0




Oleh: Syaikh Abû Mus‘ab Al-Zarqawi berkata:
“Segala puji bagi Alloh; kami memuji, meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya, dan kami berlindung kepada Alloh dari kejahatan diri serta keburukan amal perbuatan kami. Siapa yang diberi petunjuk oleh Alloh, maka tidak ada seorangpun mampu menyesatkannya, dan siapa yang Alloh sesatkan maka tidak ada seorangpun yang bisa memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang haq) selain Alloh; satu-satu-Nya dan tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rosul-Nya; beliau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah dan menasehati umat, serta meninggalkan mereka di atas mahajjatul baidho’ (keterangan yang sangat jelas), malamnya seperti siang, tidak ada yang menyimpang dari keterangan tersebut kecuali orang yang binasa.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Alloh dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam.” [1]
“Hai manusia, bertakwalah kepada robb kalian yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa dan menciptakan darinya pasangannya serta mengeluarkan dari keduanya keturunan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kalian kepada Alloh yang (dengan menyebut nama-Nya) kalian saling meminta serta (peliharalah) tali silaturrohmi. Sesungguhnya Alloh Mahamengawasi kalian.” [2]
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan katakanlah perkataan yang lurus. Niscaya Alloh akan memperbaiki amal kalian serta mengampuni dosa-dosa kalian, dan barangsiapa yang mentaati Alloh dan rosul-Nya maka sungguh ia telah meraih kemenangan yang besar.” [3]
Tsumma Amma ba‘du…
Sejarah akan terus terulang:
Sejarah kembali terulang, jalan cerita sejarah dari zaman ke zaman tidak pernah berubah… manusia dan pemerannya boleh berubah, peralatan-peralatan boleh berkembang pesat; akan tetapi pentas sejarah tetaplah baku; kisah permusuhan hanya satu, yaitu kebenaran melawan kebatilan, Islam memerangi kekafiran, kejahilaya-han, dan kemunafikan yang terselu-bung. Adapun orang-orang lemah dan benyali rendah, mereka memegang tongkat pada bagian tengahnya; satu sisi ia menyatakan bergabung dengan umatnya, tapi di sisi lain ia lebih mengedepankan kepentingan dunia-nya sembari menunggu kabut tersingkap dan peperangan berakhir; dengan maksud ingin bergabung dengan kelompok yang kuat dan menumpang kapal fihak yang menang, sungguh teramat jelek apa yang diperbuat orang-orang seperti ini.
Tapi mereka dihentikan oleh orang-orang robbaniyyuun, yang mengangkat bendera di zaman kerusakan, mengangkat kepala di zaman kehinaan, tekat mereka mengarungi angkasa, pergi menuju Alloh, Dzat Yang Maha melihat lagi Maha mendengar, meneladani Sang pembawa peringatan dan kabar gembira, Muhammad Shollallohu Alaihi wa Sallam, mereka orang-orang asing yang wajahnya hangus terbakar angin keterasingan, kaki mereka yang tanpa alas kaki meneteskan darah di sahara yang berkobar oleh api permusuhan, tidak ada pintu yang mau menerima mereka sehingga mereka mengetuk pintu langit, lalu dibukalah pintu tersebut untuk mereka, langsung dari tengah-tengah surga untuk menghidupkan hati, tersirat kegembiraan iman dalam diri mereka, sehingga tidak ada seorangpun dari mereka yang mundur, karena mereka marah demi agamanya, walaupun seluruh dunia bersatu-padu membidiknya.

[1] QS. Ali ‘Imron: 102
[2] QS. An-Nisa’: 1
[3] QS. Al-Ahzab: 70-71


Penerjemah:
Ahmad Ilham Al-Kandari
Publikasi:
AL-QAEDOON GROUP

Terkait:
Bagian 1
Bagian 2
Bagian 3



Dikirim pada 20 Januari 2012 di Al Islam


Nomor Soal: 606
Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Apa hukum memajang Photo di forum-forum internet?
Apakah ada pengecualian bagi Photo dari gambar-gambar atau lukisan-lukisan makhluk bernyawa? Atau gambar-gambar sebagai alat pengenal bagi sebagian forum internet?
Saya adalah direktur forum internet wanita dan saya ingin fatwa untuk menghindari hal-hal yang diharamkan terutama berkaitan dengan keberadaan gambar di forum internet itu dengan segala macamnya…
Jazakumullahul Jannah.
Penanya: Ummul Walid
Allajnah Asy Syar’iyyah di Al Minbar menjawab:
Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh
Semoga Allah memberikan barokah kepadamu dan menambahkan kepadamu semangat pencarian (ilmu) dan sikap wara’.
Saudariku penanya:
Pertama: Telah datang nash-nash qath’iy perihal pengharaman tashwir (menggambar): seperti hadits Aisyah radliyallahu ‘anha dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:
أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللهِ
“Manusia yang paling berat adzabnya di hari kiamat adalah orang-orang yang menandingi ciptaan Allah” (Muttafaq ‘alaih)
Al Bukhari dan Muslim serta para pemilik As Sunan meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، يُقَالُ لَهُمْ: أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ
“Sesungguhnya para pembuat gambar-gambar ini diadzab di hari kiamat, dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang kalian ciptakan.”
Dari Abu Zur’ah berkata: Saya bersama Abu Hurairah masuk ke rumah Marwan Ibnul Hakam, maka ia melihat di dalamnya lukisan-lukisan sedang ia itu dibangun, maka ia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: Allah ‘azza wa jalla berkata:
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي، فَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً أَوْ فَلْيَخْلُقُوا حَبَّةً أَوْ فَلْيَخْلُقُوا شَعِيرَةً
“Dan siapakah orang yang lebih zalim daripada orang yang melakukan penciptaan seperti ciptaan-Ku, maka hendaklah mereka menciptakan sebutir jagung, atau hendaklah mereka menciptakan suatu biji, atau hendaklah mereka menciptakan sebutir gandum” (Muttafaq ‘alaih)
Dan hadits-hadits lainnya yang banyak lagi shahih dalam bab ini.
Kedua: Diharamkan dari gambar-gambar itu hal-hal berikut ini:
Patung-patung tiga dimensi bila ia makhluk yang bernyawa; yaitu manusia atau hewan, dan telah ada di dalam hadits:
إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ، وَلَا صُورَةٌ
“Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing dan patung” (HR Muslim)
Lukisan-lukisan tangan bagi makhluk yang bernyawa, dan itu berdasarkan nash-nash yang lalu. Al Alusiy rahimahullah berkata: “Dan bagi kami tidak ada perbedaan antara gambar yang memiliki bayangan (tiga dimensi) ataupun tidak memiliki bayangan, seperti gambar kuda yang dipahat di karton atau di tembok umpamanya, dan di dalam syari’at kita telah ada nash-nash yang berisi ancaman keras terhdap orang-orang yang melukis.” Selesai (Ruhul Ma’aniy 22/119)
Ketiga: Dibolehkan dari gambar-gambar itu hal-hal berikut ini:
Setiap gambar makhluk tak bernyawa, seperti menggambar benda-benda padat, gunung, pepohonan, planet, bintang, laut dan seterusnya. Dari Said ibnu Abil Hasan berkata: Datang seorang pria kepada ibnu ‘Abbas, terus berkata: Sesungguhnya saya adalah orang yang melukis gambar-gambar ini maka berilah saya fatwa dalam hal ini? Maka ibnu ‘Abbas berkata kepadanya: Mendekatlah kepada saya, maka ia mendekat kepadanya, terus ibnu ‘Abbas berkata: Mendekatlah kepada saya, maka ia mendekat sampai meletakkan tangannya di atas kepalanya, ia berkata: Saya memberitahumu dengan apa yang telah saya dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ، بِكُلِّ صُورَةٍ صَوَّرَهَا، نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ
“Setiap orang yang menggambar itu di neraka seraya dijadikan baginya dengan setiap gambar yang telah dia gambar itu suatu jiwa terus jiwa itu mengadzabnya di neraka Jahannam,” (HR. Muslim: 2110)
Dan ia (ibnu ‘Abbas) berkata:
إِنْ كُنْتَ لَا بُدَّ فَاعِلًا، فَاصْنَعِ الشَّجَرَ وَمَا لَا نَفْسَ لَهُ
“Bila kamu mesti melakukan juga maka buatlah (lukisan) pohon dan apa yang tidak bernyawa”
Dan dalam satu riwayat:
فَعَلَيْكَ بِهَذَا الشَّجَرِ، كُلِّ شَيْءٍ لَيْسَ فِيهِ رُوحٌ
“Maka lukislah pohon-pohon ini, segala sesuatu yang tidak ada ruhnya” (Muttafaq ‘alaih)
Setiap gambar yang tidak bersambung bentuk (tubuh) nya. Dari Ummul Mukminin radliyallahu ‘anha: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk kepada saya sedangkan saya menutupi diri di balik tirai yang ada gambarnya, maka berubahlah wajahnya terus meraih tirai itu dan mencopotnya dengan keras kemudian berkata:ya
إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الَّذِينَ يُشَبِّهُونَ بِخَلْقِ اللهِ قَالَتْ عَائِشَةُ: فَقَطَّعْته، فَجَعَلْت مِنْهُ وِسَادَتَيْنِ
“Sesungguhnya di antara manusia yang paling berat adzabnya di hari kiamat adalah orang-orang yang menyerupai penciptaan Allah” Aisyah berkata: Maka saya memotongnya terus membuat dua bantal darinya, dan kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbantal dengan keduanya.” (HR Muslim 2107)
Al Imam Ibnul ‘Arabi Al Maliki rahimahullah berkata: “Kemudian dengan memotongnya dan menjadikannya dua bantal berubahlah gambar itu dan keluar dari bentuknya, maka sesungguhnya kebolehan hal itu bila gambar tersebut tidak bersambung bentuknya di dalamnya, namun bila ia itu bersambung bentuknya maka tidak boleh.” Selesai (Ahkamul Qur’an Juz Ketiga)
Mainan anak perempuan. Dari Aisyah radliyallahu ‘anha:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَهَا وَهِيَ بِنْتُ سَبْعِ سِنِينَ، وَزُفَّتْ إِلَيْهِ وَهِيَ بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ، وَلُعَبُهَا مَعَهَا، وَمَاتَ عَنْهَا وَهِيَ بِنْتُ ثَمَانَ عَشْرَةَ
“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya sedang ia anak usia tujuh tahun, dan disandingkan kepadanya saat ia berumur sembilan tahun sedangkan mainannya bersamanya, dan beliau meninggal dunia saat ia berumur 18 tahun.” (HR Muslim no. 1422)
Dan dari Aisyah bahwa ia berkata:
كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ لِي صَوَاحِبُ يَلْعَبْنَ مَعِي، فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ يَتَقَمَّعْنَ مِنْهُ، فَيُسَرِّبُهُنَّ إِلَيَّ فَيَلْعَبْنَ مَعِي
“Dahulu saya bermain boneka-bonekaan di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan dahulu saya punya teman-teman yang bermain bersama saya, dan adalah bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk maka mereka bersembunyi darinya, maka beliau pun memasukan mereka kepada saya terus mereka bermain bersama saya.” (HR Muslim)
Al Hafidh ibnu Hajar rahimahullah berkata setelah menuturkan perselisihan ulama perihal menggambar dan macam-macamnya: “Dan dikecualikan dari hal itu mainan anak-anak perempuan.” (Fathul Bari)
Photo. Dan itu dikarenakan tidak adanya ‘illat (alasan hukum) pengharaman di dalamnya, di mana illat (alasan hukum) pengharaman adalah sebagaimana ada di dalam hadits-hadits itu (… orang-orang yang menandingi penciptaan Allah), sedangkan macam gambar ini (Photo), meskipun dinamakan tashwir (gambar) akan tetapi pada hakikatnya ia adalah pembiasan (pantulan) gambar apa yang telah Allah ciptakan -seperti cermin- dan penahanannya, di mana di dalamnya tidak ada penandingan (penyerupaan) terhadap ciptaan Allah, sedangkan kaidah itu menegaskan bahwa “yang jadi tolak ukur adalah hakikat dan makna, bukan lafadh dan bangunan.”
Dan sangat menakjubkan saya suatu permisalan yang dicontohkan syaikh kami Al Ushuli Abu Qatadah Al Filisthiniy hafidhahullah untuk mendekatkan (pemahaman) hakikat masalah ini, ringkasnya: “Seandainya si Zaid menulis surat dengan tulisan tangannya, terus di memperbanyaknya dengan alat Photo copy, maka apa dikatakan: bahwa ini tulisan alat Photo copy?! Atau dikatakan: dia adalah dia yaitu tulisan si Zaid?!” di mana di dalamnya tidak ada penandingan (penyerupaan) terhadap tulisan si Zaid, akan tetapi ia adalah copyian darinya, maka amatilah!
Syaikh As Sayis berkata: “Mungkin engkau ingin mengetahui hukum apa yang dinamakan dengan Photo, maka kami katakan: Engkau bisa mengatakan bahwa (statusnya) sama dengan hukum raqm (cap) di baju, dan engkau telah mengetahui pengecualiannya secara nash. Dan engkau bisa juga mengatakan: Bahwa ini (Photo) bukanlah pembuatan gambar (lukisan), akan tetapi ia adalah penahanan bagi gambar, tidak ada bedanya dengan gambar dicermin, di mana engkau tidak mungkin mengatakan bahwa apa yang ada di cermin itu adalah gambar dan bahwa seseorang telah menggambarnya. Dan yang diperbuat oleh alat Photo itu adalah gambar apa yang ada di cermin, namun kelebihannya bahwa kamera Photo itu menahan bayangan yang ada padanya, sedangkan cermin tidak begitu, kemudian klise Photo itu diletakkan dalam obat afdruk kemudian munculnya darinya banyak gambar, dan ini pada hakikatnya bukanlah tashwir (pelukisan), namun ia adalah penampakan dan pelanggengan bagi gambar-gambar yang ada dan penahanannya dari kelenyapan. Sesungguhnya orang-orang mengatakan: Bahwa gambar (Photo) segala sesuatu itu adalah ada namun ia bisa berpindah dengan peran matahari dan cahaya selagi tidak ada penghalang yang menghalanginya dari keperpindahan itu, sedangkan obat afdruk (Photo emulson/zat asam khusus) adalah penghalang itu. Dan selagi dalam syari’at itu terdapat kelapangan bagi penghalalan gambar-gambar ini -seperti pengecualian cap di dalam baju- maka tidak ada alasan untuk mengharamkan (Photo ini)…” selesai (Ayatul Ahkam Milik As Sayis 4/61)
Keempat: Meletakkan Photo di atas halaman-halaman forum, adalah ada dua hal yang saling tarik menarik -menurut saya-:
Hal pertama: Ia diqiyashkan kepada suatu yang merupakan raqm (cap atau hiasan gambar yang sedikit lagi kecil) di pakaian, maka ini boleh. Dari Abu Thalhah sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
أَنَّ المَلاَئِكَةَ لاَ تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ
“Sesungguhnya Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR Bukhari no. 3224)
Berkata Busr: Kemudian Zaid menderita sakit setelah itu maka kami pun menjenguknya, ternyata di pintunya ada tirai yang ada gambarnya, ia berkata: Maka saya berkata kepada Ubaidullah Al Khaulaniy anak tiri Maimunah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أَلَمْ يُخْبِرْنَا زَيْدٌ عَنِ الصُّوَرِ يَوْمَ الأَوَّلِ؟ فَقَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ: أَلَمْ تَسْمَعْهُ حِينَ قَالَ: «إِلَّا رَقْمًا فِي ثَوْبٍ»
“Bukankah Zaid telah mengabarkan kepada kita tentang gambar di hari pertama? Maka Ubaidullah berkata: Apakah kamu tidak mendengarnya saat ia mengatakan: “Kecuali raqm di pakaian.” (Muttafaq ‘alaih)
Hal Kedua: Ia tergolong menggantungkan gambar yang memberikan rasa pengagungan dan ghuluw, sedang ini adalah haram, berdasarkan hadits Aisyah radliyallahu ‘anha berkata: Adalah beliau dahulu memiliki tirai yang ada gambar burungnya, dan adalah orang yang masuk bila masuk maka ia menghadapnya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
حَوِّلِي عَنيِّ هَذَا فَإِنِّي كُلَّمَا رَأَيْته ذَكَرْت الدُّنْيَا
“Singkirkanlah hal ini dariku, karena sesungguhnya aku setiap kali melihatnya maka aku teringat dunia” (HR Muslim)
Oleh sebab itu sesungguhnya hati-hati dari hal itu adalah lebih selamat, selagi itu bisa… dan Sufyan telah berkata perihal harta yang tersamar (syubhat): “Hal itu tidak saya sukai dan meninggalkannya lebih saya sukai.” (Jami’ul Ulum Wal Hikam hal. 94)

Dikirim pada 16 Januari 2012 di Al Islam


Illuminati (bentuk plural dari bahasa Latin illuminatus, "tercerahkan") adalah nama yang diberikan kepada beberapa kelompok, baik yang nyata (historis) maupun fiktif. Secara historis, nama ini merujuk pada Illuminati Bavaria, sebuah kelompok rahasia pada Zaman Pencerahan yang didirikan pada tanggal 1 Mei tahun 1776. (www.wikipedia.org).
Illuminati berarti “Pencerahan”, “Yang Tercerahkan”, atau juga bisa mewakili “Cahaya”. Arti istilah ini sebangun dengan istilah “Lucifer” atau “Luciferis” yang juga berarti “Cahaya”. Maria Magdalena sendiri, sosok kontroversial dalam Kekristenan, oleh kaum Luciferian juga disebut sebagai “Illuminatrix” yang berarti “Cahaya Di Atas Cahaya”.
Simbol Piramida merupakan simbolisasi dari pemujaan terhadap Sang Luciferis yang paling tinggi. Selain itu, Piramida juga menyimbolkan kekuatan Maskulinitas karena asalnya berbentuk “Mata Pedang” atau dalam bahasa sanskrit disebut “Lingga”. Yang banyak tidak disadari orang, piramida Illuminati merupakan sebuah segitiga sama sisi yang dibangun dari tiga buah besaran sudut yang sama: 60, 60, dan 60. Ini mewakili simbol lain yang lebih tegas yakni 666. Kekristenan meyakini jika angka ini merupakan angka Dajjal (The Beast) di hari akhir, seperti yang diwartakan oleh Kitab Wahyu 13: 16-18. (www.eramuslim.com).
Ada hal baru lagi yang saya dapatkan beberapa hari yang lalu. Yakni sebuah situs yang saya rasa itu termasuk konfrontasi antara mereka(illuminati & fremansori) terhadap kaum Muslim. Situs itu pun sepertinya berkolaborasi dengan amerika laknatullah ’alayhi yang terus merongrong Islam dari segi mana pun.
Mungkin kawan-kawan bisa menilai sendiri. Coba cara berikut ini dan mungkin kawan-kawan bisa memahaminya.
Pertama, jika kita mengetikkan pada browser kita berupa ”www.illuminati.com” maka yang akan tampil adalah situs ” http://www.sjgames.com/illuminati/” yang berisi game sesat buatan mereka.

SELENGKAPNYA) KLIK))

Dikirim pada 12 Januari 2012 di Unik


Entah mau dibuat apa urusan Diin ini. Ada yang begitu getol untuk mengarahkan kepada hal-hal yang jauh dari apa yang telah diwariskan oleh Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam. Ada lagi yang begitu menyamarkan penyembahan kepada selain ALLAH, penghalalan zina dan masih banyak yang lain.

Lebih terkini lagi juga ada kontes Da’i yang begitu gencar menggerakkan jari-jemari para pendukungnya untuk berlomba-lomba mengirimkan voting demi kemenangan sang bintang panggung yang bermain-main dengan api sebenarnya. Bagaimana tidak, sekarang untuk menjadi da’i pun harus diaudisi dan harus berdasarkan system voting untuk mendapatkan posisi teratas padahal kapasitas keilamuannya wallaahu a’lam, apakah hal ini yang disenangi ataukah justru dibenci ALLAH, lalu ridho siapakah yang kita cari, manusia atau ALLAH?.

Tak cukup itu pula, poling sms yang begitu marak pun menjadi lahan empuk bagi para pendukung hukum thoghut untuk menjauhkan ummat dari kaidah syar’i. Jelas polling tersebut adalah upaya para pengirim sms untuk mendukung jagoannya menang. Lalu apa bedanya dengan jika ada pacuan kuda lalu kita menjagokan seseorang penunggang yang kita anggap kuat atau karena dia keluarga kita dan untuk menang kita memasang dana sekian ribu contohnya untuk meraup untung daripadanya. Apakah ini bukan judi?. Tak bisa dipungkiri bahwasanya dakwah (dalam acara tersebut) sudah mengarahkan kepada kebathilan yang terselubung menurut saya. Jika tarif dukungan yang dipanjer bandar adalah sebesar Rp 2000 maka ketika kita mengirim sedikit maka jagoannya tak akan menang. Lalu apa yang dilakukan, pastinya akan makin gencar mengirim sms yang di samping itu ada jug aiming-iming hadiah yang luar biasa bagi pengirim sms terbanyak tentunya akan mendapat angin segar.
baca selengkapnya>>>

Dikirim pada 08 Januari 2012 di Al Islam
Awal « 1 2 » Akhir
Profile

Secara formal adalah seorang perawat, dinyatakan mendapatkan ijazah DIII Keperawatan dari Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Lampung pada tahun 2011 dan sekarang masih menempuh jenjang S1 Keperawatan di sebuah univ swasta di Jogjakarta. More About me

BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 254.859 kali


connect with ABATASA