB : 3000 gr

PB : 50 cm

  1. Kepala

Bentuk kepala bulat, rambut kotor dan terdapat lendir bercampur darah, pada perabaan teraba lembut dan lunak terdapat benjolan yang berisi cairan, batas tidak jelas, lingkaran kepala 38 cm

  1. Mata

Bentuk mata bulat, simetris kiri dan kanan, tidak ada strabismus, keadaan bersih dan tidak ada kelianan.

  1. Hidung

Bentuk simetris, lubang hidung terdapat sekret, pernapasan cuping hidung ada dan keadaan kotor oleh slym.

  1. Mulut

Bentuk simetris, bibir lengkap atas dan bawah, gusi normal, reflek hisap baik, tidak ada sumbing.

  1. Telinga

Bentuk simetris, telinga teraba lunak, keadaan bersih, tidak ada sumbatan.

  1. Leher

Tidak ada pembesaran vena dan kelenjar thyroid dan pergerakan normal.

  1. Dada

Bentuk simetris, mamae ada, denyut jantung 120x/menit, tidak ada kelainan.

 

 

  1. Abdomen

Bentuk normal, tidak ada pembesaran, tidak ada benjolan, tidak ada kelainan.

  1. Punggung

Terdapat vernik caseosa, dan cairan ketuban, tidak ada benjolan.

  1. Genitalia

Jenis kelamin laki-laki, tidak ada kelainan, anus ada.

  1. Ekstremitas Atas

Jari tangan dan kaki lengkap, pergerakan tampak lemah bentuknya simetris.

  1. Ektremitas Bawah

Jari tangan dan kaki lengkap, pergerakan tampak lemah bentuknya simetris.

  1. Reflek

Menghisap (sucking) : Ada

Menggenggam (graping) : Ada

Reflek Moro : Ada

  1. Ukuran antropometri

BB : 3000 gr LK : 38 cm

TB : 50 cm LD : 30 cm

LP : 30 cm Lila : 10 cm

  1. Interpretasi Data Dasar

  1. Diagnosa

Bayi Ny.I lahir secara spontan pervaginam letak belakang kepala, partus lama dengan caput succadeneum.

Dasar :

  1. Adanya benjolan dikepala yang berisi cairan dengan lingkar kepala 38 cm.

  2. Pada perabaan teraba lembut dan lunak serta batas tidak jelas.

  3. Ibu partus lama

 

  1. Masalah

  1. Kurangnya pengetahuan ibu tentang caput succadeneum

Dasar :

  1. Ibu cemas akan benjolan yang ada dikepala bayinya

  2. Ibu bingung cara menyusui bayinya

  3. Ibu tampak antusias bertanya tentang bayinya.

  1. Keterbatasan aktifitas bayi

Dasar :

  1. Adanya benjolan dikepala yang berisi cairan

  1. Kebutuhan

  1. Penyuluhan pada orang tua tantang caput uccadeneum

Dasar :

  1. Ibu cemas akan keadaan bayinya

  2. Bayi rewel dan gelisah

  3. adanya benjolan dikepala yang berisi cairan

  1. Pemenuhan cairan dan nutrisi bayi

Dasar :

  1. Bayi rewel dan gelisah

  2. Bayi mulai menghisap ASI

  1. Identifikasi Diagnosa dan Maalah Potensial

  1. Potensial terjadi hipotermi

Dasar :

  1. Tubuh bayi masih basah oleh air ketuban

  1. Potensial terjadi perpindahan mikroorganisme

Dasar :

a. Tali pusat masih basah

  1. Potensial terjadi perdarahan intrakranial

Dasar :

  1. Trauma jalan lahir

  1. Identifikasi Kebutuhan Tindakan Segera dan Kolaborasi

Segera kolaborasi dengan dokter bila terjadi komplikasi

  1. Rencana Manajemen

  1. Informasi tentang kondisi bayi saat ini

  1. Jelaskan pada ibu tentang kondisi bayinya saat ini

  2. Lakukan pemantauan tentang keadaan umum bayi

  1. Jangan sering mengangkat bayi

  1. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya untuk tidak mengangkat bayi

  2. Anjurkan pada ibu jangan sering mengangkat bayinya

  3. Libatkan keluarga untuk tidak sering mengangkat bayi

  1. Peran ibu dalam merawat bayi

  1. Jelaskan pada ibu tentang manfaat perawatan bayi baru lahir

  2. Ajarkan pada ibu cara perawatan bayi baru lahir

  3. Anjurkan pada ibu untuk melakukan perawatan bayi baru lahir

  4. Observasi kemampuan ibu dalam melakukan perawatan bayi baru lahir

  5. Libatkan anggota keluarga untuk membantu ibu dalam melakukan perawatan bayi baru lahir


Dikirim pada 16 Desember 2011 di Kesehatan
comments powered by Disqus
Profile

Secara formal adalah seorang perawat, dinyatakan mendapatkan ijazah DIII Keperawatan dari Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Lampung pada tahun 2011 dan sekarang masih menempuh jenjang S1 Keperawatan di sebuah univ swasta di Jogjakarta. More About me

BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 148.668 kali


connect with ABATASA